Daerah  

Korupsi Traffic Light Di Padangsidimpuan, Seret 3 ASN Dan Rekanan Ke Sel

Korupsi Traffic Light Di Padangsidimpuan

PADANG SIDIMPUAN, NusantaraPosOnline.Com-Tim Satres Tipikor Polres Padang Sidimpuan, Sumatra utara, terus melakukan pengusutan kasus dugan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan traffic light yang dibiayai dari  APBD Kota Padangsidimpuan Tahun Anggaran 2015. senilai Rp 525 juta.

Dari proyek tersebut tak satu pun traffic light atau lampu rambu-rambu lalu lintas yang aktif beroperasi di kota becak vespa ini. Akibatnya, lalu lintas kendaraan terlihat semrawut.

Buruknya kondisi lalu lintas ini ternyata tak lepas dari tangan kotor sejumlah oknum pejabat teras di jajaran Pemkot  Padangsidimpuan.

Dari penelusuran dilapangan, dalam kasus tersebut sudah ada tiga orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dari jajaran Pemko Sidimpuan yang ditetapkan tersangka dan langsung ditahan.

Tiga orang tersebut yakni mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemko Padangsidimpuan Ahmad Bestari Lubis, Kepala Dinas Perhubungan Pemko Padangsidimpuan Imran Harahap dan oknum PNS Dinas Perhubungan Pemko Padangsidimpuan Timbul Harahap.

Mereka diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan dan pemasangan traffic light di Kota Padangsidimpuan.

Bukan hanya itu, tim penyidi Polres Padangsidimpuan juga menetapkan tersangka sekaligus menahan rekanan proyek, yakni direktur CV Rezha Amaliah, Banjora Lubis.

Banjora diperiksa sejak Senin (13/8/2018) lalu. Banjora langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan beberapa jam di Mapolres Padangsidimpuan pada Selasa (14/8/2018).

Berdasarkan informasi dilapngan, Polres Padangsidimpuan telah berulang kali melayangkan surat panggilan kepada Banjora. Namun, Banjora beberapa kali mangkir.

Banjora akhirnya mendatangi Mapolres Padangsidimpuan pada Senin (13/8/2018) lalu. Penyidik pun langsung memeriksa dirinya hingga beberapa jam. Keesokannya, petugas resmi menahan Banjora.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya memastikan tidak bakal ada pihak yang lolos dari jeratan hukum bila terbukti terlibat.

“Berdasarkan hasil dari pemeriksaan rekanan nantinya dapat disimpulkan, apakah akan menyeret nama-nama lain sebagai tersangka. Itu pun apabila terpenuhinya dua alat bukti yang cukup untuk memenuhi unsur dari pasal yang dipersangkakan,” Kata AKBP Hilman, Rabu (15/8/2018).

Hilman juga mengimbau semua pihak agar tidak coba-coba melakukan praktik korupsi.

“Saya tidak main-main dengan pelaku korupsi. Siapa pun oknumnya, saya akan tindak kalau dia terbukti melakukan korupsi,” Tuturnya.

Kasus korupsi pengadaan dan pemasangan traffic light ini diketahui berasal dari proyek yang dianggarkan pada APBD Padangsidimpuan Tahun Anggaran 2015. Nilai kontrak proyek ini ditetapkan senilai Rp 525 juta.

CV Rezha Amaliah merupakan penyedia jasa yang mengerjakan proyek ini. Namun dalam pelaksanaannya, proyek tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam kontrak nomor 027/05/SP/PerHub/VIII/2015 tertanggal 21 Agustus 2015. (jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!