godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , September 25 2021
Home / Peristiwa / Diduga Depresi, Kakek 73 Tahun Di Jombang Ditemukan Tewas Di Dalam Sumur
Petugas melakukan evakuasi jazad Eddy dari sumur. Rabu (4/8)

Diduga Depresi, Kakek 73 Tahun Di Jombang Ditemukan Tewas Di Dalam Sumur

NusantaraPosOnline.Com, JOMBANG-Seorang kakek Eddy Wijaya (73) warga Jl merdeka no 193 RT 004 RW 003 Dusun / Desa Mojowarno   Kecamatan Mojowarno, Jombang. Ditemukan tewas di dalam sumur miliknya sendiri. Rabu (4/8/2021) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Mojowarno, AKP Yogas, mengatakan Korban Eddy diduga bunuh diri dengan cara menceburkan dirinya ke sumur, karena depresi, istri korban baru saja meninggal dunia hari Sabtu tanggal 31 Juli 2021 karena terpapar Covid-19. “Setelah ditinggal istrinya meninggal dunia Eddy mengalami depresi.” Terang Yogas. Rabu (4/8/2021).

Yogas menjelaskan, jazad Eddy ditemukan tak bernyawa, pada hari Rabu 4 agustus 2021 sekitar jam 06.00. Saat itu tetangga korban bernama Fatchurohman (64) yang akan membeli elpiji di kios milik korban, yang saat itu di temui anak korban bernama Agung (40), dan menanyakan keberadaan korban. Namun Agung, tidak mengetahuinya keberadaan ayahnya (Korban).

Selanjutnya Agung dan Fatchurohman, bersama-sama mencari korban dan saat itu meliht sandal korban di dekat sumur, dan mereka melihat ke dalam sumur, dan melihat korban Eddy (kelihatan rambut) sudah dalam keadaan tak bernyawa di dalam sumur.

“Atas kejadian tersebut Fatchurohman, memanggil tetangga yang lain untuk melihat dan menolongnya akan tetapi korban sudah meninggal dunia di dalam sumur yang terletak di halaman depan rumah korban. Dan anak korban melaporkan ke pihak polsek Mojowarno.” Ujar Yogas.

Tak lama berselang, setelah menerima laporan pihak kepolisian setempat bersama tim identifikasi juga dibantu oleh petugas dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang, tiba di TKP, dan melakukan evakuasi jazad Eddy dari dalam sumur..

“Dari hasil indentifikasi dan keterangan saksi. Dan menurut keterangan dari anak korban Agus, menyebutkan, bahwa korban mengalami depresi semenjak ditinggal oleh istrinya yang meninggal terpapar Covid-19.  Dan tidak ada kekerasan pada tubuh korban. Jadi kesimpulan sementara korban meninggal dunia murni bunuh diri.

“Pihak keluarga korban juga menyadari bahwa kejadian ini musibah dan murni karena bunuh diri.  Mereka tidak mempermasalahkan. Kemudian keluarga korban dan disaksikan oleh perangkat desa membuat pernyataan permohonan untuk tidak dilakukan otopsi dan korban segera dimakamkan.”  Ujarnya. (Why)

Check Also

LBH Yogya Deserang Delempar Bom Molotov

YOGYAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta di Jalan Benowo Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!