Disdikbud Jombang Sukses Ekskavasi Situs Pandegong Tahap 4

Situs Pandegong di Dusun Kwasen, Desa Menganto, Mojowarno, Jombang, yang kembali dilakukan ekskavasi.

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Jawa timur, sukses melaksanakan Ekskavasi situs Pandegong, tahap 4 selama 12 hari, sejak tanggal 15 – 26 Februari 2023.

Ekskavasi yang dilakukan ini, merupakan bentuk komitmen Disdikbud Jombang untuk menyelamatkan dan melestarikan situs purbakala, yang ada di Jombang.

Situs Pandegong yang berlokasi di Dusun Kwasen, Desa Menganto, Mojowarno, Jombang ini, telah melalui 3 tahap ekskavasi, yakni pada 12 – 21 November 2021 dan, 16 – 26 Maret 2022, serta 13 – 22 April 2022.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senen SSos, MSi menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerjasama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur dalam melaksanakan ekskavasi tahap empat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang luar biasa sehingga kita bisa menyelesaikan ekskavasi situs Pandegong tahap 4 ini.” Ungkap Senen, Kepala Disdik Jombang.

Dalam ekskavasi tahan 4, tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jatim menemukan 2 struktur baru Situs Pandegong, dan menemukan petunjuk periodesasi situs.

“Tim dari BPK Wilayah XI Jatim fokus menggali lahan di sebelah utara candi utama seluas 300 meter persegi. Hingga hari ke-7 eskavasi, mereka menemukan 2 struktur baru.” Ujarnya.

Pertama, struktur berbahan bata merah kuno persis di sebelah barat makam yang dikeramatkan warga setempat. Di bawah makam tersebut terdapat struktur candi perwara bagian tengah. Sedangkan beberapa meter di sebelah timurnya adalah candi utama.

Struktur purbakala ini memanjang dari selatan ke utara 155 Cm dengan tonjolan struktur ke barat sepanjang 100 Cm. Temuan kedua juga berupa struktur bata merah kuno di sebelah utara candi utama. Bangunan ini memanjang dari utara ke selatan 248 Cm, lebarnya 160 Cm, ketinggiannya maksimal 40 Cm.

Dalam ekskavasi itu, tim berhasil menampakkan seluruh area luar candi. Mulai timur, utara, barat dan selatan. Tim juga menemukan sejumlah obyek diduga cagar budaya mulai pemberat jala, pecahan keramik dinasti Song, koin kuno dinasti Tang hingga fragmen potongan arca. Tiga candi perwara atau candi wahana juga berhasil ditampakkan dengan jelas.

“Temuan obyek diduga cagar budaya (ODCB) dalam ekskavasi ini akan kita jadikan referensi penetapan cagar budaya tingkat kabupaten.” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kabid Kebudayaan, Didikbud Jombang, Dian Yunita Sari ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPK Jatim dan semua pihak yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan ekskavasi situs Pandegong.

“Kami berharap bisa terus bisa bersinergi dengan BPK dan tim untuk perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan  kebudayaan (cagar budaya) di Jombang khususnya.” harapnya.

Dari hasil ekskavasi tersebut, diketahui candi Pandegong telah mengalami kerusakan yang cukup masif terutama di sisi timur dan sudut tenggara candi utama.

Namun demikian, berdasarkan data arkeologis yang tersisa, candi ini layak dilestarikan mengingat pola ruang candi yang terdiri dari candi utama dan tiga candi perwara di wilayah Jombang baru kali ini ditemukan. Terlebih berdasar kajian sementara, candi ini dari masa abad 12 masehi.

Sehingga menjadi salah satu bukti fisik peradaban masa lalu yang penting dilestarikan.” Ujarnya. (Ris/Snt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!