Pemerintah

Gelar Jambore, DPMD Jombang Perkuat Kapasitas Kader Posyandu dan Layanan 6 SPM

×

Gelar Jambore, DPMD Jombang Perkuat Kapasitas Kader Posyandu dan Layanan 6 SPM

Sebarkan artikel ini
FOTO : Suasana kegiatan Jambore Kader Posyandu se-Kabupaten Jombang. Yang di gelar oleh DPMD Kab Jombang. Selasa, (2/12/2025).
Jambore-Kader-Posyandu-se-Kabupaten-Jombang (5)
Jambore-Kader-Posyandu-se-Kabupaten-Jombang (4)
Jambore-Kader-Posyandu-se-Kabupaten-Jombang (3)

Kegiatan jambore ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader posyandu dalam transformasi posyandu 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kader Posyandu. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, menggelar Jambore Kader Posyandu se-Kabupaten Jombang, pada Selasa, (2/12/2025), di Sendang Rejosari, Pucangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Jambore yang mengusung tema “Penguatan Peran Kader Dalam Transformasi Posyandu 6 Bidang SPM” ini, menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, bertukar informasi, serta meningkatkan peran aktif dan kompetensi kader sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Wakil Bupati Jombang Salamudin Yazid dalam sambutanya menegaskan, bahwa Posyandu bukan hanya identik dengan kesehatan ibu dan balita saja. Tetapi telah bertransformasi menjadi wadah pemeliharaan kesehatan masyarakat dengan peran dan manfaat yang jauh lebih luas.

Peran posyandu kini telah menjadi 6 bidang SPM (Standar Pelayanan Minimal) yaitu : Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sosial, Ketenteraman dan Ketertiban Umum.

“Seiring dengan perluasan layanan Posyandu yang mencakup 6 bidang SPM, maka peran kader sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat harus mampu melakukan deteksi dini terhadap masalah-masalah kesehatan dan sosial yang terjadi di tingkat keluarga,” ujar Wabup.

Untuk itu, ia berharap melalui jambore ini, para kader dapat menambah pengetahuan, meningkatkan mutu pelayanan, serta menularkan ilmunya kepada kader lain dan masyarakat secara luas, sehingga tercipta kader yang berdedikasi dan terampil. Ujar Wabup.

Dikesempatan yang sama, ketua Pembina Kader Posyandu Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi menegaskan bahwa kedepan kader posyandu tidak hanya menangani layanan kesehatan saja, tapi telah bertransformasi menjadi 6 bidang SPM.

“Bukan hanya lagi menangani layanan kesehatan saja akan tetapi sudah diperluas menjadi 6 bidang SPM, diantaranya bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, dan bidang sosial,” urainya.

Hal itu sesuai dengan keberadaan kader posyandu yang memiliki peran sangat strategis, dimana kader adalah ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui sosialisasi.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas posyandu baik melalui pembinaan, peningkatan kapasitas kader, penyediaan sarana prasarana maupun penguatan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMD Jombang, Sholahuddin Hadi Sucipto mengatakan Jambore Kader Posyandu 2025 tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan pelayanan posyandu bagi masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader posyandu dalam transformasi posyandu 6 bidang SPM. Menguatkan peran kader dalam pelayanan kesehatan di masyarakat mempererat tali silaturahmi antar kader se Kabupaten Jombang,” terang Sholahuddin.

Pemkab Jombang berharap hasil jambore ini dapat memperkuat peran kader posyandu dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak, penurunan stunting, serta pelayanan dasar lainnya di kabupaten Jombang.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah Lomba Kader Berprestasi TP PKK Kabupaten Jombang Tahun 2025, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa para kader di lapangan.

Adapun Penilaian Lomba Kader Berprestasi meliputi penilaian profil peserta, presentasi dan verifikasi lapangan.

Berikut para juaranya :

  1. Sirul Haniah, Bareng Juara I, tema, Cegah Pernikahan Anak (CEPΑΚ)
  2. Elly Astuti, Mancar, Peterongan Juara II, tema Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI)
  3. Sulistiana, Banyuarang, Ngoro Juara III, tema Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI)
  4. Kudrotin, Segodorejo, Sumobito, Juara I, tema Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH)
  5. Suliswati, Kromong, Ngusikan, Juara II, tema Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K)
  6. Lidya Atik Sukartiah, Gudo Juara III, tema GELARI PELANGI
  7. Nur Kholilah, Ngumpul, Jogoroto, Juara I, tema Bank Sampah Kemayu Berseri
  8. Anis Suciati, Wonosalam, Juara II, Pemanfaatan Pekarangan untuk Konsumsi B2SA.
  9. Puspita Aring, Mojowarno, Juara III, tema Aku Cinta Produk Dalam Negeri
  10. Narsih Taurizia, Sengon, Jombang, Juara I, tema Strategi Penanganan Stunting
  11. Ike Faulistin, Pandanwangi, Diwek, Juara II, tema Dapur Sehat untuk Penanganan stunting
  12. Azka Latifah, Gondek, Mojowarno, Juara III, tema Kartu Pasting untuk penurunan stunting. ***

Pewarta : RURIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!