godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Oktober 30 2020
Home / Nasional / Proyek Jalan Rp 41,779 Milyar Dimenangkan PT Asri Jaya, Dikerjakan PT Timbul Jaya, Diduga Jadi Lahan Korupsi
PT TIMBUL JAYA : Contoh salah satu titik ruas jalan nasional Mojoagung -Janti baru selesai dikerjakan Januari 2020. Sekarang sudah rusak parah. Senin (3/3/2020).

Proyek Jalan Rp 41,779 Milyar Dimenangkan PT Asri Jaya, Dikerjakan PT Timbul Jaya, Diduga Jadi Lahan Korupsi

Baru Hitungan Minggu Jalan Sudah Rusak

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Miris sungguh memprihatinkan, proyek Rekonstruksi Jalan BTS Kota Jombang – BTS Kab Mojokerto, yang ditangani Satuan kerja (Satker) Pelaksana jalan nasional (PJN) metropolitan II  Balai besar pelaksana jalan nasional VIII (BBPJN) Surabaya, di duga jadi lahan korupsi, baru beberapa minggu selesai dikerjakan sudah rusak parah.

Dari penelusuran pada LPSE Kementrian PUPR  proyek Rekonstruksi Jalan BTS Kota Jombang – BTS Kab Mojokerto (Kode lelang55038064) dibiayai dari APBN 2019 lelang dimenangkan PT. ASRI JAYA PUTRA PERKASA (PT AJPP) Jombang, dengan nilai kontrak Rp 41.779.186.725.

PT TIMBUL JAYA : Contoh salah satu titik ruas jalan nasional Mojoagung -Janti baru selesai dikerjakan Januari 2020. Sekarang sudah rusak parah. Senin (3/3/2020).

Pada saat pengerjaan diduga kuat semua pekerjaan proyek oleh PT AJPP dialihkan semuanya kepada PT Timbul jaya.

Menurut AM (50) sumber terpercaya, mengatakan semua pekerjaan dikerjakan oleh PT Timbul jaya. “Saya ikut bekerja dilapangan, yang mengatur semua pekerjaan yaitu orang bernama Kifli. Setahu saya Kifli ini adik dari pemilik PT Timbul Jaya. General Superintendent (GS) proyek dari PT Timbul jaya, tidak ada fungsinya karena proyek ini semuanya apa kata Kifli. Jadi PT AJPP selaku pemenang lelang itu cuma atas nama saja. Karena semuanya pekerjaan dilapangan dikerjakan PT Timbul jaya.” Kata AM, kepada NusantaraPosOnline.Com.

Menurut dia ada dua kemungkinan PT AJPP cuman dipinjam bendera saja. Atau bisa jadi paket pekerjaan tersebut oleh  PT AJPP dijual kepada PT Timbul jaya. Soalnya tahun 2018 lalu PT Timbul persada, anak perusahaan PT Timbul jaya pernah kenah kasus proyek JL Soekarno hatta Jombang.

PT TIMBUL JAYA : Contoh salah satu titik ruas jalan nasional Mojoagung -Janti baru selesai dikerjakan Januari 2020. Sekarang sudah rusak parah. Senin (3/3/2020).

“Yang mengerjakan proyek JL Soekarno Hatta Jombang yang dibiayai APBN 2018 Rp 46.428.280.000, adalah PT Timbul persada. Sekarang jalan tersebut sudah hancur. Kemungkinan tahun 2019 Kifli mengerjakan proyek Rekonstruksi Jalan BTS Kota Jombang – BTS Kab Mojokerto pinjam bendera PT AJPP. Karena tahun 2018 ia pernah kasus. Jadi ini cuma permainan.” Kata AM.

AM menjelaskan, pada saat pengerjaan proyek Rekonstruksi Jalan BTS Kota Jombang – BTS Kab Mojokerto tahun 2019, pekerjaan Kifli juga tidak beres. “Pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan BTS Kota Jombang – BTS Kab Mojokerto tahun 2019 ini juga terkesan tidak serius. Nama proyeknya Rekontruksi, tapi kenyataan dilapangan pekerjaan rekonstruksi itu cuma buat pantas-pantasan saja. Bagian jalan yang di rekontruksi hanya sekitar 10 titik spot-spot.

“Kuat dugaan proyek ini terjadi praktek mark-up anggaran. Saat dianggarkan proyek ini diberi nama proyek rekontruksi jalan. Tapi kenyataan dilapangan rekonstruksi hanya topeng saja, untuk membengkakkan anggaran. Kenyataan dilapangan pekerjaan rekonstruksi sangat sedikit sekali. Jadi ada permainan dalam proyek ini.” Kata AM.

PT TIMBUL JAYA : Contoh salah satu titik ruas jalan nasional Mojoagung -Janti baru selesai dikerjakan Januari 2020. Sekarang sudah rusak parah.

Masih menurut AM, yang lebih parah lagi pelaksanaan dilapangan ada kecurangan, contoh kecurangan proyek ini misalnya, ada pengurangan tonase aspal. Alokasi aspal untuk menutup lubang bekas penyekrapan (Cold Miling) dan untuk Overle, alokasi aspal semuanya sekitar 44.000 ton aspal. Tapi kenyataanya aspal yang digunakan untuk menutup lubang sekraf dan Overle dilapangan hanya kisaran 22.000 ton.

“Jadi kuat dugaan ada pengurangan aspal sekitar separo lebih, ada dugaan pengurangan pekerjaan rekonstruksi dan penyekrapan. Memang semua permukaan jalan sudah tertutup aspal, masyarakat sulit untuk membuktikanya, karena jalan sudah tertutup semuanya. Tapi buktinya hasil pekerjaan dilapangan jalan sekarang sudah rusak parah. Yang membuat jalan beberapa minggu sudah rusak parah, itu akibat pengurangan tonase aspal, dan pengurangan volume pekerjaan rekonstruksi dan penyekrapan.” Kata AM.

Yang parahnya lagi saat pengerjaan Pejabat pembuat komitmen (PPK) tidak pernah turun kelapangan saat pengerjaan. “Saat pengerjaan saya tidak pernah lihat Pak Sriyanto (PPK) turun kelapangan. Jadi bagaimana proyek bisa bagus. Kalau PPK saja tidak pernah turun kelapangan, JS memang ada dilapangan tapi tidak berfungsi. Semua tergantung Kifli, yang memegang kendali dilapangan.”  Ujar AM.

PT TIMBUL JAYA : Contoh salah satu titik ruas jalan nasional Mojoagung -Janti baru selesai dikerjakan Januari 2020. Sekarang sudah rusak parah. Senin (3/3/2020).

Bahkan tahun 2020 saya dapat kabar dari Kifli, akan mendapat pekerjaan lagi, jalan nasional di Jombang. Imbuh AM.

Menurut Koordinator Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Safri nawawi, mengatakan kami mendapat laporan dari masyarakat, dan dari pengamatan tim kami dilapangan juga menemukan ada indikasi penyimpangan proyek Rekonstruksi Jalan BTS Kota Jombang – BTS Kab Mojokerto, tahun 2019.

“Memang kuat dugaan ada penyimpangan pada proyek ini. Penyimpangan mulai dari pekerjaan yang dialihkan dari  PT AJPP kepada PT Timbul jaya, pengurangan tonase aspal, pengurangan pekerjaan rekontruksi, dan penyekrapan. Dengan temuan ini kami pandang perlu dilaporkan kepada aparat penegak hukum, untuk diuji kebenaranya.” kata Safri.

PT ASRI JAYA PUTRA PERKASA : Contoh salah satu titik ruas jalan nasional Mojoagung -Janti baru selesai dikerjakan Januari 2020. Sekarang sudah rusak parah. Senin (3/3/2020).

Menurut Safri, kami juga menemukan ada indikasi persekongkolan antara PPK, Pengawas, PT AJPP, dan PT Timbul jaya. Misalnya pada saat pengambilan core drill dilakukan sendiri oleh PT Timbul jaya selaku pelaksana proyek. Tanpa dihadiri pengawas, PT Asri jaya, dan PPK.

“Core drill ini utuk pengambilan sempel pemeriksaan ketebalan perkerasan, untuk mengetahui kepadatan, dan kadar campuran aspal. Jadi kalau yang melakukan Core drill PT Timbul jaya, kita curiga sebelumnya PT Timbul jaya sudah menyiapkan titik jalan yang akan di Core drill agar hasil pemeriksaan baik. Jadi layak dicurigai ada persekongkolan. Apalagi fakta dilapangan hasil pekerjaan jalan sekarang sudah rusak parah. Hampir sepanjang jalan penuh lobang, aspal banyak yang sudah terkelupas.” Kata Safri.

Safri menjelaskan, anggaran proyek sebesar Rp 41.779.186.725 tapi pekerjaan dilapangan, hanya perbaikan ruas jalan nasional sepanjang sekitar 4 KM. yakni mulai dari lampu Traffic Light (stopan) depan Polsek Mojoagung – menuju depan ke SPBU desa Janti.

“Dari pantauan kami dilapangan, pekerjaan dilapangan hanya sedikit, yakni sekitar 10 titik rekonstruksi spot-spot, sedikit cold milling, overle, dan pengecatan marka jalan. Tapi untuk membuktikan adanya dugaan penyimpangan ini perlu kami laporkan kepada aparat penegak hukum, dan melibatkan tenaga ahli yang independen. Agar persoalan ini menjadi terang benerang.” Kata dia.  

Selama ini rakyat sudah muak dengan kondisi jalan nasioanal di Jombang, yang selalu cepat hancur. Kalau hal ini dibiarkan akan merugikan keuangan negara, dan bahkan bisa menimbulkan korban nyawa melayang akibat kecelakan lalu lintas.”  Kata Safri.

PT TIMBUL JAYA : Contoh salah satu titik ruas jalan nasional Mojoagung -Janti baru selesai dikerjakan Januari 2020. Sekarang sudah rusak parah. Senin (3/3/2020).

Sementara itu Direktur PT Asri jaya putra perkasa, Sigit Wahono, ST, sudah beberapa kali dimintai konfermasi, namun sampai berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari PT Asri jaya putra perkasa.

“Nanti saya temukan dengan General Superintendent (GS) nya untuk memberi klarifikasi. Dan PPK nya nanti juga akan mengklarifikasi seputar teknis.” Kata Sigit. Namun sampai berita ini diturunkan GS yang dimaksud oleh Sigit, sampai hari ini belum memberikan klarifikasi terkait masalah ini.

Sedangkan pelaksanaan pekerjaan dilapangan Kifli, dari PT Timbul jaya, saat hendak dimintai konfirmasi ia engan menjawab “Nanti saya matur (lapor) dulu ke Gus nya (Bos PT Timbul jaya) biar Gus nya yang, memberi klarifikasi.” Kata Kifli, singkat melalui sambungan telpon seluler.

Terkait hal tersebut PPK 4.2 Provinsi Jawa timur, Sriyanto, ST melalui keterangan tertulisnya tanggal 27 Februari 2020, yang diterima redaksi NusantaraPosOnline.Com, ia membenarkan paket proyek Rekonstruksi Jalan BTS Kab Jombang – BTS Kab Mojokerto, dimenangkan PT AJPP. Tapi dalam dokumen pelelangan PT AJPP mendapat surat dukungan dari PT Timbul jaya. Maka tidak benar pekerjaan 100 persen dikerjakan PT Timbul jaya. Namun pekerjaan tersebut dilakukan oleh PT AJPP dan PT Timbul jaya.

PT ASRI JAYA PUTRA PERKASA : Contoh salah satu titik ruas jalan nasional Mojoagung -Janti baru selesai dikerjakan Januari 2020. Sekarang sudah rusak parah. Senin (3/3/2020).

Terkait adanya dugaan tudingan mark-up anggaran, Sriyanto, menjelaskan bahwa revisi DIPA anggaran untuk pekerjaan proyek jalan tersebut, terlambat terbit, yaitu pada tanggal 25 November 2019. Sehingga dilakukan optimalisasi kontrak. Sebagai berikut :

  1. Kontrak yang direncanakan 120 hari kalender, menjadi 29 hari kalender, yaitu tanggal 3 – 31 Desember 2019.
  2. Nilai paket semula Rp 41.779.185.000 menjadi Rp 30.745.678.000.
  3. Target efektif rekonstruksi yang semula 7,65 Km. Menjadi 6 Km. Dengan hanya melaksanakan pekerjaan utama yaitu, pekerjaan perkerasan jalan / aspal.

Pekerjaan rekonstruksi memang dilakukan spot-spot sepanjang 6 Km dilokasi tersebut. Tidak dilakukan menyeluruh sesuai dari desain perencanaan.

Menurut Sriyanto, memang terjadi pengurangan tarjet pengerjaan penanganan dari 7,65 Km menjadi 6 Km. Sehingga volume pengerjaan cold Milling, Overlay pun berkurang sesuai dengan desain, dan kondisi dilapangan.

PT TIMBUL JAYA : Contoh salah satu titik ruas jalan nasional Mojoagung -Janti baru selesai dikerjakan Januari 2020. Sekarang sudah rusak parah. Senin (3/3/2020).

Menangapi adanya tudingan PPK tak pernah turun kelokasi proyek, Sriyanto mengatakan PPK 4.2 Prov Jatim, bertangung jawab pada pekerjaan jalan dan jembatan pada wilayah Kertosono-Jombang – Mojokerto – Gempol, jadi karena kesibukan berada dilokasi proyek yang lain. Namun dalam pekerjaan PPK 4.2 dibantu oleh konsultan pengawas lapangan. Saya (Sriyanto) selaku PPK 4.2  juga melakukan inspeksi pada proyek Rekonstruksi jalan nasional di Jombang tahun 2019.

Sedangkan terkait dugaan persekongkolan pengekoran (Core drill) yang dilakukan PT Timbul jaya, tanpa dihadiri PPK, pengawas, dan PT AJPP. Menurut dia, pengambilan core drill yang dilakukan pelaksana, yang melakukan pemeriksaan ketebalan perkerasan dilakukan oleh pengawas lapangan. Hasil core drill ditandai titik lokasi pengambilannya dan selanjutnya disetujui pengawas lapangan.

Menanggapi kondisi jalan yang sudah rusak parah, Sriyanto, mengatakan bahwa pekerjaan perbaikan masih tangung jawab penyedia jasa. (Rin/Why)

———————————————————-

Proyek Tidak Transparan, Pengerjaan Molor :

Diberitakan sebelumnya, proyek ini tidak transparan, dilokasi proyek tidak ada papan nama proyek, kuat dugaan hal ini disengaja untuk menghindari pengawasan langsung dari masyarakat, dan pengerjaan proyek molor,  hingga Januari 2020 PT Timbul jaya masih melaksanakan pekerjaan.

Menangapi hal ini Sriyanto, membantah menurut dia (Sriyanto) bahwa papan informasi proyek telah terpasang pada lokasi pekerjaan dibase camp penyedia jasa.

Untuk pengerjaan yang molor, menjelaskan bahwa masa proyek yaitu tanggal 3 – 31 Desember 2019. Sehingga keterlambatan pekerjaan tersebut pada penyedia jasa dikenakan denda yang akan disetor ke Kas negara, melalui proses audit oleh BPKP. Terkait lamanya waktu pekerjaan sesuai dokumen kontrak penyedia jasa diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan selama 50 hari kalender.

Terkait masalah dugaan penyimpangan proyek Rekonstruksi Jalan BTS Kota Jombang – BTS Kab Mojokerto tahun 2019, menurut Koordinator Lsm Arak, Safri nawawi, ia mengatakan PPK, PT Asri jaya putra perkasa, dan PT Timbul jaya, punya hak untuk membantah temuan dilapangan.

Tapi faktanya kondisi ruas jalan nasional Mojoagung – desa Janti yang didanai APBN 2019, baru selesai dikerjakan Januari 2020, sekarang sudah rusak parah. Disepanjang jalan sudah banyak lubang besar, kondisi permukaan jalan sudah banyak yang terkelupas. Hal ini jelas merugikan masyarakat.

“Kami tetap meyakini bahwa proyek Rekonstruksi ruas jalan nasioanl Mojoagung – janti, ada penyimpangan. Karena jika proyek ini dikerjakan oleh PT AJPP dan PT Timbul jaya sesuai perencanaan dan Rencana anggaran belanja (RAB) proyek yang sudah ada, tidak mungkin jalan akan rusak dalam hitungan minggu. Jadi pasti ada yang tidak beres pada proyek ini. Oleh karena itu kami minta aparat penegak hukum bekerja sama dengan tenaga ahli yang independen, turun tangan mengusut kasus ini.” Kata safri.

Ia menambahkan, kami berharap aparat penegak hukum tak perlu menunggu laporan resmi dari masyarakat, karena fakta dilapangan sudah jelas, jalan hanya beberapa minggu sudah hancur. Kalau ini dibiarkan sampai kapanpun, jalan nasional di Jombang tidak akan pernah bagus. Ujarnya. (Rin/Why)

Check Also

Belum Bernomer UU Cipta Kerja, Sudah Dua Gugatan Masyarakat Masuk Ke MK

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Rancangan Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Omnibus Law Cipta Kerja) resmi menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!