godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Mei 7 2021
Home / Peristiwa / Terpidana Korupsi, Eks Wali Kota Mojokerto Meninggal Dunia Saat Jalani Masa Tahanan

Terpidana Korupsi, Eks Wali Kota Mojokerto Meninggal Dunia Saat Jalani Masa Tahanan

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Mantan Wali Kota Mojokerto Masud Yunus yang merupakan narapidana (napi) kasus korupsi penghuni  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19. Kamis (27/8/2020) pagi.

Kalapas Kelas 1 Surabaya, Gun Gun Gunawan, mengtakan, Masud meninggal karena terpapar virus Covid-19. “Hasil tes swab Masud Yunus pada Selasa tanggal 25 Agustus 2020 dinyatakan positif Covid-19, dan esok harinya dipindah ke ruang isolasi khusus,” terang Gun Gun.

Ia menjelaskan setelah dipindahkan ke ruang isolasi, Kamis pagi Masud Yunus batuk dan sesak napas. Masud dievakuasi ke RS Mitra Keluarga di Kecamatan Warung Sidoarjo. Setelah satu jam menjalani perawatan, Masud meninggal dunia.

“Sekitar satu jam dirawat di rumah sakit, Masud Yunus mengalami penurunan irama jantung menjadi 30 kali per menit, dan 5 menit kemudian gambaran asystole flat yang menandakan pasien meninggal dunia,” ujar dia.

Gun gun mengatakan dari keterangan dokter, Masud memiliki penyakit penyerta antara lain diabetes, hipertensi, dan jantung koroner. Sebelum dinyatakan positif Covid-19, Masud sempat kontak erat dengan penghuni lain yang juga dinyatakan positif Covid-19.

Untuk diketahui, Mas’ud Ynus adalah mantan Wali kota Mojokerto periode 2013-2018, saat menmjabat ia terjerat kasus penyuapan pimpinan DPRD Kota Mojokerto, terkait persetujuan pengalihan anggaran dari anggaran hibah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) menjadi anggaran program penataan lingkungan pada Dinas PUPR Kota Mojokerto Tahun 2017 senilai Rp 13 Miliar. Mas’ud lantas ditahan KPK sejak 9 Mei 2018.

Terkait kasus yang menjeratnya itu, pada 4 Oktober 2018, Mas’ud dijatuhi vonis 3,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Tak hanya itu dia juga didenda Rp 250 juta subsider 2 bulan kurungan.

Sejak saat itu, Mas’ud mendekam dalam Lapas Kelas I Surabaya di Porong. Terhitung sejak penahanannya oleh KPK, maka Mas’ud sudah menjalani hukuman sekitar 2 tahun lebih. (Ags)

Check Also

Viral, Beredar Video Diduga Munarman dan Lily Sofia, Check In Hotel

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Mantan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI), Munarman kembali tersandung masalah. Ia baru saja ditangkap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!