JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang memanfaatkan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2025 untuk membangun tembok penahan tanah (TPT) dan musholla, sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur dasar dan layanan keagamaan desa.
Hal ini dilakukan untuk mendukung aktifitas perekonomian warganya dan mensejahterakan warga setempat.
Kepala Desa Made, Winarsih menjelaskan bahwa proyek tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus mendukung keselamatan dan kenyamanan lingkungan desa.

“TPT di Sendang Made penting untuk mencegah longsor, terutama saat musim hujan. Sedangkan musholla dibangun untuk mendukung kegiatan ibadah warga dan perangkat desa,” ucap Winarsih, Selasa (29/7/2025).
Pembangunan TPT dilakukan di kawasan Sendang Made, Dusun Made, dengan nilai anggaran sebesar Rp 125 juta. Sedangkan pembangunan musholla berlokasi di area kantor desa dengan alokasi anggaran Rp 100 juta. Kedua kegiatan ini merupakan hasil musyawarah desa yang ditetapkan sebagai program prioritas tahun ini.
Menurutnya, tujuan dibangunnya tpt untuk menahan tanah agar tidak terjadi longsor atau mengalami pergeseran dan membantu mengendalikan aliran air hujan.
“Pembangunan musholla memang disengaja dibangun dari kayu agar tercipta keunikan dan tidak sama dengan yang lain,” tuturnya.
Pengerjaan proyek dilaksanakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Made dengan melibatkan tenaga kerja warga setempat. Pekerjaan di mulai pada bulan Juni awal hingga akhir bulan Juni.

“Kedua proyek yang bersumber dari anggaran BKK tahun 2025 saat ini sudah selesai 100 % dan sudah dirasakan oleh warga selaku penerima manfaat,” ungkapnya.
Ketua TPK desa Made Solikin mengatakan, pengerjaan pembangunan TPT dan mushola ini dikerjakan pada bulan Juni dan saat ini sudah selesai 100%.
” Seluruh pekerjaan kami laksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Untuk bahan material, kami mengutamakan kualitas, demi menjamin hasil bangunan yang kuat dan tahan lama,” jelas Solikin.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari strategi pelaksanaan.

“Warga kami libatkan dalam proses pekerjaan, sebagai bentuk pemberdayaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap pembangunan desa,” tambahnya.
Menurut Solikin, pembangunan TPT juga diharapkan mampu mengamankan kawasan Sendang Made yang selama ini rentan mengalami erosi tanah.
Dengan adanya dua kegiatan ini, Pemerintah Desa Made berharap kualitas infrastruktur desa semakin meningkat dan dapat menunjang pelayanan publik serta kegiatan sosial keagamaan masyarakat secara optimal. ***
Pewarta : RISKA










