godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Februari 26 2021
Home / Nasional / Jalan BBPJN VIII Rp 41,779 M Yang Dimenangkan PT Asri Jaya Dikerjakan PT Timbul Jaya Telan Korban Nyawa
Pekerja sedang memperbaiki jalan bergelombang di ruas jalan nasional Kecamatan Mojoagung – Janti. Tepatnya depan SPBU Desa Palrejo, yang menjadi lokasi kecelakaan, yang menewaskan Sri Mulyani Dewi (35). Sabtu (14/11/2020)

Jalan BBPJN VIII Rp 41,779 M Yang Dimenangkan PT Asri Jaya Dikerjakan PT Timbul Jaya Telan Korban Nyawa

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Jawa timur, menyebutkan kecelakaan lalu lintas di jalan Nasional di Kabupaten Jombang, tidak selalu diakibatkan kelalaian penguna jalan, tapi bisa disebabkan ulah pejabat teras Balai besar pelaksana jalan nasional VIII (BBPJN VIII) Kementrian Pekerjaan umum dan perumahan rakyat (Kementrian PUPR), dan rekanannya yang melakukan praktek korupsi.

Kordinator Lsm Arak, Safri nawawi, menyebutkan tahun anggaran 2019 lalu Kementrian PUPR melalui Satuan kerja (Satker) pelaksana jalan metropolitan IV  BBPJN VIII melaksanakan kegiatan proyek rekonstruksi jalan BTS kota Jombang – BTS Kab Mojokerto (Kode lelang : 55038064). Tender / lelang proyek dimenangkan PT Asri jaya putra perkasa (PT AJPP) Jombang, dengan nilai kontrak Rp 41.779.186.725, proyek dikerjakan oleh PT Timbul jaya dari Kabupaten Tuban.

“Lokasi pekerjaan tepatnya di Jalan nasional (JLN) lampu stopan depan Polsek kecamatan Mojoagung – desa Janti Kecamatan Jogoroto Jombang. Proyek JLN ini terindikasi korupsi, karena pekerjaan dialihkan oleh PT AJPP kepada PT TJ, hasil pekerjaan dilapangan ada dugaan pengurangan volume, adanya dugaan pengurangan tonase aspal, dan hasil pekerjaanyapun sangat buruk dan amburadul media jalan yang berfungsi sebagai pembatas jalur, sudah hampir rata dengan permukaan jalan, hal ini membahayakan penguna jalan.” Kata Safri. Minggu (15/11/2020).

Ia menyebutkan, akibat media jalan sudah hampir rata dengan jalan, para pengendara baik mobil maupun sepeda motor sering berpindah jalur, atau menyeberang naik melintas diatas media jalan. akibatnya lalu lintas dikawasan tersebut amburadul, tak hanya amburadul, hal tersebut bisa membahayakan penguna jalan.

Selain itu, hasil  pekerjaan sangat buruk sebagai buktinya, jalan masih dalam pengerjaan sudah hancur, sudah dilakukan perbaikan berkali-kali jalan masih rusak parah, banyak lubang dimana-mana, badan jalan banyak yang bergelombang.

“Jadi proyek JLN Kementrian PUPR yang dibiayai APBN 2019 Rp Rp 41.779.186.725 hasil pekerjaan PT AJPP dan PT TJ ini sangat bobrok. Bahkan sudah memakan korban nyawa warga Jombang, baru-baru ini pada Rabu 11 November 2020 sekitar pukul 14.00 WIB terjadi kecelakaan tunggal yaitu sepeda motor mio Nopol S 3350 ZD melintasi jalan yang bergelombang, kemudian tak bisa menguasai setir kendaraan mendadak oleng selanjutnya masuk kedalam saluran air yang ada disebelah selatan jalan. Kejadian tepatnya didepan SPBU Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito. Kecelakaan itu memakan korban nyawa Sri Mulyani Dewi (35) tewas dalam kecelakaan tersebut, 3 orang mengalami luka parah.” Ujar Safri.

Menurut, safri kecelakaan maut tersebut diduga kuat akibat proyek jalan yang bobrok, dan kecelakaan maut ini telah diberitakan banyak media.

“Jadi semrawutnyaa lalu lintas, dan kecelakaan di jalan nasional ruas Kecamatan Mojoagung – Desa Janti, bukan karena kelalaian penguna jalan saja. Tapi akibat praktek korupsi yang dilakukan oleh pejabat teras Kementrian PUPR dan rekanannya. Seperti kecelakaan yang terjadi pada Rabu 11 Nopember 2020 dijalan tersebut akibat jalan bergelombang, atau proyek jalan yang bobrok akibat ulah pejabat teras Kementrian PUPR dan rekanya yang melakukan praktek KKN.” Tegas Safri.

Safri mengaku, memang kasus dugaan korupsi proyek rekonstruksi jalan BTS kota Jombang – BTS Kab Mojokerto (Kode lelang : 55038064) akan kami laporkan ke Komisi pemberantasan korupsi (KPK) cuman kemarin terhalang masa pandemi covid-19. Laporanya jadi tertunda. “Tapi cepat atau lambat kasus ini pasti kami bawa ke KPK. Karena kami sudah muak dengan kinerja Satker PJN IV yang dinaungi PPK 4.2 BBPJN VIII Surabaya. Dan perusahaan rekanannya selalu melaksanakan proyek jalan nasional amburadul.” Tegas Safri.

Menurut safri, yang lebih parah lagi rekanan BBPJN ini dalam melaksanakan proyek jalan di Jombang, mengunakan metode 2L (Lo lagi, Lo lagi)

“Kontraktonr / rekanan yang mengerjakan proyek cuman orang itu-itu saja, misalnya tahun 2018 lalu, PT Timbul Persada, anak perusahaan PT Timbul jaya, mengerjalan proyek JL Soekarno Hatta, dan JL Yos Sudarso Jombang nilai kontrak Rp 46.428.280.000. hasil pekerjaan juga amburadul, jalan masih dalam pengerjaan sudah hancur, saat ini jalan sudah hancur, kalau pembaca ingin tahu cari saja beritanya di Goggle berita tantang bobroknya proyek ini banyak sekali. Tapi saya herah tahun 2019 pada proyek Jalan nasional Kecamatan Mojoagung-Desa Janti, yang menang tender PT AJPP tapi yang mengerjakan PT TJ, hasilnya seperti yang kita lihat sekarang bobrok juga.” Tegas Safri.

Safri mengaku heran, penegak hukum di Jawa timur ini kemana ? Komisi V DPR RI kemana ? Padahal warga dari Kabupaten Jombang ini ada yang menjabat anggota Komisi V DPR RI.

Disingung masalah kapan kasus Jalan tersebut akan dilaporkan ke KPK ? “Kami tarjetkan sebelum akhir tahun 2020 ini pasti kami laporkan secara resmi. Karena sekarang kami masih terganjal kesibukan diinteren kami (Lsm Arak). Sebetulnya dulu kami sudah mengirim sedikit data ke email KPK, dan respon KPK cukup bagus, tapi kami diminta membuat pengaduan, dan melengkapi dengan data-data. Dan kami pastikan akan kami laporkan resmi, beserta data-data akan kami lengkapi sebelum akhir 2020.” Terang Safri.

Sementara itu dari hasil pantauan NusantaraPosOnline.Com, proyek jalan nasional ruas Kecamatan Mojoagung – Desa Janti, tepatnya didesa Palrejo Kecamatan Sumobito jalan bergelombang yang menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi Rabu 11 Nopember 2020 yang menewaskan Sri Mulyani Dewi (35) dan 3 orang luka-lula. Pada Sabtu sore sedang dilakukan perbaikan.

Namun perbaikan hanya dilakukan pada titik jalan yang bergelombang yang menjadi lokasi kecelakaan. Kendati dilakukan perbaikan namun ruas jalan nasional Mojoagung – desa Janti, disepanjang jalan masih banyak jalan bergelombang, dan berlubang. (Rin)

Kecelakaan Tewaskan Pemotor, Akibat Jalan Bergelombang

Pada hari Rabu (11/11/2020) sekitar jam 14.00 WIB, telah terjadi kecelakaan Sepeda motor berboncengan empat orang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan nasional ruas Kecamatan Mojoagung – Desa Janti, tepatnya di depan SPBU desa Palrejo, Kecamatan Sumobito, Jombang, Jawa Timur.

Mengakibatkan, satu orang meninggal dunia di TKP. Sedangkan tiga lainnya mengalami luka berat di bagian kepala dan dilarikan ke RSUD  untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut Yuliana (31) saksi warga Wonosalam menuturkan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yahama Mio GT nopol S 3350 ZD yang dikendarai Rangga Dimas Saputra (16), pelajar asal Desa Badas, Kecamatan Sumobito, melaju dari arah timur menuju ke barat.

Setibanya di lokasi kejadian, kondisi jalan bergelombang. Rangga yang membonceng Sri Mulyani Dewi (35) dan M Rasya Airlangga (10) serta seorang balita bernama Ahmad Aska Robbani (4), mendadak oleng dan langsung terperosok ke saluran air yang ada di sisi selatan jalan tersebut.

Keempat korban langsung terpental dan masuk ke dalam parit. Namun sayang, nyawa Sri Mulyani tak bisa diselamatkan. Korban langsung tewas di TKP. “Sepeda motornya oleng ke kiri masuk parit di sebelah selatan jalan,” katanya.

Terkait kejadian tersebut Kepala Unit Laka lantas Satlantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman menuturkan, berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan itu disebabkan oleh pengedara sepeda motor yang tak bisa menguasai setirnya, saat melintasi jalan bergelombang.

Setelah itu, para korban dievakuasi dan dirawat intensif di RSUD Jombang. Korban Rangga mengalami cedera otak ringan. Sedangkan dua korban lainya, juga mengalami luka bocor di bagian kepalanya akibat benturan keras saat kecelakaan itu terjadi.

“Semua korban masih dirawat di RSUD Jombang, satu meninggal dunia. Kendaraan sudah kami evakuasi ke kantor Satlantas,” pungkasnya. (wahy)

Check Also

Korupsi Proyek Jalan, KPK Tahan Bupati Muara Enim H Juarsah

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi pemberantasan korupsi (KPK) menetapkan Bupati Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, H Juarsah sebagai tersangka dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!