godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Maret 22 2019
Home / Hukrim / Sudah 5 Tahun Inkrah, Kajari Baru Hari Ini Eksekusi Kepala Bapeda Mojokerto Teguh Gunarko
Kepala Bapeda Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko (Baju Kuning)

Sudah 5 Tahun Inkrah, Kajari Baru Hari Ini Eksekusi Kepala Bapeda Mojokerto Teguh Gunarko

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto mengeksekusi kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Teguh gunarko, Rabu (6/3/2019). Terpidana kasus korupsi dana Kunjungan kerja (Kungker) inspeksi Bupati dan rapat koordinasi unsur Muspida pada tahun 2011.

Terpidana Teguh gunarko, dieksekusi dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Mojokerto.  

Eksekusi yang dilakukan Kejari Kabupaten Kabupaten Mojokerto hari ini sangatlah terlambat, karena sesuai putusan Mahkama agung (MA) Nomer : 1771 Kapidsus 2013 tanggal 12 Mei 2014 sudah inkrah. Jadi kalau dihitung sejak tanggal 12 Mei 2014 putusan MA inkran, tapi baru hari Rabu 6 Maret 2019 melakukan Eksekusi. Atinya sudah 4 tahun 10 bulan putusan inkrah, baru di Eksekusi.

Kasipidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Agus Hariono, menjelaskan Teguh tersandung kasus korupsi dana Kunjungan kerja (Kungker) inspeksi Bupati dan rapat koordinasi unsur Muspida pada tahun 2011.

Kala itu terpidana masih menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

“Artinya ada penyalahgunaan wewenang yang dilakukan terpidana pada kegiatan itu. Dan dari hasil audit ada kerugian negara sebesar Rp 116.550.000,” katanya, Rabu (6/3/2019).

Agus juga menerangkan, Teguh oleh Hakim Kasasi diputus pidana selama 3 tahun denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, Teguh dibebankan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 116.550.000.

“Apabila uang pengganti tidak dibayar oleh terpidana dalam kurun waktu satu bulan setelah putusan ini inkrah, jaksa dapat menyita hartanya dan melelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Apabila harta yg dilelang belum mencukupi terdakwa akan ditambah hukuman dipidana kurungan selama 1 tahun,” jelasnya.

Agus memaprkan, pada tahun 2011 sebenarnya proses hukum kasus korupsi yang dilakukan Teguh sudah diproses di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sidang berlangsung mulai tanggal 23 Juli 2011 sampai 22 Februari 2012. Kala disidang Teguh ditahan oleh PN Surabaya di Lapas Medaeng. Namun pada persidangan tersebut, Teguh sempat diputus bebas oleh PN Surabaya setelah menjalai persidangan dan ditahan selama 8 bulan.

“Kami memanggil saudara Teguh Gunarko untuk melaksanakan eksekusi terhadap putusan mahkamah agung Nomer 1771 Kapidsus 2013 tanggal 12 Mei 2014 terkait tindak pidana korupsi. Jadi, putusan ini menganulir putusan yang telah dijatuhkan PN Surabaya untuk membebaskan terdakwa (Teguh) dari segala tuntutan hukum,” Katanya. (ags)

Check Also

Putusan Inkrah, KPK Tagih Uang Pengganti Dari Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi pemberantasan korupsi atau (KPK) menyatakan menerima vonis Pengadilan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *