Peristiwa

Nambah Lagi, Murid SD Di Jombang Meninggal Usai Disuntik Vaksin Corona

×

Nambah Lagi, Murid SD Di Jombang Meninggal Usai Disuntik Vaksin Corona

Sebarkan artikel ini
Naura Sabrina Galiyah, bocah 9 tahun, saat dalam perawatan RSUD Jombang.

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Siswa SD di Kabupaten Jombang, Jawa timur yang meninggal dunia usai divaksin COVID-19 kembali bertambah.

Setelah menimpa Bayu setiawan (12) siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) Gedangan Kecamatan Mojowarno Jombang. Insiden pelajar SD meninggal dunia usai menjalani suntik vaksin Covid-19.

Kali ini kejadian tersebut dialami Naura Sabrina Galiyah (9) siswi kelas 4 SDN Catakgayam 1, Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Naura merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara, dari pasangan Joko (46) dan Marwatul (42) asal Dusun Catak Gayam Selatan, Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Marwatul, ibu kandung korban, menuturkan anaknya (Naura) meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19 yang diadakan di SDN Catakgayam 1.

Marwatul menceritakan kejadian yang menimpa anaknya, bermula pada Rabu 22 Desember 2021 lalu, Naura bersama teman-temanya mengikuti suntik di SDN Catakgayam 1 tempat korban sekolah.

Contoh bercak-bercak yang muncul di kulit Naura Sabrina Galiyah, bocah 9 tahun.

“Setelah disuntik vaksin anak saya Naura masih sempat masuk sekolah selama dua hari (23 – 24 Desember 2021). Usai pulang dari sekolah pada Jum’at 24 Desember 2021, Naura mulai mengalami gejala sakit, panasnya makin tinggi, badannya mengalami bentol-bentol (keluar bercak-bercak merah) melebar mirip biduran. Bahkan bentol-bentol sampai ada yang lebarnya 5 sentimeter dari kulit luar, anak saya juga muntah-muntah.” ungkap Marwatul.

Menurut Marwatul, karena saking cukup parah bengkaknya, putrinya hampir tidak bisa berjalan. “Karena panasnya tak kunjung turun, keluarga memutuskan membawa Naura ke pengobatan alternatif, namun tak ada perubahan. Kemudian, Naura dibawa ke Puskesmas, Kecamatan Mojowarno tapi lagi-lagi demamnya tak juga menurun. Bahkan, tubuhnya semakin membengkak.” Ujar ibu 4 anak ini, sembari meneteskan air mata, atas kepergian putrinya yang begitu cepat, diusia 9 tahun.

Selanjutnya oleh pihak Puskesmas Mojowarno, Naura dirujuk ke RSUD Jombang. Disana (RSUD Jombang), pihak rumah sakit juga tidak bisa menjelaskan penyakit apa sebenarnya yang dialami korban Naura.

Bahkan, saat itu, Naura hampir dirujuk ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Namun takdir berkata lain, Naura dinyatakan meninggal dunia Jum’at dinihari 31 Desember 2021 sekitar pukul 05.00 WIB.

“Sempat dibawa ke bidan, lalu dirujuk ke RSUD nggak ada hasil apa-apa, saya di sana sempat bentrok-bentrok (teriak-teriak), semua dicek tidak ada penyakit apa-apa, malah mau dirujuk ke dr Soetomo. Dokter spesialis di sana juga sudah dikumpulkan, diskusi, katanya di paru-paru, dicek ternyata tidak ada hasilnya,” ungkapnya.

Sampai saat ini, pihak keluarga juga belum mengetahui apa yang menyebabkan anaknya meninggal dalam kondisi cukup buruk itu.

Padahal, kata Marwatul, sebelum disuntik vaksinasi, kondisinya Naura cukup sehat dan tidak memiliki riwayat alergi apapun.

“Jadi kami pihak keluarga belum tahu kenapa penyebab kematian Naura, entah karena vaksin Corona atau lainnya. Saya berharap, kalau vaksin lebih berhati-hati lagi, takutnya terjadi kayak gini. Namun kami belum tahu penyebab kematian karena vaksin atau bukan.” Ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Mojowarno, AKP Yogas mengatakan, kasus ini tengah dalam penanganan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Dinkes Jombang. Namun, saat kegiatan vaksinasi, Naura disuntik dengan vaksin jenis Sinovac.

“Vaksin Sinovac, saat ini ditangani KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi),” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya peristiwa yang sama menimpa Bayu setiawan (12) siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) Gedangan Kecamatan Mojowarno Jombang. Bayu meninggal dunia sehari setelah menjalani suntik vaksin di Puskesmas Mojowarno, pada Senin 27 Desember 2021. Dan Bayu meninggal dunia pada saat dalam perawatan di Puskesmas Mayangan, Kecamatan Jogoroto, pada Selasa subuh 28 Desember 2021 sekitar pukul 05.00 WIB. Sebelumnya mengalami demam tinggi dan muntah-muntah.

Bayu adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara, pasangan Kaswan (50) dan Miyatin (58) warga Dusun Bedungrejo, Desa / Kecamatan Jogoroto, Jombang. (Rin)

Baca sebelumnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!