godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Desember 5 2021
Home / Nasional / Jadi Lahan Korupsi Alex Noerdin Cs, Masjid Sriwijaya Mangkrak Jadi Sarang Ular-Babi
3 orang tersangka korupsi Masjid Sriwijaya Palembang masih dalam tahap penyidikan.

Jadi Lahan Korupsi Alex Noerdin Cs, Masjid Sriwijaya Mangkrak Jadi Sarang Ular-Babi

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan terus mengusut kasus korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang terjadi tahun 2015 hingga 2017 yang melibatkan eks Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin Cs. Dalam kasus ini, kerugian negara diduga mencapai Rp 130 miliar.

“Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang tersebut mangkrak tidak selesai, akibat dari penyimpangan tersebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp130 miliar,” kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer dalam jumpa pers virtual, Rabu pekan lalu.

4 koruptor Masjid Sriwijaya Palembang yang dituntut hukuman 19 tahun Bui, dan dituntut mengembalikan uang total sebesar Rp 46,114 miliar. Jumat 29 Oktober 2021 lalu.

Loenard menjelaskan penyaluran dana pembangunan masjid ini. Dana disalurkan dalam dua tahap pada 2015 dan 2017.

“Bahwa yang pertama, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyalurkan dana hibah kepada yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang guna pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang. Dengan rincian pertama tahun 2015 menggunakan dana APBD tahun 2015 menyalurkan dana hibah sebesar Rp 50 miliar. Kedua pada tahun 2017 dengan menggunakan dana APBD tahun 2017 sebesar Rp 80 miliar,” Kata Leonard Eben.

Pantauan NusantaraPosOnline.Com dilapangan kondisi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya di Palembang, saat ini kondisinya amat memprihatinkan, mangkrak akibat kasus korupsi itu kini menjadi sarang ular hingga babi hutan.

Proyek masjid yang berada di Jl Pangeran Ratu, Jakabaring, Palembang itu ditumbuhi ilalang. Gerbang depannya sudah roboh itu menyisakan plang bertuliskan “Kawasan dan Bangunan ini dalam proses penyidikan Tipikor Kejati Sumsel.”

Proyek pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang di Jl Pangeran Ratu, Jakabaring, Palembang, yang mangkrak, akibat jadi lahan korupsi pejabat Sumsel Alex Noerdin Cs.

Akses menuju bangunan utama Masjid Sriwijaya juga sangat mengerikan. Warga setempat bahkan tidak menyarankan untuk menuju ke bangunan utama berjalan kaki. Karena di sana ada ancaman serangan ular berbisa hingga babi hutan.

“Kalau mau masuk ke dalam bangunan masjid berhati-hati. Karena warga sering lihat ular berbisa jenis kobra dan babi di sekitaran proyek” kata salah seorang warga yang sehari-hari sering berdagang di sekitar kompleks Masjid Sriwijaya.

Bangunan utama Masjid Sriwijaya yang kini mangkrak juga amat memprihatinkan, bangunan sudah berlumut, dan terlihat genangan air yang berlumut.  Warga sekitar berharap lahan masjid yang kini menjadi sarang ular hingga babi itu bisa segera dibersihkan karena sudah terbengkalai sejak lama.

“Lokasi proyek sudah ditumbuhi rumput yang sudah tinggi-tinggi seperti ini kan positif pasti banyak ular. Bukan cuman ular, babi saja kami pernah lihat, babi hutan. Kami harap bisa dibersihkan agar tidak ada lagi ular dan babi di lokasi tersebut,” ungkapnya.

Proyek pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang di Jl Pangeran Ratu, Jakabaring, Palembang, yang mangkrak, akibat jadi lahan korupsi pejabat Sumsel Alex Noerdin Cs.

Terkait hal ini Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas, meminta pembangunan masjid tersebut dilanjutkan agar bisa dimanfaatkan warga sekitar. “Pembangunan Masjid Sriwijaya yang mangkrak itu merupakan salah satu bukti buruknya tindakan korupsi yang harus diberantas.” Ujarnya.

Sementara itu Sekjen MUI Amirsyah Tambunan mendesak aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus korupsi tersebut. Hal itu penting dilakukan agar lahan tersebut bisa dimanfaatkan dan dilanjutkan pembangunannya.

Dalam kasus ini Kejati Sumsel sudah meringkus 7 orang tersangka. Dengan perincian 4 orang sudah disidang sebagai terdakwa. Empat orang tersebut yakni : Edi Hermanto ketua panitia pembangunan masjid Sriwijaya; Syarifudin Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya; Yudi Arminto Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya; dan Dwi Kridayani KSO PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya. Keempat koruptor ini dalam sidang tuntutan di PN Tipikor Palembang, pada Jumat 29 Oktober 2021 lalu dituntut hukuman 19 tahun penjara, dan dituntut mengembalikan uang total sebesar Rp 46,114 miliar.

Sedangkan 3 orang tersangka masih dalam tahap penyidikan, yakni : Tersangka Alex Noerdin mantan gubernur sumsel, Mukti Sulaiman Mantan kepala biro Kesra Sumsel, dan Ahmad Nasuhi Mantan Setda Sumsel. 3 Orang tersangka ini hasil pengembangan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang. Dan 3 orang ini juga sudah di jebloskan kedalam bui. Sambil menunggu proses hukum untuk disidangkan. (Fri)

Check Also

4 Koruptor Proyek Masjid Sriwijaya Dituntut 19 Tahun Bui

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan, menuntut empat terdakwa kasus dugan korupsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!