Pemerintah

Pemkab Jombang Gelar Musrembang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan, di Kecamatan Diwek

×

Pemkab Jombang Gelar Musrembang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan, di Kecamatan Diwek

Sebarkan artikel ini
FOTO : Kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Jombang tahun 2027 tingkat kecamatan. Yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Camat Diwek, pada Selasa (10/2/026) pagi.

Acara ini menjadi bagian penting dalam rangka penyusunan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah tahun 2027.

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jombang tahun 2027 tingkat kecamatan. Acara ini dilaksanakan di Pendopo Kantor Camat Diwek, pada Selasa (10/2/026) pagi.

Kegiatan Musrenbang RKPD 2027 tersebut diikuti oleh Tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, delegasi desa, kepala UPTD, kepala sekolah, serta perwakilan organisasi perempuan dan kemasyarakatan dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Diwek, Jombang, Megaluh, dan Tembelang.

Acara yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini, menjadi bagian penting dalam rangka penyusunan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah tahun 2027. Sekaligus menjadi wadah dialog terbuka guna memastikan pembangunan masa depan Jombang tepat sasaran dan inklusif.

Musrenbang ini, dibuka oleh Bupati Jombang H, Warsubi, yang diwakili oleh Wakil Bupati (Wabup) Jombang Salmanudin Yazid.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekdakab Jombang Agu Purnomo, serta para Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang.

Dalam sambutan Bupati Jombang, yang diwakili Wabup Jombang Salmanudin, ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebutuhan warga di tingkat desa dengan rencana besar pemerintah pusat.

Tema pembangunan tahun 2027 yang diusung adalah “Integrasi Pengembangan Industri dan Perdagangan dengan Sektor Primer”. Tema ini menitikberatkan pada penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai fondasi utama yang terhubung dengan industri pengolahan serta pasar, baik konvensional maupun digital.

“Potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal melalui perencanaan pembangunan yang terarah, terpadu, dan berbasis wilayah, sehingga Kabupaten Jombang tidak hanya menjadi daerah lintasan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Salmanudin.

Sebelum melangkah ke 2027, Salmanudin memaparkan realisasi Pagu Indikatif Kewilayahan yang kini resmi beralih menjadi Prioritas Kecamatan untuk tahun 2026, fokus utama masih didominasi oleh perbaikan konektivitas dan penerangan jalan. Adapun rinciannya untuk 4 kecamatan tersebut sebagai berikut :

  • Kecamatan Diwek : Peningkatan ruas Sidowareg–Puton dan pemeliharaan ruas Plandi–Mayangan, serta pemasangan PJU di berbagai titik.
  • Kecamatan Jombang : Fokus pada rekonstruksi jalan di area perkotaan seperti ruas jalan Denanyar–Sendangrejo, Jln. Bromo, Jln. Bali, Jln. Brantas, dan Jln. Kemuning.
  • Kecamatan Megaluh: Penanganan optimal ruas jalan Dukuh Harum–Kedungrejo.
  • Kecamatan Tembelang: Pemerataan pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di hampir seluruh desa.

Dalam Musrenbang kali ini, Wabup Jombang juga menyampaikan pesan Bupati Warsubi yang menegaskan komitmen daerah dalam mengawal program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.

Pemkab Jombang menginstruksikan agar program daerah bersinergi langsung dengan pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Musrenbang ini dilaksanakan agar setiap program yang direncanakan dapat mencerminkan kebutuhan riil masyarakat, serta selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi maupun Nasional,” katanya.

Sementara Kepala Bapperida Jombang, Hartono dalam sambutanya menyampaikan bahwa mulai tahun 2026, Pagu Indikatif Kewilayahan resmi beralih menjadi Prioritas Kecamatan. Setiap kecamatan akan mendapatkan alokasi khusus sebesar Rp 1 Miliar untuk peningkatan jalan kabupaten dan Rp 200 Juta untuk pembangunan PJU.

Selain itu, melalui program Desa Mantra (Maju dan Sejahtera), Pemkab mendorong kolaborasi hingga tingkat bawah. Program ini menyasar pembangunan berbasis kewenangan desa, mulai dari kegiatan RT/RW, Dasawisma, pengadaan seragam Linmas, hingga pemeliharaan jalan lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa dapat terus terjaga demi mewujudkan visi besar: “Mewujudkan Jombang yang Maju Sejahtera untuk Semua”. ***

Pewarta : RURIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!