godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 24 2021
Home / Pemerintah / Prihati Banyak Cewek Hamil Di Luar Nikah, MUI Gresik Melapor Ke DPRD
MUI saat melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir di Gresik. Kamis (24/6/2021).

Prihati Banyak Cewek Hamil Di Luar Nikah, MUI Gresik Melapor Ke DPRD

GRESIK, NusantaraPosOnline.Com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik prihatin terkait tingginya angka kehamilan di luar nikah di kalangan anak muda di wilayah setempat.

Hal ini dilihat banyaknya dispensasi nikah muda-mudi. Rata-rata, seseorang mengajukan dispensasi nikah karena ditengarai hamil di luar nikah.

“Selain membawa persoalan marak anak muda hamil sebelum nikah, kami juga menyoroti dua isu lainnya, yakni masifnya peredaran narkoba dan menjamurnya kasus renternir berkeliaran di Gresik, yang keberadaanya menjerat warga miskin,” kata Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq di Gresik, usai melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Kamis (24/6/2021).

Menurut Mansoer, masalah pernikahan dini harus menjadi perhatian bersama dan data yang dikeluarkan Pengadilan Agama Gresik berpotensi meningkat setiap tahunnya. 

Menurut data dari Pengadilan Agama (PA) Gresik, mencatat  49 persen pasangan calon pengantin yang mengajukan dispensasi menikah dilatarbelakangi hamil duluan.  Dan sejak Januari hingga Juni 202, ada sebanyak 124 calon pengantin yang mengajukan dispensasi menikah. 61 pasangan di antaranya hamil sebelum menikah. “Data tersebut yang kami terima antara bulan Januari hingga Juni 2021. Persoalan ini harus menjadi perhatian bersama khususnya pemerintah,” kata Mansoer.

“Untuk menangani fenomena ini, MUI sebenarnya sudah melakukan antisipasi nikah dini dengan mendirikan lembaga konseling di PA Gresik. Namun, yang terjadi masih banyak juga anak muda yang sudah telanjur hamil, dalam artian hamil sebelum menikah. Fenomena ini memprihatinkan. Oleh karena itu, harus ada solusi kongkret terkait masal ini.” Ujarnya.

Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir mengatakan sudah ada peraturan daerah yang mengatur soal pernikahan dini. Tapi, aturan itu dianggap sudah usang dan perlu revisi untuk menyertakan poin pencegahan pernikahan dini, khususnya pencegahan hamil di luar nikah.
 
“Sedangkan msalah narkoba juga sudah ada perda pencegahan dan peredaran. Bulan kemarin sangat masif dilakukan sosialisasi. Poin pentingnya kami menyambut baik, Perda kita sosialisasikan dengan sinergitas dengan MUI,” Kata .
 
Untuk soal renternir, pihaknya menilai sudah sangat meresahkan dan masif perkembangannya. Sebagai antisipasi, pihaknya menerbitkan Perda Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda), yang mengatur pinjaman bunganya di bawah 5 persen. Pungkasnya. (Ags)

Check Also

Program TMMD Reguler Ke-112 Di Desa Duyung Trawas Resmi Ditutup

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com-Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-112 di Desa Duyung Kecamatan Trawas, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!