godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , April 26 2019
Home / Pemerintah / Baru Dibangun Jalan Rabat Beton Sudah Rusak, Bahkan Diduga Ada Yang Dobel Anggaran
Kantor Kepala Desa Gumulan Ahmad Hudan

Baru Dibangun Jalan Rabat Beton Sudah Rusak, Bahkan Diduga Ada Yang Dobel Anggaran

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pengerjaan proyek pembangunan Jalan rabad beton di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, diduga terjadi penyimpangan. Sebab, pekerjaan yang beberapa bulan selesai dibangun, saat ini sudah mengalami kerusakan.

Dari penelusuran NusantaraPosOnline.Com dilapangan terdapat empat titik proyek jalan rabad beton yang dibangun hanya beberapa bulan sudah mengalami rusak.

Jalan rabad beton dibangun Desember 2018 di Dusun Gumulan 2 RW 04 yang baru diperbaiki, permukaan jalan yang rusak hanya disiram air semen untuk menutup permukaan jalan yang terkelupas. Kamis (21/3/2019)

Empat titik bangunan jalan rabad beton yang sudah rusak tersebut dibiayai dari Dana desa tahun 2018 sebesar Rp 411.500.000 yang berlokasi di dua dusun, yaitu  berlokasi di Dusun Gumulan satu RW 01 Volume pekerjaan 88M x 3M x 0,12M anggaran Rp 29 juta; di RW 02  Volume  295M x 3M x0,12M anggaran Rp 127.500.000 ; dan di RW 03 Volume pekerjaan 295M x 3M x 0,12M anggaran Rp 127.500.000.

Dan yang satu titik lagi berlokasi di Dusun Gumulan dua RW 04 volume pekerjaan 295M x 3M x 0,12M anggaran Rp 127.500.000.

Bangunan tiga dititik dusun Gumulan satu, dikerjakan pada Agustus 2018 namun baru dua bulan dikerjakan sudah mengalami kerusakan, permukaan jalan aus dan banyak yang sudah terkelupas, disamping itu beberapa titik jalan sudah berlobang dan pecah-pecah.

Papan nama proyek normalisasi saluran air, yang sudah lama dipasang tapi sampai hari ini proyeknya tidak ada realisasi. Kamis (21/3/2019)

Karena saking parahnya kerusakan selanjutnya Pemerintah desa Gumulan melakukan perbaikan dengan cara akal-akalan, yakni melakukan pelapisan ulang permukaan jalan yang sudah rusak parah tersebut. Ketebalan lapisan ulang hanya kisaran ketebalan 2 sampai 3 Cm. Kendati sudah diperbaiki dengan cara akal-akalan namun tiga titik tersebut tetap mengalami kerusakan, yang semakin hari, semakin bertambah.

Sedangkan satu titik jalan di Dusun Gumulan  dua RW 04, selesai dikerjakan pada Desember 2018, baru sekitar dua bulan selesai dikerjakan jalan juga sudah rusak, permukaan jalan sudah banyak yang pecah-pecah, retak dan terkelupas. Pada hari Kamis 21 maret 2019 pemerintah desa Gumulan melakukan perbaikan jalan tersebut, masih dengan cara akal-akalan yaitu dengan cara menyiram permukaan jalan rabad beton dengan adukan semen, hanya untuk menutupi permukaan jalan yang terkelupas dan pecah-pecah.

Sementara itu menurut Fendi, ketua karang taruna desa Gumulan, ia mengaku mendapat tugas dari Kepala desa Gumulan, untuk melakukan perbaikan jalan rabad beton di Dusun Gumulan dua RT 04.

“Hari ini dapat tugas dari Kades (Ahmad Hudan), untuk memperbaiki jalan yang rusak, ini sudah saya kerjakan, hanya itu saja. Selebihnya saya tidak tahu, saya hanya bekerja, masalah anggaran pembangunan dan perbaikan jalan ini tanyakan saja ke Pak Kades.”  Kata Fendi. Kamis (21/3/2019).

Selain itu Fendi juga mengaku, pernah diperintahkan oleh kepala desa Gumulan, untuk memasang papan nama proyek normalisasi salura air desa yang dibiayai dari Dana desa 2018 sebesar Rp 78.787.900. Namun proyek normalisasi tersebut sampai hari ini tidak ada alias fiktif.

“Dulu saya pernah disuruh Kades memasang papan nama proyek normalisasi saluran air desa. Tapi sampai hari ini proyeknya setahu saya tidak ada. Saya cuman disuruh pasang papan nama proyek ya saya pasang. Papan nama proyek tersebut yang buat juga Kades, saya tinggal memasang saja.” Kata Fendi.

Kandang sapi di areal rumah Sekdes Gumulan, Harun. Digunakan untuk kandang sapi yang dibeli dari dana Bumdes pada tahun 2017. Sekarang sapi-sapi milik Bumdes tersebut sudah tidak ada lagi. Kamis (21/3/2019)

Menurut Salah seorang perangkat desa Gumulan yang keberatan disebutkan namanya, memang jalan rabad beton diempat titik yang berlokasi di Gumulan satu RW 01, RW 02, RW 03, dan di Dusun Gumulan dua RW 04, dibiayai Dana Desa tahun 2018, tapi hanya beberapa bulan dibangun sudah rusak.

“Ya jalan tersebut dibangun dengan Dana desa tahun 2018, hanya dua tiga bulan selesai dikerjakan sudah rusak. Jalan di Dusun gumulan 1 pernah diperbaiki pada Desember 2018 lalu, tapi jalan tersebut tetap rusak. Itu bisa anda lihat sendiri dilapngan.” Kata sang perangkat desa. Kamis (21/3/2019) petang.

Ia menambahkan sedangkan jalan di Dusun Gumulan 2 baru diperbaiki hari ini karena dipermasalahkan oleh salah satu Lsm.

“Sekitar 4 hari yang lalu proyek jalan didusun gumulan 1 dan Gumulan 2 dipersoalkan salah satu Lsm, makanya hari ini Kepala desa Gumulan, buru-buru memperbaiki. Saya memang perangkat desa, tapi perangkat desa tidak banyak dilibatkan dalam pelaksanaan Dana desa. Pelaksanaan di monopoli Kepala desa dan sekertaris desa. Sedangkan sekertaris desa adalah adik kandung Kades.” Kata sang perangkat desa, yang wanti-wanti untuk tidak disebutkan namanya.

Sang perangkat desa tersebut, juga mebeberkan dugaan penyimpangan Dana Desa Gumulan, misalnya pengunaan dana Badan usaha milik desa (Bumdes) Rp 100 juta tahun 2016, dan dana pembangunan jalan rabad beton tahun 2017 di Dusun Gumulan 1 RW 01 sebesar Rp 28 juta, diduga tidak direalisasikan.

“Tahun 2016 ada dana Bumdes Rp 100 juta, kemudian tahun 2017 dana tersebut dibelikan sapi. Sapi yang dibeli tersebut  dikuasai oleh Kepala desa dan Sekdes Harun. Sekdes ini adalah adik kandung Kades Gumulan. Saat ini sapi tersebut sudah tidak ada lagi, entah dikemanakan.” Ujar sang perangkat desa Gumulan.

Menurutnya, setahu saya Dana desa tahun tahun 2017 dianggarkan untuk pembangunan rabad beton di Dusun Gumulan 1 RW 01 sebesar Rp 28 juta. Ternyata bangunannya tidak ada. Pada Dana desa tahun 2018 dianggarkan lagi Rp 29 juta, baru yang tahun 2018 ada realisasi.

“Setelah Dana Desa 2018 cair, oleh kepala desa langsung dipotong Rp 29 juta, untuk membangun jalan rabad beton didusun Gumulan 1 RW 01. Saya menduga anggaran Jalan rabad beton 2017 sebesar Rp 28 juta, tidak direalisasi, terus uangnya dikemanakan. Dan ada lagi yang aneh pada Dana Desa 2018 dianggarkan untuk proyek normalisasi saluran air di Dusun Gumulan 1 dan 2, volume pekerjaan 1.114 M x 1,5  M anggaran sebesar Rp 78.787.900. Papan nama proyek sudah lama dipasang, tapi sampai hari ini pekerjaan dilapngan tidak ada, alias fiktif.” Kata Sang perangkat desa Gumulan, yang minta tidak disebutkan namanya dalam pemberitaan.

Wakil ketua BPD Desa Gumulan, H Suroto, saat dimintai konfirmasi ia mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Saya ini wakil ketua BPD, sedangkan ketua BPD mengundurkan diri, sampai hari ini jabatan ketua BPD masih kosong. Sebetulnya ketua BPD yang mengundurkan diri tersebut orangnya baik dan pandai masalah bangunan, karena ketua BPD adalah orang dari Dinas PU. Cuman saya tidak tahu kenapa ia mengundurkan diri dari jabatan ketua BPD, mungkin ia tidak cocok dengan Pemdes.” Kata H Suroto, Kamis (21/3/2019).

Suroto, mengaku ia hanya dilibatkan saat RPJM Desa, untuk masalah yang lain-lain ia mengaku tidak tahu. “Kalau permasalahan Dana Desa tersebut mau dibawa ke proses hukum oleh Lsm, itu silahkan itu hak mereka. Saya tidak melarang juga tidak menyuruh.” Kata Suroto.

Sementara itu Kepala Desa Gumulan, Ahmad Hudan, saat hendak dimintai kunfirmasi ia masih belum bisa ditemui “Pak Hudan, masih tidur, orangnya lagi sakit.” Kata salah seorang pekerja bengkel sepeda motor milik Ahmad Hudan.(Rin/Why/Dw)

Check Also

Jalan Rabad Beton Dibiayai DD Rp 279,386 Juta, Di Jombang Baru Beberapa Bulan Sudah Rusak

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Lagi-lagi proyek yang dibiayai dari Dana Desa (DD) di lingkungan Kabupaten Jombang bermasalah. Kali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *