JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pelaksanaan 4 (Empat) proyek pembangunan fisik yang di laksanakan Pemerintah desa, Desa Balonggemek Kecamatan Megaluh, Jombang Jawa Timur, diduga serat penyimpangan.
4 proyek yang diduga menyimpang tersebut yakni : Pembangunan Tembok penahan jalan (TPJ) didusun Balongemek RT 03 RW 01 dengan anggaran Rp 87,442 juta; Pembangunan JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) didusun Balongsuruh RT 01 RW 03 anggaran Rp 85,395 juta; dan Pembangunan Duiker (gorong-gorong) di Dusun Balongsuruh RT 01 RW 02 dengan anggaran Rp 18,513 Juta. Ketiga proyek ini dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2022.

Selanjutnya proyek pembangunan Tembok penahan jalan (TPJ) didusun Balonggemek RT 03 RW 01 dengan anggaran Rp 120 juta yang bersumber dari bantuan POKIR (Pokok-Pokok Pikiran) anggota DPRD Jombang, melalui program Bantuan keuangan khusus (BKK) dari APBD Jombang 2022.
Empat proyek tersebut diduga menyimpang, pasalnya disetiap titik bangunan, baik bangunan fisik yang sudah selesai dikerjakan, maupun masih dalam tahap pengerjaan, ditemukan beberapa kejanggalan yang diduga tidak sesuai bestek yang direncanakan.
Berdasarkan pantauan nusantaraposonline.com dilokasi 4 proyek tersebut ditemukan dugaan penyimpangan. Misalnya pada proyek pembangunan TPJ didusun Balongemek RT 03 RW 01 dengan panjang 130,00 M‘ dan tinggi 1,00 M’ yang dibiayai dari dana POKIR DPRD Jombang, bangunan tersebut sudah selesai dikerjakan. Pondasi TPJ sepanjang 130,00 M’ tersebut diduga kurang dalam, dan diduga dikerjakan tidak sesuai bestek yang direncanakan, hal tersebut terlihat, pondasi TPJ sudah terlihat mengantung.

Selanjutnya, pada paket proyek pembangunan TPJ di Dusun Balongemek RT 03 RW 01 yang dibiayai dari DD volume pekerjaan 130,00 M‘ dan tinggi 1,00 M’. Proyek ini juga sudah selesai dikerjakan, pada pekerjaan finishing TPJ yakni pada item benangan ban banan atas penampang TPJ, diduga dikerjakan asal jadi dan diduga tidak memperhatikan estetika pekerjaan, dan acian juga terlihat sebatas dilapisi saja.
Sementara itu, pada paket pekerjaan pembangunan duiker dusun balongsuruh, diketahui bahwa balok tumpuan untuk plat beton mengunakan material besi polos berukuran 8 mm dengan jumlah tulangan 6 buah/batang. Hal tersebut diduga tak sesuai bestek yang direncanakan. Karena edialnya bangunan tersebut mengunakan material besi ulir bukan besi polos. Proyek duiker ini sekarang masih dalam tahap pengerjaan.
Sedangkan untuk paket proyek pembangunan JITUT yang dibiayai DD, juga diduga terjadi penyimpangan, misalnya nampak pada plesteran untuk ban banan jaringan irigasi tersebut hanya sebatas dalam saja, dan sisi luar tidak ada pekerjaan ban banan. Proyek JITUT ini sekarang masih dalam tahap pengerjaan.

Menangapi hal tersebut Ketua Tim pengelola kegiatan (TPK) desa Balonggemek Dwi, mengatakan, untuk bangunan Duiker dan JITUT dusun Balongsuruh yang dibiayai DD, saat ini pekerjaan yang masih dalam proses pengerjaan.
Saat disinggung soal pembesian untuk balok beton tumpuan proyek Duiker itu sesuai bestek mengunakan besi polos ukuran 8 mm dan berjumlah 6 batang. ? “Iya mas, memang digambar seperti itu, tetapi kita tidak bawa gambar perencanaannya” Kata Dwi. Dilokasi proyek Duiker. Rabu (14/12/2022).
Sedangkan, untuk aitem pekerjaan finishing plesteran penampang atas jaringan irigasi, itu memang belum selesai. “Itu belum dikerjakan, mas, karena sawah yang berada di sebelah bangunan belum panen dan juga kita belum melakukan pengurukan.” Terang Dwi. Namun ia tak menjelaskan terkait bangunan TPJ yang dibiayai dari DD dan bantuan POKIR DPRD Jombang. (Rin/Why/Hdk)










