Hukrim  

Dapat RJ, Sembilan Oknum Pesilat Tersangka Pengeroyokan di Jombang Dibebaskan Dari Penjara

Pelepasan Rompi Tahanan terhadap 7 oknum perguruan sialat tersangka kasus pengeroyokan dan penganiayaan, dilaksanakan di aula Kejaksaan Negeri Jombang, pada Selasa (23/1/2024) siang.

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Sebanyak 9 orang oknum dari salah satu perguruan silat tersangka kasus pengeroyokan di Kabupaten Jombang Jawa timur, dibebaskan dari jeratan hukum, dan dibebaskan dari dalam penjara, setelah mendapatkan Restorative Justice (RJ) dari Kejaksaan negeri (Kejari) Jombang. Selasa (23/1/2024).

Ke 9 oknum perguruan silat ini, adalah para tersangka kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap MHW (17 tahun) pelajar SMA, yang terjadi di Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, pada 30 Oktober 2023 lalu.

Dalam pemberian RJ ini, sebanyak 7 tersangka dihadirkan dikantor Kejari Jombang.  Sedangkan 2 tersangka lainya sudah di Diversi karena masih dibawah umur, dan telah terlebih dahulu dibebaskan menghirup udara bebas dari jeruji besi.

Kajari Jombang, Agus Chandra, mengtakan, bahwa pertimbangan dilakukan Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif  yaitu dalam rangka memulihkan seperti semula, sehingga tidak ada unsur balas dendam.

Sebanyak tujuh tahanan kasus pengeroyokan dan penganiayaan dengan satu korban di Kabupaten Jombang dinyatakan bebas setelah dilakukan RJ.

“Memang penyelesaian melalui RJ ini tidak sampai pada pengadilan. Harapannya agar si pelaku tidak memiliki catatan sebagai pelaku kriminal. Sehingga ke depan harapan kita, mereka bisa menyongsong masa depan yang lebih baik,” Katanya.

Selain itu Chandra menjelaskan, bahwa para tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Dan keinginan berdamai lahir dari kedua belah pihak sebelum tahap penuntutan.

“Masyarakat juga merespon positif dan mendukung langkah-langkah Kejaksaan Negeri Jombang,” Katanya.

Penyampaian Surat Ketetapan Penyelesaian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif yang ditandai dengan Pelepasan Rompi Tahanan  dilaksanakan di aula Kejaksaan Negeri Jombang, pada Selasa (23/1/2024) siang, di hadiri oleh Pj Bupati Jombang Sugiat, beserta Forkopimda, Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, korban, keluarga korban, keluarga tersangka, dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan Pemutaran Video pendek terkait Penyelesaian Perkara berdasarkan Restorasi Justice. Dilanjutkan penyerahan.

Pj Bupati Jombang Sugiat bersama Forkopimda yang hadir menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jombang beserta tim, yang telah berkomitmen dan bekerja keras dalam menegakkan keadilan.

“Pada kesempatan ini, kita bukan hanya menyaksikan proses hukum yang berjalan, tetapi juga menunjukkan tekad kita dalam mengembangkan pendekatan keadilan restoratif sebagai bentuk kedewasaan dan peradaban hukum di daerah kita”, tutur Sugiat.

Disampaikan Pj Bupati Jombang Sugiat bahwa pelepasan rompi tahanan bukan hanya simbol dari penyelesaian hukum, tetapi juga pembuktian bahwa setiap individu memiliki peluang untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan kembali berkontribusi positif dalam masyarakat.

“Dalam rangka persetujuan penyelesaian perkara ini, kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang turut memberikan dukungan penuh. Dan kita semua berharap bahwa hasil dari proses ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, mendukung rehabilitasi, dan membangun kembali kepercayaan di antara kita.” tandasnya.***

Pewarta : WAHYU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!