JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Bupati Jombang Warsubi meninjau langsung progres pengerjaan Jembatan Kudubanjar di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, pada Jumat (23/10/2026),
Peninjauan lapangan yang dilaksanakan bertepatan pada momentum peringatan Hari Jadi ke 116 Pemerintah Kabupaten Jombang dan Hari Santri Nasional ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan jembatan penghubung strategis antara Kecamatan Kudu dan Kecamatan Ngusikan berjalan lancar setelah terputus sejak akhir tahun 2019.
Dalam kunjungannya, Bupati Warsubi melihat langsung proses perakitan rangka jembatan berkonstruksi Bailey. Beliau menegaskan bahwa penyelesaian jembatan ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dalam menghadirkan infrastruktur yang responsif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penyelesaian Jembatan Kudubanjar ini merupakan komitmen Pemkab Jombang dalam meningkatkan aksesibilitas warga. Kami berharap pengerjaan ini selesai sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas harian hingga percepatan jalur distribusi hasil pertanian di kawasan Kudu dan Ngusikan,” ujar Bupati Warsubi bersama rombongan yang mengenakan baju muslim bersarung dan berpeci.
Bupati Warsubi menambahkan, faktor keamanan dan standar kelayakan bangunan menjadi perhatian utama sebelum jembatan resmi dibuka untuk umum.
“Sebelum dibuka untuk digunakan masyarakat, jembatan harus menjalani uji kelayakan terlebih dahulu. Pengoperasian secara penuh diperkirakan dapat dimulai pada awal Desember, dengan syarat jembatan telah dinyatakan layak berdasarkan hasil pengujian,” jelasnya.
Bupati Warsubi menaruh harapan besar agar beroperasinya kembali akses transportasi ini dapat membangkitkan kembali potensi ekonomi lokal.
Harapan kita, begitu jembatan ini beroperasi penuh, mobilitas warga semakin lancar dan perekonomian kawasan kembali bergeliat. Akses infrastruktur yang baik sangat penting untuk menunjang aktivitas sosial maupun kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Ir. Dian Kusuma Rahmad Subekti, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa realisasi pengerjaan fisik di lapangan menunjukkan tren positif dan melampaui target yang ditetapkan.
Berdasarkan laporan progres Minggu ke-12 (periode 18–24 Oktober 2026), realisasi pembangunan jembatan telah mencapai 70,913 persen dari rencana awal sebesar 52,428 persen, atau mengalami deviasi positif (surplus) sebesar +18,485 persen.
“Per hari ini, progres pengerjaan sudah mencapai 70,913 persen. Rangka Jembatan Bailey diperkirakan tersambung pada awal November. Setelah penyambungan rampung, pengerjaan dilanjutkan dengan pemasangan lantai jembatan yang diproyeksikan selesai pada pertengahan November”, terangnya.
Namun, sebelum dibuka untuk digunakan masyarakat, jembatan harus menjalani uji kelayakan. Pengoperasian secara penuh diperkirakan dapat dimulai pada awal Desember, dengan syarat jembatan telah dinyatakan layak berdasarkan pengujian,” pungkasnya. ***




