godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Mei 16 2021
Home / Daerah / Gelapkan Sertifikat, Tias Kinasih Wanita Asal Nganjuk, Terancam Di Polisikan
Sara Eny Sugiarti

Gelapkan Sertifikat, Tias Kinasih Wanita Asal Nganjuk, Terancam Di Polisikan

NGANJUK, NusantaraPosOnline.Com-Diduga menggelapkan sertifikat tanah (buku tanah), milik saudarnya sendiri, Tias Kinasih wanita asal Desa Jati greges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, bakal dilaporkan ke Polisi oleh Sara Eny Sugiarti, warga desa Sidorejo, Pare, Kabupaten Kediri.

Adapun sertifikat tanah yang diduga digelapkan Tias Kinasih, adalah sertifikat tanah seluas 529 M2 yang berlokasi di JL Sentono III RT 002, RW 002 Desa Pace Kulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa timur, sertifikat tanah atas nama : SAPTO WIYATNO, buku tanah nomor : 12.26.05.07.1.00702.

Menurut Eny, saya sudah berusaha baik-baik untuk meminta sertifikat tanah milik saya, yang dijaminkan untuk pinjaman hutang sebesar Rp 9 juta, kepada Tias Kinasih, tapi tak pernah ditanggapi oleh Tias.

Tanah pekarangan seluas 529 M2 di JL Sentono III RT 002, RW 002 Desa Pace Kulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Rabu. (10/2/2021)

“Saya sudah berkali-kali mendatangi rumah Tias Kinasih, di Dusun Aditoyo, Desa Jatigreges, Nganjuk, tapi tidak pernah ketemu Tias. Karena Tias Kinasih kerja di Jakarta. Saya ketemu dengan adik-adik nya Tias Kinasih, saya berkali-kali titip pesan keadik-adiknya Tias, bahkan saya menitipkan surat, melalui adiknya, untuk disampaikan kepada Tias. Tapi tidak ada tanggapan apa-apa dari Tias Kinasih. Jadi kesabaran saya sudah habis rencananya Tias Kinasih, akan saya laporkan ke Polisi, atas tuduhan pengelapan sertifikat tanah milik keluarga saya.” Kata Eny, Kamis (11/2/2020).

Eny juga mengaku sudah berkali-kali menelpon Tias Kinasih, namun ia tidak mau menerima telpon dari Eny. “Tias Kinasih, tak pernah mau menerima telpon dari saya. Memang pernah ia terima telpon saya, tapi cuman dijawab saya sedang sibuk, dengan nada ketus, lalu telpon ditutup. Jadi saya menganggap Tias Kinasih, tidak ada itikat baik mengembalikan sertifikat tanah milik saya. Oleh karena itulah saya akan lapor Polisi.” Ujar Eny.

Eny menceritakan, awal mula sertifikat tanah miliknya bisa berada ditangan Tias Kinasih, bermula tahun 2004 lalu, saat suami Eny, yaitu Sapto Wiyatno, masih hidup.

“Tahun 2004 lalu, saya dan suami saya (Sapto wiyanto) meminjam uang sebesar Rp 9 juta, kepada Tias Kinasih, dengan jaminan sertifikat tanah. Uang pinjaman tersebut, kami gunakan untuk memperbaiki rumah. Kemudian pada 21 Februari 2006 suami saya (Sapto Wiyanto) meninggal dunia. Nah setelah suami saya meninggal dunia, saya sudah beberapa kali untuk membayar hutang tersebut, kepada Tias Kinasih. Tapi Tias Kinasih, selalu tidak mau menemui saya, dan di telpon tidak mau menerima. Oleh karena itu saya terpaksa akan lapor Polisi.” Ujarnya.

Rumah kediaman Tias Kinasih, didusun Aditoyo, desa Jati greges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Rabu. (10/2/2021)

Eny menambahkan, setelah suami saya (Sapto wiyanto) meninggal dunia, secara otomatis, tanah tersebut adalah milik saya dan kedua anak saya, selaku ahli waris. Tanah tersebut kami dapatkan dari cara membeli, saat suami saya (Sapto wiyanto) masih hidup, bukan tanah warisan. “Sertifikat ini perlu saya urus agar, bisa diwariskan kepada anak-anak kandung saya (anak almarhum Sapto wiyanto).” Imbuhnya.

Eny juga menjelaskan, sebenarnya Tias Kinasih, ini adalah adik ipar saya (Adik dari almarhum Sapto wiyatno). Tapi meski Tias Kinasih adalah adik ipar saya, ia tidak bisa semenah-menah mengambil atau mengelapkan sertifikat tanah kami, apalagi tanah tersebut bukan warisan dari orang tua mereka.

“Tanah itu hasi jerih payah saya dengan suami saya (Sapto Wiyatno) dulu. Saya dan suami saya dulu, meminjam uang Rp 9 juta kepada Tias Kinasih dengan jaminan sertifikat. Jadi bukan menjual tanah. Dulu harga tanah tersebut sekitar Rp 25 juta, lebih. Jadi setelah suami saya (Sapto wiyatno) meninggal dunia, Tias Kinasih, mengaku-ngaku membeli dari kami itu sama sekali tidak benar. Itu akal bulus dia untuk menguasai tanah kami, dan Tias Kinasih tak ada bukti apapun bahwa ia membeli tanah itu.” Ujar Eny.

Eny menegaskan, sampai hari ini tanah tersebut, masih kami kuasai atau jadi milik kami, tapi sertifikatnya entah di bawa kemana oleh Tias Kinasih. “Dari dulu sampai sekarang saya bersedia memberi bunga pinjaman uang tersebut, tapi Kinasih yang tidak pernah mau menemui saya. Kalau dalam waktu dekat tidak ada penyelesaian terpaksa saya melaporkan Kinasih ke Polisi. Saya juga sempat koordinasi minta petujuk kepihak BPN Nganjuk, mereka juga menyarankan saya agar melaporkan Tias Kinasih, ke Polisi.”  Tegas Eny.

Terkait hal tersebut, Tias Kinasih, saat hendak dimintai konfirmasi di rumahnya Dusun Aditoyo, Desa Jatigreges, ia sedang tidak ada dikediamanya. “Orangnya (Tias Kinasih) tidak dirumah, ia kerja di Jakarta.” Kata tiga orang adik-adik dari Tias Kinasih. (War)  

Check Also

Penggrebekan Lokalisasi Ngemblok, Polisi Temukan Dua PK Di Bawah Umur

PATI, NusantaraPosOnline.Com-Jajaran Polres dan Satpol PP Pati kembali menggrebek sejumlah tempat hiburan karaoke di Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!