Agama  

MUI Mendesak Pemerintah & DPR Tak Buat UU Yang Legalkan LGBT

Din Samsudin Tolak LGBT.jepeg

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta dan mendesak pemerintah, dan DPR tidak membuat Undang-Undang (UU) yang mendukung dan melegalkan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Anggota Dewan Pertimbangan MUI Sabriati Aziz, mengatakan Dewan Pertimbangan MUI menilai perilaku LGBT tidak sesuai agama dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Soal LGBT itu, tak sesuai dengan norma-norma di Indonesia, undang-undang dan Pancasila. Semua agama di Indonesia tak setuju dengan hal tersebut,” ucap Sabriati Aziz di kantornya, Jakarta, Rabu (31/1).

Anti LGBT

Oleh karena itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin mendesak pemerintah dan DPR agar tak membuat produk hukum atau  UU yang mendukung kehadiran LGBT.

“Dewan Pertimbangan MUI mendesak kepada DPR dan pemerintah yang berkewenangan membentuk undang-undang, agar undang-undang yang dibahas, disepakati untuk menjadi hukum positif kita itu tidak mengabaikan UUD 45 itu sendiri dan terutama Pancasila, yang menekankan prinsip Ketuhana dan keagamaan,” Kata Din Samsudin.

Ia meminta jangan sampai ada produk hukum yang mengabaikan sila pertama Pancasila, bahkan agama. “Jadi jangan sampai hukum bertentangan dengan Pancasila,” Tegas Din Samsudin.

Ketua DPR Bambang Soesatyo menegaskan komitmennya dalam membendung upaya legalisasi LGBT. Namun begitu, ia juga membutuhkan dukungan masyarakat agar tidak ada legalisasi LGBT, apalagi pernikahan sejenis.

Bambang menyatakan hal itu saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Majelis Bin Yahya pimpinan Habib Usman bin Yahya di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Legislator Golkar itu mengatakan, LGBT merupakan perilaku yang menyimpang dari ajaran agama dan melawan kodrat.

“Allah SWT telah menciptakan mahkuknya berpasang-pasangan. Ada laki-laki dan wanita. Ada jantan dan betina,” ujar dia, Minggu (28/1/2018).

Bambang yang hadir mewakili Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menambahkan, pengaruh LGBT menjadi ancaman serius bagi moral bangsa. “Dan ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya di hadapan ribuan jemaah Majelis bin Yahya.

Bambang pada kesempatan itu juga mengajak kalangan kiai, habib, dan ulama untuk ikut menyuarakan kesejukan jelang Pilkada 2019 ataupun Pemilu 2019.

“Saya meminta seluruh jemaah Majelis Bin Yahya mengambil peran untuk menciptakan dan menjaga suasana pesta demokrasi menjadi pesta rakyat yang menggembirakan,” Kata Bambang Soesatyo. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!