JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Warga Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, kini bisa menikmati fasilitas jalan dengan nyaman. Harapan mereka untuk memiliki akses jalan yang memadai akhirnya terwujud di tahun 2025. Melalui Dana Desa (DD), pemerintah desa membangun dua ruas jalan rabat beton di Dusun Bebekan dan Dusun Rowo Rayung. Proyek ini menjadi salah satu prioritas utama dalam mendorong mobilitas dan geliat ekonomi warga di wilayah pedesaan.
Kepala Desa Bakalanrayung, Budiono, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan ini sudah lama dinantikan masyarakat. Melalui hasil musyawarah desa, pembangunan dua titik jalan disepakati untuk direalisasikan tahun ini.
“Sudah sejak lama masyarakat mengusulkan perbaikan jalan, dan tahun ini kami bisa wujudkan. Ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan warga,” kata Budiono. Rabu (25/6/2025).
Adapun dua jalan yang dibangun adalah jalan di Dusun Bebekan sepanjang 135 meter dengan lebar 3 meter, dan jalan di Dusun Rowo Rayung dengan panjang 92,5 meter serta lebar 4 meter. Masing-masing proyek dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp 87 juta, bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

“Meski anggarannya terbatas, kami berusaha agar penggunaannya efisien dan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Kami ingin jalan ini awet, dan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” tegas Budiono.
Tak hanya sebatas pembangunan fisik, pengerjaan jalan tersebut dilaksanakan secara swakelolah oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Bakalanrayung. proses pengerjaan proyek ini juga melibatkan warga sekitar sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik, tapi juga soal harapan. Jalan ini membuka pintu bagi ekonomi yang lebih baik, pendidikan yang lebih lancar, dan pelayanan yang lebih dekat. Tahun depan, kita akan lanjutkan ke titik lain,” jelas Budiono.
Budiono berharap, agar pembangunan yang bersumber dari Dana Desa, khususnya proyek rabat beton di Dusun Bebekan dan Dusun Rowo Rayung, dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ia berharap infrastruktur yang dibangun bisa meningkatkan aksesibilitas, memperlancar aktivitas ekonomi warga, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di desa.

“Kami sangat berharap proyek ini benar-benar dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga bagian dari upaya kita mendorong kemajuan desa secara menyeluruh,” ungkapnya.
Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Munawir, menyebutkan bahwa proyek ini menjadi momen penting untuk menghidupkan semangat gotong royong.
“Pekerjaan kami lakukan sesuai dengan prosedur. Kami libatkan masyarakat lokal untuk tenaga kerja. Dengan begitu, mereka bukan hanya menikmati hasilnya nanti, tapi juga turut andil dalam prosesnya,” ujarnya.
Munawir menambahkan bahwa seluruh tahapan pembangunan dilakukan secara transparan, mulai dari pengadaan material, proses pengukuran hingga pengecoran. Ia juga menekankan pentingnya peran serta warga dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun.
“Kami pastikan kualitas jalan memenuhi standar. Tapi semua akan sia-sia kalau tidak dirawat. Kami berharap masyarakat ikut menjaga jalan ini agar tetap awet dan layak digunakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Warga setempat pun menyambut antusias pembangunan tersebut. Sebelumnya, akses jalan di kedua dusun itu sering rusak saat musim hujan, berlumpur, dan menyulitkan aktivitas warga. Dengan rabat beton yang baru, aktivitas pertanian, pendidikan anak-anak, dan pengangkutan hasil panen menjadi lebih lancar.
“Sekarang alhamdulillah jalannya halus. Anak saya berangkat sekolah lebih cepat, motor juga nggak pernah nyangkut lumpur lagi,” ujar Sunarti, warga Dusun Rowo Rayung.
Pemerintah Desa Bakalanrayung berencana melanjutkan pembangunan serupa di dusun-dusun lain secara bertahap. Menurut Budiono, perbaikan infrastruktur adalah salah satu kunci untuk membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat desa.
Dengan pembangunan ini, Desa Bakalanrayung mulai berubah. Perlahan tapi pasti, pembangunan desa berbasis kebutuhan warga mulai menunjukkan hasilnya—jalan yang mulus, semangat gotong royong yang tumbuh, dan harapan yang kembali menyala di tengah masyarakat. ***
Pewarta : WAHYU










