JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Semarak Jombang Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang semakin meriah. Salah satu agenda besarnya, final Lomba Desain Batik Kabupaten Jombang Tahun 2026, resmi dibuka oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang, Ny. Yuliati Nugrahani Warsubi, bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang pada Sabtu (24/10/2026).
Kompetisi yang mengusung tajuk Symphony Batik Jombang ini menjadi panggung kreativitas bagi desainer lokal. Setelah melalui proses kurasi yang ketat dari puluhan pendaftar, tersaring 20 karya terbaik yang berhak melaju ke babak final. Uniknya, para finalis tidak hanya mempresentasikan gagasan mereka di atas kertas, tetapi juga mengaplikasikan motif rancangannya langsung pada media totebag untuk dinilai oleh dewan juri.
Berdasarkan penilaian komprehensif dari tiga dewan juri ahli Dr. Karam, S.Pd., M.A., Ph.D. (akademisi), Sugiyono (seniman batik khas Jombang), dan Drs. Imam Gozali A.R., M.Hum. (budayawan) desainer Akhmad Reza Maulana berhasil keluar sebagai juara pertama lewat karya desain batik memukau yang diberi judul “Candra Kartika”.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Jombang, Ny. Yuliati Nugrahani Warsubi, menyampaikan apresiasi tinggi atas tingginya antusiasme dan kreativitas para peserta. Ia menegaskan bahwa karya-karya yang lahir dari kompetisi ini tidak boleh berhenti sebagai pajangan lomba semata, melainkan harus membawa dampak ekonomi yang nyata.
“Melalui kolaborasi lintas sektor, seluruh gagasan terbaik dari lomba ini akan dikawal agar terhubung langsung dengan para perajin dan pelaku industri mode. Kita ingin motif-motif baru ini bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi nyata yang mampu mendorong geliat dan kesejahteraan pelaku UMKM di Kabupaten Jombang,” ujar Ny. Yuliati Nugrahani Warsubi.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Dekranasda berharap kekayaan narasi budaya dan kearifan lokal Jombang dapat terus lestari sekaligus beradaptasi dengan tren industri kreatif modern.
Lomba Desain Batik Kabupaten Jombang Tahun 2026 ini, tak hanya menjadi ajang kompetisi bagi 20 finalis terbaik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program W-ICA (World Cultural Exchange). Sebanyak 10 mahasiswa asing turut hadir menyemarakkan suasana melalui agenda audiensi bersama jajaran pemerintah daerah di Swagata, dilanjutkan dengan kunjungan edukasi industri kreatif batik warna alam dan anyaman pandan di Galeri Dekranasda.
Melalui penilaian yang objektif dan profesional, Lomba Desain Batik Jombang 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan juara di atas panggung, tetapi melahirkan ikon budaya baru yang siap memikat pasar nasional hingga internasional. ***
Pewarta: RISKA




