JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Erick Thohir memberikan keberpihakan kepada pelaku usaha ultra mikro dengan memberikan subsidi bunga atas pinjaman yang diterima UMKM Ultra Mikro (UMi).
Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid menyatakan beban bunga yang ditanggung oleh pelaku UMi terlalu berat sehingga mempersulit mereka untuk berkembang. Hal tersebut disampaikan, paaat rapat kerja (Raker) Komisi VI DPR RI dengan Kementerian BUMN, Jumat (9/9/2022).
“Ketimpangan antara bunga yang diberikan kepada pelaku UMKM Ultra Mikro dengan UMKM penerima kredit usaha rakyat (KUR).” Kata dia.
Menurut Nusron, kredit yang dibebankan bank kepada pelaku ultra mikro yang mencapai kisaran 24 persen hingga 30 persen, sedangkan UMKM penerima KUR bunganya hanya 3 persen – 6 persen pertahun.
Padahal, menurut Nusron, secara ekonomi UMKM Ultra Mikro kelasnya di bawah UMKM penerima KUR. Kan anaeh yang diatas mendapat subsidi, yang dibawahnya tidak dapat. Padahal teori subsidi di mana pun yang paling rentan atau yang di bawah, yang mendapat subsidi, kata Nusron, sebagaiman dikutip dari kanal Youtube Komisi VI DPR RI.
Politisi Partai Golkar ini, meminya Kementerian BUMN memberikan subsidi bunga kredit bagi kelompok UMi untuk memberi ruang pelaku usaha berkembang dan naik kelas.
Dia juga mencontohkan, pelaku ultra mikro yang mengambil pinjaman Rp 2 juta alhasil mereka harus mengembalikan total Rp 2,6 juta.
“Oleh karena itu saya berharapa agar Ultar Mikro, supaya ada subsidi bunga. Dan subsidi ini tidak perlu sama dengan KUR, katakanlah 12 persen sehingga cicilannya itu menjadi lebih ringan.” kata Nusron. (Bd)






