MUSI RAWAS, NusantaraPosOnline.Com-Musibah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Dusun I, Desa Sungai Naik, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada Minggu (25/10/2026) dini hari.
Akibat peristiwa ini, sedikitnya empat unit rumah semi permanen warga hangus terbakar dengan kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, api pertama kali terlihat membubung tinggi sekitar pukul 01.30 WIB saat sebagian besar masyarakat masih tertidur. Struktur bangunan rumah yang mayoritas semi permanen membuat kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Api diketahui bersumber dari rumah milik Basar (70), sebelum akhirnya menjalar/merambat ke tiga rumah tetangganya, yakni milik Siti Aisyah (65), Junaidi (45), dan Tursina (70).
Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) BTS Ulu, AKP Fauzan Aziman, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil olah TKP awal dan keterangan saksi, diduga kuat penyebab kebakaran akibat adanya hubungan arus pendek listrik (korsleting) dari salah satu rumah.
Proses penjinakan api sempat terkendala oleh jarak tempuh lokasi kejadian yang cukup jauh dari pusat kecamatan. Kendati warga bersama aparat telah berupaya keras memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya, kondisi empat bangunan rumah tersebut dilaporkan hangus hingga mencapai 95 persen.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas, Darsan, menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian begitu menerima laporan untuk membantu proses penanganan pasca-kebakaran serta melakukan kaji cepat dampak bencana.
“Kami memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini karena seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri tepat waktu,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa estimasi total kerugian material akibat bencana ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 200 juta hingga Rp 500 juta
Menindaklanjuti kondisi darurat para korban yang kehilangan tempat tinggal, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk segera mendirikan posko pengungsian darurat dan menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, pakaian, serta kebutuhan balita dan lansia.
Saat ini, para korban terdampak untuk sementara waktu terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat sembari menunggu penataan dan bantuan rekonstruksi lebih lanjut dari pemerintah daerah. ***
Pewarta: MARWAN









