godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , November 29 2020
Home / Daerah / Dianggab Lahan Bisnis, Warga Di Makassar Ramai-Ramai Tolak Rapid Test Massal

Dianggab Lahan Bisnis, Warga Di Makassar Ramai-Ramai Tolak Rapid Test Massal

MAKASAR, NusantaraPosOnline.Com-Sejumlah warga di Kota Makassar melakukan aksi penolakan untuk melakukan rapid test massal. Mereka menilai bahwa rapid test dijadikan lahan bisnis semata.

Ekspresi penolakan tersebut dituangkan dalam bentuk tulisan pada spanduk, seperti yang terlihat di ujung gang di Jalan Barukang, Kelurahan Panampu, Kecamatan Mamajang, ‘Menolak keras rapid test Covid-19 dan ‘Corona Virus Mafia’.

Penolakan serupa juga tampak di Jalan Da’wah, Kecamatan Tallo yang membentangkan spanduk menutup gang ‘Kami warga Da’wah menolak keras!! Rapid tes #bukan lahan bisnis’.

Warga Parang Layang, Kecamatan Bontoala, juga melakukan penolakan yang sama. ‘Warga Parang Layang Menolak Rapid Test Covid-19 Menerima Sembako’.

Camat Bontoala, Syamsul Bahri, mengatakan spanduk tersebut sudah diturun setelah pihaknya melakukan edukasi kepada warga setempat. “Hanya kesalapahaman informasi, Alhamdulillah mereka sudah paham. Mereka mendengar isu-isu luar,” Terangnya.

Syamsul mengaku pemerintah akan memberikan informasi kepada warga dan akan memberikan edukasi soal penaganan Covid-19.

“Misalnya Amanmi Bontoala yang tutup Jalan sudah dibuka. saat ini. Kendati demikian sampai hari ini di Kecamatan Bontoala belum ada rapid test massal.” Ujar Syamsul. Kepada wartawan. Minggu (7/6/2020).

Namun pernyataan Camat Bontoala, berbeda dengan pernyataan Camat Tamalate, Hasan Sulaiman, yang mengaku pihaknya telah menempuh segala cara, termasuk tindakan persuasif dengan warganya namun hasilnya nihil. Sebagian warga, memang bersikeras tidak mau melakukan rapid test.

“Kalau memang mereka ada yang punya gejala awal seperti itu (Covid-19), tinggal disampaikan ke masyarakat sekitar. Kita edukasi masyarakat sekitar supaya ia tidak melaksanakan aktivitas di luar. Begitupun masyarakat di sekitarnya (zona merah) tidak melakukan interaksi,” kata Hasan.

Sementara itu Camat Wajo Ansaruddin mengaku heran dengan adanya penolakan rapid test di daerahnya. Karena didaerah Kecamatan Wajo, memang saat ini tak ada program rapid test massal.

“Hal itu sudah kita sampaikan, bahwa hingga hari ini diwilayahnya tidak ada program rapid test masal. Penolakan warga, lantaran banyaknya isu yang beredar sehingga terjadi missinformasi. Jadi apa yang mau ditolak kalau tidak ada (rapid test masal),” Kata Ansaruddin.

Terkait hal tersebut, pengamat pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto menyebutkan, penomena penolakan warga atau resistensi pada rapid test massal hanyalah dampak dari distorsi informasi tentang penanganan wabah Covid-19.

Pemerintah, kata dia, tidak cukup dipercaya warga dalam penyelenggaraan layanan rapid test.

“Selama ini, pemerintah dan otoritas kesehatan belum bisa memberi penjelasan yang meyakinkan soal posisi rapid test, terutama soal akurasinya yg banyak di ragukan,” Kata Andi. Minggu (7/6/2020).

Ia berpendapat, kondisi seperti itu telah menimbulkan keresahan dan ketidakpastian status medis setelah menjalani rapid test.

“Pemerintah yang tertutup dan minus transparansi akan memicu public distrust. Trust atau kepercayaan publik bisa lahir kalau pemimpin atau komunikator pemerintah bisa menyampaikan informasi kebenaran (truthful information),” Ujarnya.

Menurut dia, pemerintah di seluruh tingkatan, dituntut menyampaikan informasi dengan penuh empati, kejujuran, dan keterbukaan dalam menyampaikan informasi soal rapid test ini.

“Tanpa langkah-langkah komunikasi seperti itu, perlawanan demi perlawanan warga, akan terus terjadi. Sebuah sikap yang sedang mempertaruhkan pengorbanan tenaga medis dan kesehatan, yang sedang berjuang di garis depan perlawanan atas pandemi Covid-19,” tegasnya. (ags)

Check Also

Hamili Janda, Perangkat Desa Di Ponorogo Didemo Warganya

PONOROGO, NusantaraPosOnline.Com-Ratusan wargadi Desa Purwosari Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!