Muak Dengan Perang, Warga Israel Serbu Rumah PM Israel Netanyahu

Pemerintah diminta menyetop perang melalui gencatan senjata dan mengupayakan pembebasan sandera. Para pengunjuk rasa berkumpul di depan rumah PM Israel Israel Benjamin Netanyahu, di Yerusalim pada 4 November 2023. REUTERS / Ammar Awad. (Foto : Istimewah).

TEL AVIV-Warga Israel turun kejalan melakukan aksi unjuk rasa di depan kediaman Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Demo itu dilakukan di tengah jejak pendapat yang menunjukkan lebih dari tiga perempat warga Israel percaya Netanyahu harus mundur.

Dilansir Reuters, Minggu (11/5/2023), pendemo berunjuk rasa sambil mengibarkan bendera Israel. Mereka meneriakkan ‘penjara sekarang!’. Massa juga menerobos penghalang polisi di sekitar kediaman Netanyahu di Yerusalem.

Protes tersebut bertepatan dengan jajak pendapat yang menunjukkan lebih dari tiga perempat warga Israel percaya Netanyahu harus mengundurkan diri. Hal ini menggarisbawahi meningkatnya kemarahan publik terhadap para pemimpin politik dan keamanan mereka.

Para pengunjuk rasa berkumpul di depan rumah PM Israel Israel Benjamin Netanyahu, di Yerusalim pada 4 November 2023. REUTERS / Ammar Awad. (Foto : Istimewah).

Netanyahu sejauh ini belum menerima tanggung jawab pribadi atas kegagalan serangan mendadak yang menyebabkan ratusan pria bersenjata Hamas menyerbu Israel selatan pada 7 Oktober. Serangan itu menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyandera sedikitnya 240 orang.

Ketika guncangan awal telah mereda, kemarahan masyarakat pun meningkat, sebab banyak keluarga para sandera yang ditahan di Gaza sangat minim tanggapan pemerintah. Pendemo juga menyerukan agar kerabat mereka dibawa pulang.

Sementara di Tel Aviv, ribuan orang berdemonstrasi, mengibarkan bendera dan memegang foto beberapa tawanan di Gaza dan poster-poster dengan slogan-slogan. Slogan itu di antaranya ‘Bebaskan para sandera sekarang bagaimanapun caranya’ sementara massa meneriakkan, ‘bawa mereka pulang sekarang’.

Pemerintah diminta menyetop perang melalui gencatan senjata dan mengupayakan pembebasan sandera. Para pengunjuk rasa berkumpul di depan rumah PM Israel Israel Benjamin Netanyahu, di Yerusalim pada 4 November 2023. REUTERS / Ammar Awad. (Foto : Istimewah).

“Kami tidak tahu di mana mereka berada, kami tidak tahu dalam kondisi apa mereka disembunyikan. Saya tidak tahu apakah Kfir mendapat makanan, saya tidak tahu apakah Ariel mendapat cukup makanan. Dia sangat kecil,” kata salah satu warga bernama Bibas-Levy.

Pada hari Sabtu waktu setempat, jajak pendapat yang dilakukan oleh Channel 13 Television Israel menunjukkan bahwa 76% warga Israel berpendapat bahwa Netanyahu, yang kini menjabat perdana menteri untuk keenam kalinya, harus mengundurkan diri dan 64% mengatakan negara tersebut harus mengadakan pemilu segera setelah perang.

Ketika ditanya siapa yang paling bersalah atas serangan itu, 44% warga Israel menyalahkan Netanyahu, sementara 33% menyalahkan kepala staf militer dan pejabat senior IDF, dan 5% menyalahkan Menteri Pertahanan. Hal itu menurut jajak pendapat tersebut.***

Editor : Budi W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!