godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Kamis , Agustus 6 2020
Home / Peristiwa / Senjata Makan Tuan, Seorang Petani Gresik Tewas Kesetrum Jebakan Tikus
Ilustrasi petani tewas tersengat jebakan listrik tikus

Senjata Makan Tuan, Seorang Petani Gresik Tewas Kesetrum Jebakan Tikus

GRESIK, NusantaraPosOnline.Com- Khamim Tohari (24) seorang petani asal Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Dia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa tergeletak di area persawahan desa setempat. Selasa (7/07/2020). Korban ditemukan tewas tersengat jebakan listrik tikus.

Saat ditemukan warga, korban tewas dengan kondisi memegang kawat listrik untuk jebakan tikus di lahan sawah di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu.

Kanit Reskrim Polsek Sidayu Aiptu Aziz, mengatakan korban yang sehari-hari bekerja menggarap sawah itu pertama kali ditemukan oleh kakaknya Mariyono (27) di area persawahan milik Nurikan.

“Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tewas telentang di pematang sawah. Tangan memegang kabel listrik yang dipergunakan oleh warga untuk mengusir tikus yang mengganggu tanaman padi petani,” Kata Aziz, Selasa (7/07/2020).

Sebelum ditemukan tewas, malamnya korban diketahui keluar rumah. Namun, hingga siang hari tidak kembali lagi. Melihat hal itu, kakaknya mencoba mencari korban di sawah. Dari informasi yang dihimpun, rutinitas keseharian korban ketika keluar rumah adalah ke sawah.

Atas kejadian tersebut olehwarga dilaporkan ke Kepala Desa Sukorejo yang kemudian melanjutkannya ke Polsek Sidayu. Petugas yang datang ke TKP kemudian berkordinasi dengan pihak Puskesmas Kecamatan Sidayu. Untuk kemudian melakukan visum luar. “Berdasarkan pemeriksaan dan keterangan dari pihak medis tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan,” ujar Abdul Aziz.

Sebelumnya Warga Gresik juga tewas tersengat listrik jebakan tikus. Kali ini, kejadian itu menimpa Asan (70), warga asal Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Gresik. Petani yang berusia lanjut itu, terbujur kaku di pematang sawah usai tersengat listrik jebakan tikus.

Kapolsek Cerme, AKP Nur Amin membenarkan kejadian tesebut. Berdasarkan keterangan dari saksi, sewaktu pergi ke sawah melihat lampu senter yang menyala ke atas di sawah yang bersebelahan dengan sawah miliknya. Setelah dicek ternyata korban bernama Asan, sudah tak bernyawa.

“Korban sudah kami evakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos, celana pendek dan membawa sarung,” Kata Nur Amin, Jumat (14/02/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro mengaku belum mengetahui kejadian yang menimpa warganya. Namun, pihaknya heran karena masih ada yang masih menggunakan jebakan listrik untuk membunuh hama tikus.

“Kami sudah mensosialisasikan kepada petani agar tidak menggunakan listrik buat jebakan tikus. Karena sangat berbahaya,” Kata Eko.

Ia berjanji dalam waktu dekat, Distan Gresik akan mendatangi sejumlah petani di Cerme untuk mulai beralih dari jebakan tikus yang menggunakan listrik dengan alternatif lain. Seperti burung hantu. “Sosialisasi sudah kami lakukan di Kecamatan Dukun.” Ujarnya.

Untuk diketahui dibulan Februari 2020, sudah ada empat orang petani di Gresik meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus. Korban paling banyak berasal dari Kecamatan Dukun, Gresik. (ags)

Check Also

Tiga Pemuda Di Bondowoso Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

BONDOWOSO, NusantaraPosOnline.Com-Tiga orangpemuda di Kecamatan Maesan, Bondowoso, Jawa Timur (Jatim) tewas usai menenggak minuman keras …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!