godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , April 26 2019
Home / Pemerintah / Diduga Fiktif, Proyek Dana Desa Gumulan, Jombang Terus Disoal
Salah satu contoh saluran air di Desa gumulan yang sudah dibersihkan sendiri oleh warga, secara gotongroyong tampa dibayar. Minggu (24/3/2019)

Diduga Fiktif, Proyek Dana Desa Gumulan, Jombang Terus Disoal

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pekerjaan Dana Desa(DD) tahun anggaran 2018 di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben Jombang, Jawa Timur, Terus dipersoalkan, pasalnya proyek yang dibiayai dari DD 2018 tersebut diduga ada yang fiktif.

Koordinator Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Safri nawawi, menduga Realisasi dari kegiatan DD tahun 2018 tersebut dinilai bermasalah karena menurutnya ada pengerjaan DD yang tidak direalisasikan oleh Pemerintah desa Gumulan.

“Sesuai laporan dari perangkat desa, dan masyarakat setempat kepada kami (Lsm Arak) pada APBDes Gumulan tahun 2018 telah dianggarkan Rp 78.787.900. Untuk proyek normalisasi saluran air di Dusun Gumulan 1 dan 2, volume pekerjaan volume pekerjaan 1.114 M x 1,5  M. Namun sampai hari ini pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan. Atau diduga fiktif.” Kata Safri, Minggu. (24/3/2018).

Salah satu contoh saluran air di Desa gumulan yang sudah dibersihkan sendiri oleh warga, secara gotongroyong tampa dibayar. Minggu (24/3/2019)

Setelah kami kroscek dilapangan  papan nama proyek, sudah lama sekali dipasang, di pinggir saluran air di Dusun Gumulan 1, tapi pekerjaan sampai hari ini tidak ada.

“DD 2018 berasal dari APBN 2018. Sedangkan masa berlaku APBN mulai dari 1 Januari – 31 Desember 2018. Jadi aneh kalau proyek DD 2018 sampai hari ini tidak dilaksanakan Kades Gumulan. Kalau Kepala desa Gumulan mau mengerjakan prok tersebut di bulan-bulan ini, lalu mengacu keaturan yang mana.? Oleh karena itu kami menduga proyek tersebut fiktif.” Tegas Safri.

Menurut safri, kasus yang hampir serupa pernah terjadi pada DD Gumulan tahun anggaran 2017 lalu. Pada DD tahun 2017 lalu, Pemerintah desa Gumulan, juga pernah menganggarkan untuk pembangunan jalan rabad beton di Dusun Gumulan 1 RW 01 sebesar Rp 28 juta. Proyek tersebut tidak direalisasikan oleh Kades Gumulan.

Papan nama proyek Dana Desa 2018, normalisasi saluran air, yang sudah lama dipasang tapi sampai hari ini proyeknya tidak di realisasikan oleh Kades Gumulan. Kamis (21/3/2019)

“Pada DD 2018 diangarkan lagi sebesar Rp 29 juta, barulah tahun 2018 jalan rabad beton di Dusun Gumulan 1 RW 01. Artinya anggaran DD tahun 2017  sebesar Rp 28 juta, untuk jalan rabad beton di Dusun Gumulan 1 RW 01, tersebut diduga fiktif, karena yang 2017 tidak ada pekerjaan fisiknya dilapangan.” Tegas Safri.

Kami menduga proyek normalisasi saluran air dari DD tahun 2018 sebesar Rp 78.787.900, diduga akan diselewengkan Kades Gumulan, dengan modus yang sama seperti, proyek jalan rabad beton di Dusun Gumulan 1 RW 01.

“Kalau tidak diketahui warga atau tidak dipersoalkan masyarakat dan perangkat desa ke kami (Lsm Arak) nantinya proyek normalisasi ini akan seperti DD tahun 2017 ada yang tidak dilaksanakan. Oleh karena itu kami minta aparat penegak hukum mengusut kasus ini. Agar menjadi pelajaran kita bersama, supaya DD di Kab Jombang ini betul-betul membawa manfaat bagi masyarakat.” Tegas Safri.

Terkait hal tersebut menurut salah seorang pejabat Dinas pemberdayaan masyarakat dan Desa (DPMD) kabupaten Jombang, yang keberatan disebutkan namanya, ia mengatakan, bahwa proyek Normalisasi yang dianggarkan pada DD 2018 dikerjakan pada akhir Maret 2019 itu tidak boleh.

“Kalau ada proyek DD tahun 2018 terus dikerjakan pada akhir Maret 2019 itu sudah tidak benar, menyalahi prosedur. Seharusnya DD 2018 yang hari ini belum diserap harus dikembalikan ke Kas Negara atau masuk Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa). Tidak boleh dilaksanakan akhir bulan ini.” Katanya, saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya. Sabtu (23/3/2019) malam, sembari mengatakan, kita sambung saja dikantor, apa yang tidak jelas bisa meminta konfirmasi dikantor. “Konfirmasi saja ke bapak pimpinan saya (Kepala DPMD) beliau punya kewenangan  menjelaskan ” Ucapnya.

Menurut Pendamping DD Desa Gumulan, Muklas, juga merupakan warga desa Gumulan, saat dimiantai konfirmasi ia mengatakan bahwa untuk anggaran DD tahun 2017 untuk jalan rabad beton di Dusun Gumulan 1 RW 01, sebesar Rp 28 juta. Ia mengaku kurang paham

“Saya mulai jadi pendamping DD desa Gumulan pada Akhir Desember 2017, semua anggaran proyek sudah diserap semua. Jadi saya kurang paham kalau masalah DD 2017. Tapi kalau DD tahun 2018 ini memang betul dianggarkan untuk normalisasi saluran air sebesar Rp 78.787.900, dan sampai hari ini memang betul belum dilaksanakan oleh Kepala desa Gumulan.” Kata Muklas, Minggu (24/3/2019).

Muklas mengaku terkait belum dilaksanakan proyek tersebut, pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan Pemerintah desa agar proyek tersebut dilaksanakan,  dan ditingkat kecamatan juga sudah melakukan monitoring, juga sudah mengingatkan dan melakukan pembinaan.

“Kami selaku pendamping, sudah melaksanakan tugas, buktinya bisa dikonfirmasi di Kecamatan ada bukti-buktinya. Dan pihak kecamatan juga sudah berkali-kali mengingatkan. Tapi kami pendamping DD tidak punya kewenangan untuk eksekusi. Semuanya kita kembalikan lagi ke pemerintah desa. Mau melaksanakan atau tidak itu tergantung Kepala desanya. Tapi memang betul kalau proyek normalisasi tersebut sampai sekarang belum dilaksanakan.” Terang Muklas.

Dan saya tidak tahu apa alasan Kepala desa Gumulan belum melaksanakan proyek normalisasi tersebut.

“Memang DD 2018 berlaku sejak 1 januari – 31 Desember 2018. Tapi bisa saja pelaksanaan bangunan DD terkendala faktor alam,  misalnya bencana gempa, banjir, kebakaran dll. Tapi kalau proyek Normalisasi saluran air desa Gumulan, saya tidak paham apa alasan kok belum dilaksanakan. Padahal kalau karena alasan bencana alam kayaknya tidak.”  Ujar  Muklas.

Menurut Ketua RT 01 Dusun Gumulan 1, Samsuri, ia mengaku tidak mengetahui proyek normalisasi saluran air tersebut.

“Saya tidak paham masalah proyek normalisasi tersebut. Tapi untuk saluran air yang ada di wilayah RT saya ini, sudah kami bersihkan secara gotong-royong warga, atau dibersihkan sendiri-sendiri oleh warga. Pak Kades menyuruh agar warga membersihkan saluran air menghadapi musim hujan. Oleh karena warga secara sukarela membersihkan sendiri-sendiri tanpa dibayar.” Kata Samsuri, Minggu. (24/3/2019).

Samsuri, mengaku memang ada papan nama proyek Normalisasi yang sudah lama dipasang dipinggiran saluran air. Sekitar 50 meter dari rumahnya, tapi ia mengaku tidak mengetahui proyeknya dimana.

Saat ditanya apa sering terjadi banjir disekitar rumah warga ? “Selama ini jarang terjadi banjir, saluran air berfungsi dengan baik. Contohnya beberapa hari ini hujan tapi saluran airnya agak kering. Jadi meski musim hujan disini jarang sekali banjir.” . Tambah ketua RT.

Kepala desa Gumulan Ahmad Hudan, saat dimintai konfirmasi, melalui pesan singkat WhatsApp “Saya bisa dimintai konfermasi hari Selasa 26 Maret 2019 datang saja kerumah (Kediaman Kades).” Singkat. Sabtu (23/3/2019) malam.

Diberitakan sebelumnya proyek DD tahun 2018 di Gumulan, bukan hanya terjadi dugaan proyek fiktif. Tapi ada empat titik pelaksanaan proyek jalan rabad beton yang berlokasi di Dusun Gumulan 1 dan 2, yang dibiayai DD 2018 sebesar Rp 411 juta, baru dua bulan selesai dibangun sudah rusak. (Rin/Why/Dw)

Check Also

Jalan Rabad Beton Dibiayai DD Rp 279,386 Juta, Di Jombang Baru Beberapa Bulan Sudah Rusak

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Lagi-lagi proyek yang dibiayai dari Dana Desa (DD) di lingkungan Kabupaten Jombang bermasalah. Kali …

One comment

  1. Usut tuntas oknum monopoli dana desa.
    Jempol buat Nusantara pos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *