JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, menyatakan bahwa menjelang penutupan akhir tahun 2022 ini DLH Kab Jombang telah berhasil menuntaskan sejumlah proyek pembangunan / rehabilitasi ruang terbuka hijau (RTH) perkotaan. Yang dibiayai PAPBD Jombang 2022.
Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum, ST, MSi mengatakan, bahwa dipenghujung akhir tahun 2022, pihaknya telah menyelesaikan 5 proyek proyek pembangunan / rehabilitasi ruang terbuka hijau perkotaan di Jombang.

“Kelima lima proyek pembangunan / rehabilitasi ruang terbuka hijau (RTH) perkotaan tersebut diantaranya, adalah : Proyek Rehabilitasi Taman ASEAN di Jalan Wahid Hasyim, Rehabilitasi Taman Mastrip di Jalan Wahid Hasyim, dan Rehabilitasi Taman Adipura di Jalan pertigaan UNDAR.” Kata Ulum. Kamis (29/12/2022).
Selanjutnya, proyek Pembangunan Taman Lampu Jombang Santri (Eks Tugu UKS Depan Pabrik Gula Jombang Baru), dan Taman Lampu Jombang Kota Pesantren (eks Tugu UKS Keplaksari). Terang Ulum yang juga merupakan mantan kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang.
“Lima proyek Pembangunan RTH Kota tersebut semuanya didanai dari PAPBD Jombang tahun anggaran tahun 2022. Alhamdulillah 5 proyek RTH tersebut sudah selesai 100 persen menjelang penutupan tahun 2022 ini.” Ungkapnya.

Dia menambahkan selain berhasil menuntaskan 5 Proyek Pembangunan RTH Kota tersebut. Sebelumnya DLH Jombang, juga sudah berhasil menyelesaikan proyek pembangunan Taman informasi di Jalan Wahid Hasyim, dan Rehabilitasi Trotoar sisi timur Alun-Alun Jombang, juga dibiayai dari PAPBD Jombang 2022.
Menurut Ulum, pembangunan dan rehabilitasi beberapa taman ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang untuk meningkatkan kualitas kawasan perkotaan, menyediakan fasilitas publik ruang terbuka hijau yang representatif, tidak hanya memiliki fungsi ekologi dan estetika kota tetapi juga memiliki fungsi sosial dan dapat digunakan sebagai sarana interaksi sosial masyarakat. Ujarnya.
Ia juga menjelaskan, beberapa taman telah direncanakan dengan konsep tematik, misalnya Taman dan Monumen Mastrip dibangun untuk mengenang perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) dalam mempertahankan kemerdekaan RI sekaligus untuk menguatkan nilai-nilai kepahlawanan di tengah masyarakat.

“Direhabilitasi dengan konsep taman aktif, sehingga tidak hanya memiliki fungsi ekologi dan estetika kota, tetapi sebagai tempat aktifitas sosial masyarakat sekaligus dapat mempelajari sejarah perjuangan MasTRIP yang tergambar pada taman.” Beber Ulum.
Sedangkan Taman Asean pertama dibangun di tahun 2017 lalu. Pembuatan taman menunjukkan predikat Jombang sebagai The Most Harmonious City in ASEAN atau kota paling toleran di kawasan Asia Tenggara. Sambung Ulum, Rehabilitasi monumen ini tetap dengan konsep yang sama, dengan 11 negara ASEAN yang diilustrasi 11 pilar dengan 11 logo negara anggota ASEAN.
“Rehabilitasi Taman Asean ini diharapkan menguatkan ikon Jombang sebagai Kota dengan toleransi dalam keberagaman. Selanjutnya, Taman Adipura Kencana dibangun sebagai penanda capaian tertinggi Pemerintah Kabupaten Jombang di bidang lingkungan hidup, terutama dalam pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau.” Terangnya.

Penghargaan Adipura Kencana ini diberikan oleh Presiden RI kepada Bupati Jombang di tahun 2014 dan 2017 lalu. Pungkasnya. (Ris/Snt)










