Puluhan Battery Lampu PJU Dan Guardrail di Jombang, Raib Digondol Maling, Kinerja BBPJN 8 Dipertanyakan

Nampak box panel tempat high power litium atau battery lampu PJU yang ada disepanjang ruas ringrood Kecamatan Mojoagung sudah terbuka, dan kabel-kabel sudah terburai keluar box panel

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Puluhan high power litium atau battery lampu Penerangan jalan umum (PJU) dan Guardrail yang terpasang di jalan ringroad Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang, Jawa timur, raib digondol maling, akibatnya hampir semua lampu tersebut tidak bisa berfungsi dan atau tidak menyala lagi.

Ironisnya jalan ringroad Kecamatan Mojoagung ini sejak dibangun puluhan tahun silam, oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN V) yang sekarang berubah menjadi BBPJN VIII, yang berkantor Jl. Raya Waru No.20, Kedungrejo, Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, meski sudah selesai dibangun tapi sampai sekarang belum difungsikan. Sehingga publik banyak yang mempertanyakan kinerja BBPJN VIII.

Menurut Saiful salah seorang warga yang bermukim di sekitar jalan ringroad Kecamatan Mojoagung, kejadian hilangnya battery lampu PJU tesebut, terjadi sekitar dua minggu yang lalu. Ia mengaku sempat melihat pelaku saat menaiki tiang-tiang PJU tersebut.

Nampak box panel tempat high power litium atau battery lampu PJU yang ada disepanjang ruas ringrood Kecamatan Mojoagung sudah terbuka, dan kabel-kabel sudah terburai keluar box panel, battery yang ada didalamnya sudah raib. Sabtu (10/11/2018)

“Saya sempat melihat kejadian tersebut sekitar pukul 02.00 WIB dinihari. Awalnya saya melihat ada dua orong berboncengan mengendara sepeda motor sambil menyoroti tiang-tiang lampu dengan senter (menerangi dengan senter), dan dibelakanya diikuti satu buah mobil tipe Toyota Avanza. Saya melihat orang didalam mobil tersebut turun selajutnya memanjat tiang-tiang lampu PJU.” Kata Saiful, kepada NusantaraPosOnline.Com, sabtu (10/11/2018).

Menurut Saiful, saya mengira orang-orang tersebut sedang memperbaiki lampu PJU lalu saya biarkan. Kemudian malam berikutnya lampu sudah tidak menyala lagi, dan saya mendapat kabar bahwa dari warga bahwa battery lampu PJU dicuri orang.

“Saya baru sadar bahwa orang yang saya lihat pada malam hari memanjat tiang-tiang lampu tersebut ternyata bukan memperbaiki lampu, tapi mereka adalah maling. Disepanjang jalan ringroad  sudah tidak ada lampu PJU yang menyala. Hanya tiga lampu PJU didepan rumah saya yang masih menyala.” Kata Saiful.

Saiful menambahkan tiga tiang lampu PJU didepan rumah saya sebelumnya saya olesi oli bekas, dengan tujuan agar tiang lampu tidak dipanjat dan lampu tidak dicuri orang. Jadi tiga tiang lampu yang battery tidak ikut dicuri mungkin karena tiangnya licin sehingga maling sulit memanjatnya.

“Lampu PJU di sepanjang jalan ringroad  ini rawan sekali dicuri orang, karena kondisi jalan sepi, terlebih jika sudah tengah malam tambah sepi. Karena sejak dibangun puluhan tahun yang lalu, sampai sekarang belum dioperasikan, kami juga heran buat apa BBPJN VIII ini membangun ringroad  ini kalau tidak segera dioperasikan.” Kata Harun warga setempat, Sabtu (10/11/2018).

Menurut Harun untuk membangun ringroad  tersebut sudah menghabiskan APBN ratusan milyar, pembebasan tanah dan pelelangan proyek ini juga tidak transparan. Bukan hanya itu untuk biaya perawatan setiap tahun, biaya pemasangan lampu PJU,  pemasangan rambu-rambu alat keselamatan, juga sudah puluhan milyar anggaran yang dikeluarkan. Tapi sampai hari ini ringroad  belum dioperasihan.

“Pembangunan ringroad ini terkesan dipaksakan BBPJN VIII untuk kepentingan pribadi, dan kelompok. Sehingga proyek ratusan milyar tersebut kurang membawa manfaat bagi masyarakat. Kasus kehilangan battery lampu di sepanjang ringroad  ini akibat jalan tersebut sepi karena ringroad sudah puluhan tahun tidak dioperasikan.” Tegas Harun.

Kami berharap Polisi mengusut tuntas kasus raibnya puluhan battery lampu PJU, dan Guardrail tersebut. Bukan hanya itu kami juga berharap penegak hukum melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait proyek pembangunan ringroad tersebut, disini ada indikasi yang tidak beres dalam pembangunan ringroad tersebut, pungkasnya.

“Bahkan saya berfikir jangan-jangan otak pencurian battery lampu PJU dan Guardrail  tersebut adalah oknum di BBPJN itu sendiri, karena sejak awal pembangunan jalan lingkar tersebut, mulai dari pembebasan lahan, lelang proyek, perawatan, pemasangan perlengkapan jalan rambu-rambu semuanya tidak transparan.”  Ujar Harun.

Kepala Dishub Kabupaten Jombang, Imam Sudjianto, mengatakan status jalur lingkar atau ringroad itu dibawah naungan BBPJN. ’’Status jalan nasional, dibawah naungan BBPJN. Perawatannyapun juga di sana,’’ kata Imam.

Sedangkan untuk sarana prasarana jalan saat ini ada dibawah naungan BPTD (Balai Pelayanan Transportasi Darat). Karena itu, terkait masalah hilangnya battery lampu, dan Guardrail , meski saat ini tak komplet, baik PJU maupun guardrail pihaknya sementara hanya sebatas melapor. ’’Tetap kita laporkan, karena sebelum laik fungsi nanti pasti ada pengecekan,’’ Ucap Imam.

Kepala BPTD Jatim Hanura Kelana Iriano ia mengatakan, laporan hilangnya sejumlah battery lithium itu sebenarnya sudah ia terima sejak jauh hari. Bahkan sejak proyek ini masih ditangani Kementerian PUPR.

Karena saat kejadian hilangnya battery lampu PJU, ringroad masih menjadi tanggungan Kementerian PUPR karena masih dalam proses pembangunan, pihaknya mengaku tak tahu langkah hukum seperti apa yang sudah dilakukan.

’’Pada prinsipnya, waktu hilang battery lampu PJU di ringrood  tersebut, masih dibawah naungan PUPR, jadi mulai pembangunan dan kelengkapan rambu dan penerangan kan dari sana, jadi saat diterimakan sudah dalam kondisi seperti itu. Kami juga tidak tahu, mereka sudah lapor polisi atau belum.” Ujarnya.

Dari pantauan dilapangan, disepanjang ringrood  Kecamatan Mojoagung, hanya ada tiga lampu PJU yang masih menyala, sedangkan yang lainya sudah tidak menyala lagi, bagian box panel tempat pemasangan high power litium atau battery lampu PJU sudah terbuka dan kabel-kabel sudah terbura keluar.

Jalan lingkar atau ringrood  tersebut mulai dibangun puluhan tahun silam, dan selesai dibangun sekitar lima tahun belakangan ini. Sudah lima tahun lebih selesai dibangun namun ringrood  sampai hari ini belum dioperasikan, jalan masuk dan keluar masih ditutup.

Meski ringrood  belum resmi beroperasi, jalan lingkar ini menjadi tempat parkir kendaraan-kendaraan besar misalnya truk tangki dan truk gandeng, dan pada jalan masuk dan keluar ringrood  dijaga oleh para pelaku Pungli.  (Rin/Why/Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!