godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , April 26 2019
Home / Pemerintah / Kades Gumulan Dan Adik Kandungnya Bakal Dilaporkan Lsm Arak Ke Kejari
Papan nama proyek Dana Desa 2018, normalisasi saluran air, yang sudah lama dipasang tapi sampai hari ini proyeknya tidak di realisasikan oleh Kades Gumulan. Kamis (21/3/2019)

Kades Gumulan Dan Adik Kandungnya Bakal Dilaporkan Lsm Arak Ke Kejari

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Lagi-lagi proyek pengerjaan fisik yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) di Jombang bermasalah. Kali ini dugaan proyek fiktif ini diungkapkan LSM Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak).

Koodinator Lsm Arak Safri nawawi, ia mengatakan pihaknya akan melaporkan dugaan proyek fiktif di desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, ke aparat penegak hukum.

“Yang akan kami laporkan ke penegak hukum adalah Kepala desa Gumulan Ahmad Hudan, selaku kuasa penguna anggaran Dana desa, Sekertaris desa (Sekdes) Harun, yang merupakan adik kandung dari Kepala desa Gumulan.” Kata Safri, Jum’at (22/3/2019).

Menurut Safri yang akan menjadi materi laporanya nanti adalah terkait adanya dugaan penyimpangan Dana desa tahun 2016, 2017, dan 2018.

Lebih lanjut Safri menjelaskan, dugaan penyimpangan Dana desa tersebut yaitu :

Pertama : Adanya dugaan penyalahgunaan dana Badan usaha milik desa (Bumdes) tahun 2016 sebesar Rp 100 juta. Dana tersebut tahun 2017 digunakan untuk membeli sapi, sapi yang dibeli tersebut ditempatkan dikandang sapi milik Sekdes Harun.

Kandang sapi di areal rumah Sekdes Gumulan, Harun. Yang digunakan untuk kandang sapi yang dibeli dari dana Bumdes 2017. Sekarang sapi-sapi milik Bumdes tersebut sudah tidak ada lagi. Kamis (21/3/2019)

 Sapi yang dibeli tersebut dikelola dan dimonopoli oleh Kepala desa dan Sekdes Harun, Sekdes tersebut merupakan adik kandung Kades. Nah saat ini sapi yang dibeli dengan dana Bumdes sudah tidak ada lagi atau sudah dijual, kuat dugaan dana hasil penjualan sapi tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

Kedua : Tahun 2017 pemerintah desa Gumulan, menganggarkan untuk pembangunan jalan rabad beton di Dusun Gumulan 1 RW 01 sebesar Rp 28 juta, bersumber dari Dana desa tahun 2018. Meski sudah dianggarkan tahun 2017 namun proyek tersebut tidak dilaksanakan.

Papan nama proyek jalan rabad beton, di Dusun Gumulan 1 RW 01 dibiayai dari Dana Desa tahun 2018, tidak menyebutkan tahun anggaran. Kamis (21/3/2019)

Kemudian tahun 2018 diangarkan lagi sebesar Rp 29 juta, baru direalisasikan, dalam bentuk kegiatan pembangunan jalan rabad beton dengan Volume 88M x 2,20M x 0,12M. Kami menduga anggaran tahun 2017 sebesar Rp 28 juta, diselewengkan.

Ketiga :Tahun anggaran 2018 pemerintah desa menganggarkan untuk proyek normalisasi saluran air di dusun Gumulan 1 dan 2, volume pekerjaan 1.114 M x 1,5  M , anggaran Rp 78.787.900. Dari temuan dilapangan papan nama proyek normalisasi saluran air tersebut sudah lama dipasang, tapi sampai hari ini pekerjaan dilapangan tidak ada. Oleh karena itu proyek tersebut diduga fiktif.

Sebagaimana kita ketahui bahwa program Dana desa yang bersumber dari APBN 2018 hanya berlaku sejak tanggal 1 januari – 31 Desember 2018. Jika anggaran tidak terserap maka harus dikembalikan ke kas Negara.  Jadi tidak ada alasan hukum mengerjakan proyek Dana desa tahun 2018 untuk dikerjakan menjelang pertengahan tahun 2019.

Keempat :Tahun 2018 lalu Pemerintah desa Gumulan juga menganggarkan Rp 411 juta, melalui Dana Desa, untuk pembangunan jalan rabad beton, sebanyak 4 titik kegiatan. Berlokasi di Dusun Gumulan 1 sebanyak tiga titik yakni RW 01, RW 02, RW 03, dan sebanyak 1 titik di Dusun Gumulan 2 RW 04.

Empat titik jalan yang dibangun tahun 2018 tersebut baru sekitar tiga bulan selesai dikerjakan jalan sudah mengalami kerusakan, permukaan jalan sudah banyak yang aus terkelupas, pecah-pecah dan berlubang.

“Dengan adanya temuan tersebut, oleh karena itulah Lsm Arak akan melaporkan Kepala desa Gumulan, dan Sekdes Harun, yang merupakan adik kandung Kades. Menurut warga dan perangkat desa kedua kakak beradik ini yang memonopoli pengelolaan Dana Desa Gumulan.” Kata Safri.

Saat disingung kapan kasus ini akan dilaporkan ?

“Hari ini masih hari libur kantor-kantor juga tutup. Jadi kami tarjetkan minggu depan  kasus ini sudah dilaporkan ke Kejaksaan. Agar bisa menjadi pembelajaran kita bersama agar Dana desa di Jombang ini bisa tepat sasaran.” Tegas Safri.

Terkait hal tersebut menurut Imron, pendamping dana desa Gumulan, saat dimintai konfirmasi, ia membenarkan adanya proyek fiktif yang didanai dari Dana desa tahun 2017.

“Memang benar Dana Desa Gumulan tahun 2017 dianggarkan Rp 28 juta untuk pembangunan jalan rabad beton di Dusun Gumulan 1. Tapi tidak dilaksanakan oleh Kades Gumulan. Selanjutnya pada Dana desa tahun 2018  diangarkan lagi sebesar Rp 29 juta.” Terang Imron, Jumat  (22/3/2019)

Ia mengaku sudah berkali-kali memperingatkan Kades, agar Dana desa 2017 sebesar Rp 28 juta untuk jalan didusun Gumulan 1 RW 01 dilaksanakan, tapi tidak di indahkan. Bahkan saya sudah menegor secara tertulis, dan melaporkan masalah ini ke Kasi PMD Kecamatan Kesamben.

“Saya sudah berkali-kali menegor Kades, dan saya sudah berkali-kali lapor ke Pak Sunar kasi PMD Kecamatan Kesamben terkait masalah anggaran Jalan rabad beton di Dusun gumulan 1 RW 01.” Ucapnya.

Menurut Imron, sedangkan untuk dana Bumdes Rp 100 juta, tahun 2017 memang dibelikan sapi, dan sapi-sapi tersebut sudah dijual saya dengar-dengar uang hasil penjualan sapi tersebut akan dibelikan sound system.

“Sebenarnya adanya pengalihan unit usaha Bumdes, harus ada berita acara yang jelas tidak bisa diam. Semua mekanisme harus dilalui.” Katanya.

Terkait masalah anggaran proyek normalisasi saluran air di Dusun Gumulan 1 dan 2 yang dianggarkan dari Dana Desa 2018 sebesar Rp 78.787.900. Memang benar sampai hari ini belum dilaksanakan oleh Kepala desa Gumulan.

Sementara itu Kepala desa Gumulan Ahmad Hudan, masih sulit untuk dimintai konfirmasi, karena sulit untuk ditemui. (Rin/Why/Dw)

Check Also

Jalan Rabad Beton Dibiayai DD Rp 279,386 Juta, Di Jombang Baru Beberapa Bulan Sudah Rusak

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Lagi-lagi proyek yang dibiayai dari Dana Desa (DD) di lingkungan Kabupaten Jombang bermasalah. Kali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *