godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Januari 17 2021
Home / Hukrim / Boca 16 Tahun Pelaku Pembunuhan Di Jombang, Divonis 2,8 Tahun Bui
Ilustrasi putusan hakim

Boca 16 Tahun Pelaku Pembunuhan Di Jombang, Divonis 2,8 Tahun Bui

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang, Jum’at (27/11/2020) menjatuhkan vonis 2 tahun, 8 bulan (2,8 tahun) pidana penjara, kepada bocah berinisial AHR (16) yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap M Alfian Rizky Pratama (12) warga Desa Sambongdukuh, kecamatan/kabupate Jombang.

Kasus pembunuhan tesebut hanya dipicu masalah geme online.

Kasipidum Kejaksaan Negeri Jombang, Tedhy Widodo, menyebutkan putusan tesebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntutan hukuman 4 tahun penjara dan pelatihan kerja selama 3 bulan.

”Dalam amar putusan majelis hakim PN Jombang menjatuhkan vonis 2 tahun 8 bulan penjara kepada AHR. Dalam pertimbangannya, hakim menjatuhkan vonis berdasar pembuktian unsur pembunuhan berencana yang dilakukan AHR. Oleh karena itu hakim tak memberikan hukuman berupa pelatihan kerja” Terang Tedhy Widodo, kepada wartawan.

Ia menambahkan, yang terbukti di persidangan adalah pasal 340 KUHP (Pembunuhan berencana) oleh karena itulah tidak ada hukuman pelatihan kerja. Dan dalam amar putusan hakim juga menyebutkan penahanan AHR akan dipindahkan ke Lapas Anak Klas 1 A Blitar.

Atas putusan hakim tesebut, darihak AHR menyatakan menerima putusan. Sementara JPU masih menyatakan pikir-pikir. “Putusan hakim memang lebih rendah dari tuntutan JPU, jadi kami masih punya waktu satu minggu untuk menyatakan tanggapan atas putusan itu,”  kata Tedhy.

Kasus ini bermula, saat M Alfian Rizky Pratama, warga Desa Sambongdukuh, ini dinyatakan tewas akibat tenggelam di dalam sungai Wisata Kedungcinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan pada Rabu (21/10/2020) lalu.

Jasad korban dievakuasi oleh warga sekitar pukul 16.00 WIB, dan dimakamkan di tempat pemakaman umum tempat tinggal korban.

Seiring berjalnya waktu, keluarga korban menemukan kejanggalan atas tewasnya M Alfian Rizky Pratama. Kejangalan tersebut mulai terbongkar atas cerita MA (17), yang saat itu bersama korban ke Kedungcinet bahwa sebelumnya korban sempat dianiaya AHR (16).

Selanjutnya Polisi melakukan penyelidikann, Atas izin keluarga, petugas bekerja sama dengan penyidik forensik RS Bhayangkara Kediri melakukan pembongkaran makam guna proses otopsi (23/10/2020). Polisi akhirnya menetapkan AHR (16) sebagai tersangka.

Polisipun menggelar Rekonstruksi atau Reka ulang adegan pembunuhan di Mapolres Jombang. Selasa (17/10/2020). Polisi menghadirkan tersangka AHR. Sebanyak 22 adegan diperagakan. Kegiatan digelar tertutup.

”Dalam kegitan Rekonstruksi ada 22 adegan, di adegan ke 16 sampai 18 yang mengakibatkan meninggalnya korban.” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Jombang, Ipda Agus Setiyani.

Dalam Rekonstruksi perkara diketahui, bahwa AHR diduga sudah sejak awal merencakan membunuh terhadap korban. Tersangka mengajak korban bersama temannya MA, ke Kedungcinet, di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan.

”Sedangkan temannya MA tidak mengetahu sama sekali rencananya tersangka. MA shock sampai gemetaran. Karena waktu bilangnya mau diajak berfoto-foto di situ,” Ujarnya.

Setibanya di TKP, tersangka menarik korban dan menceburkannya ke sungai. Korban yang saat itu tenggelam sempat melambaikan tangan ke atas air. Bukannya menolong, tersangka malah menenggelamkan korban dengan menggunakan kakinya.

”Di adegan ke 16, korban ditarik ke sungai, terus masih sempat tangannya ke atas, habis itu tersangka menenggelamkan pakai kaki sebanyak tiga kali,” Terang Agus Setiyani.

Saat kejadian itu, MA berada di lokasi dengan jarak sekitar 2 meter. ”MA melihat waktu korban, sudah masuk ke sungai, mau menolong tidak boleh sama tersangka,” jelasnya.

Dari rekonstruksi itu terungkap jelas motif tersangka menghabisi korban lantaran sakit hati tidak diberitahu password untuk membuka akun game online. ”Setelah kita mintai keterangan tidak ada masalah lain, cuma masalah game itu aja. Jadi motifnya pembunuhan dipicu pelaku sakit hati dan dendam kepada korban karena password-nya geme online, belum dikasihkan oleh korban, meskipun sudah ditebus dengan uang Rp 200 ribu.” Imbuh Agus Setiyani.

Atas perbutanya, tersangka AHR dikenakan pasal 76 c junto pasal 80 ayat 3 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun an maksimal 15 tahun penjara. Papar Agus Setiyani. (Ris/Snt)

Check Also

Kejari Tahan Mantan Ketua KONI Jombang Tanpa Borgol Dan Rompi Tahanan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Tim penyididik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, hari ini Jum’at (8/1/2021) siang. Melakukan  penahanan, terhadap  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!