Hukrim  

Bawa Celurit Untuk Tawuran, Dua Pelajar Di Palembang Ditangkap

Membawa celurit untuk tawuran, dua pelajar di Palembang ditangkap polisi.

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Membawa celuri untuk tawuran, dua pelajar di Palembang Sumatra selatan, di ringkus Tim Hunter Reborn Polrestabes Palembang. Minggu (21/1/2024).

Keduanya, yakni berinisial K (17 tahun) warga Jalan Tembok Baru, Kelurahan 10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang, dan B (18 tahun) warga Gandus, Palembang. Mereka dibekuk polisi sekira pukul 03.00 WIB.

Polisi menggelar patroli hunting di lokasi yang sering terjari tawuran, yang di Jalan Tembok Baru, Kelurahan 10 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang dan di Jalan KH Ahmad Dahlan dindepan Panhead, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.

Dari dua lokasi tersebut polisi mengamankan seluruhnya 12 remaja. Untuk pemeriksaan lebih lanjut semuanya dibawa ke Mapolrestabes Palembang.

“Menurut pengakuan dari mereka ini, awalnya mereka sedang kumpul – kumpul sesama teman mereka kemudian mendapatkan undangan “tantangan” melalui media sosial ajakan untuk melakukan tawuran. Merasa ditantang akhirnya mereka mendatangi lokasi tawuran,” Ungkap Kompol Iwan Gunawan mewakili Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono dan Kasat Reskrim AKBP Haris Dinzah, Selasa (23/1/2024).

Dari ke 12 orang diamankan terdapat anak-anak di bawah umur. Selain itu, kedapatan dua anak yang membawa senjata tajam jenis celurit panjang.

Menurut Kompol Iwan Gunawan bahwa remaja yang diamankan tersebut diamankan sebelum tawuran. “Namun niat dari mereka ini datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar wilayah rumah susun, untuk melaksanakan kegiatan tawuran,” katanya.

Kompol Iwan Gunawan mengimbau seluruh masyarakat Kota Palembang agar memperhatikan anak – anaknya.

“Anak tidak pulang jangan dibiarkan, karena tawuran berawal dari main – main dulu atau berkumpul sama temannya sampai larut malam hingga dini hari menjelang subuh lalu mendapat ajakan untuk tawuran melalui media sosial,” katanya.

Tawuran mereka anggap iseng saja, oleh karena itu kepada orang tua yang anaknya belum pulang hingga malam segera dicari. “Kalau bisa dijemput orang tua, diawasi ke mana mereka pergi, jangan sampai terjadi hal – hal yang tidak diinginkan,” Pungkasnya.***

Pewarta : JUNSRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!