Hukrim  

Caleg DPRD Madiun Ditangkap Polisi, Gegara Maling Dibelasan Toko

Penyidik Polres Madiun memeriksa kedua tersangka kasus pembobolan atau pencurian belasan toko dan rumah di Mapolres setempat, Jumat (1/12/2023) . Dari kedua tersangka, satu orang di antaranya merupakan caleg DPRD salah satu parpol di Kabupaten Madiun. (FOTO : Dok Humas Polres Madiun)

MADIUN, NusantaraPosOnline.Com-Seorang calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Madiun berinisial ADK (25 tahun) dibekuk polisi setelah membobolan 18 toko dan rumah di sejumlah wilayah Kabupaten Madiun. Selain ADK polisi juga menangkap tersangka berinisial BP.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Magribi, tersangka ADK adalah warga Kelurahan Bangunsari, Kecematan Mejayan, Kabupaten Madiun,  Jawa Timur, merupakan caleg DPRD Kabupaten Madiun dari salah satu partai politik.

“Tersangka ADK kami tangkap bersama BP yang berkomplot, sama-sama membobol toko dan rumah. Mereka kami tangkap di sebuah kos-kosan di Mejayan, pada Kamis (30/11/2023) lalu. Tersangka ini memang spesialis pembobol toko dan rumah kosong,” ungkap Magribi.

Dalam modus operandi mereka, calon legislator tersebut bersama rekannya berperan dalam aksi pembobolan toko, dengan satu di antara mereka bertindak sebagai sopir sementara yang lainnya bertugas sebagai eksekutor. Polisi berhasil melacak jejak keberadaan kedua tersangka berkat rekaman video CCTV di sejumlah titik kejahatan.

Hasil penggerebekan menunjukkan penyitaan perhiasan dan uang tunai sejumlah Rp 10 juta yang diduga hasil pencurian. Tindakan kriminal yang dilakukan tak hanya terbatas di Madiun, tetapi juga menjangkau empat lokasi kejahatan lain di wilayah sekitarnya.

Barang bukti yang diamankan mencakup peralatan yang digunakan untuk melakukan aksi pembobolan, barang-barang curian, serta dokumen yang mengaitkan kedua tersangka dengan serangkaian kejahatan tersebut. ADK dan BP akan menghadapi proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang dapat menghadirkan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun. Polisi menegaskan komitmen mereka dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. (Eny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!