Kunjungan tersebut dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai tata kelola anggaran dan aset pendidikan guna mendukung pemerataan mutu pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan
JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menerima kunjungan kerja (Kungker) Komisi C DPRD Kota Batu pada Selasa (9/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai tata kelola anggaran dan aset pendidikan guna mendukung pemerataan mutu pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Sebanyak tujuh anggota Komisi C DPRD Kota Batu hadir dalam kegiatan tersebut dan diterima langsung oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari, bersama jajaran pejabat terkait di lingkungan Disdikbud.
Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai kebijakan dan strategi pengelolaan sektor pendidikan. Pembahasan meliputi proses perencanaan anggaran, pengawasan penggunaan dana pendidikan, pengelolaan aset sekolah, hingga upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh satuan pendidikan.

Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari, menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran dan aset pendidikan harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
“Kami terus berupaya memastikan setiap program pendidikan yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan peserta didik. Efektivitas penggunaan anggaran serta optimalisasi aset pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Dewi Kartika, mengapresiasi berbagai informasi dan pengalaman yang dibagikan Disdikbud Jombang. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperoleh referensi terkait pengelolaan pendidikan yang dapat diterapkan di Kota Batu.
“Banyak hal yang kami pelajari dari Kabupaten Jombang, khususnya terkait pengelolaan anggaran dan aset pendidikan yang mendukung pemerataan mutu sekolah. Hasil diskusi ini akan menjadi masukan penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan di Kota Batu,” katanya.

Selain membahas aspek administrasi dan penganggaran, diskusi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan secara optimal agar mampu menunjang proses pembelajaran yang berkualitas. Kedua daerah juga saling berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi serta inovasi yang telah diterapkan dalam pengelolaan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antar daerah dalam mengembangkan kebijakan pendidikan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kunjungan kerja ditutup dengan sesi diskusi terbuka, pertukaran cendera mata, dan foto bersama sebagai simbol kerja sama serta komitmen bersama untuk terus memajukan dunia pendidikan di daerah masing-masing. ***
Editor : WAHYU










