JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Desa Jombok terus memperkuat upaya pencegahan terhadap masalah sosial yang mulai mengkhawatirkan, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, serta maraknya praktik judi online.
Sebagai langkah nyata, Tim Penggerak PKK Desa Jombok menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Bahaya Narkotika dan Judi Online” yang menyasar pemuda dan anggota Linmas sebagai garda terdepan pengamanan lingkungan.
Ketua PKK Desa Jombok, Nur Azizah, S.Pd.I , mengatakan, ia menegaskan bahwa agenda ini bukan hanya sekadar sosialisasi biasa, melainkan gerakan moral untuk membentuk kesadaran kolektif masyarakat.
“Kami ingin memberikan pembinaan dan menambah wawasan masyarakat, terutama generasi muda. Harapannya, mereka memahami bahaya narkoba serta judi online dan tidak terjerumus ke dalamnya,”ujar Nur Azizah membuka kegiatan.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Pertama, Mohammad Sholahudin, S.H., M.H., menyampaikan materi dari perspektif hukum. Menjelaskan detail mengenai undang-undang yang mengatur peredaran dan penggunaan narkotika serta aturan penindakan terhadap pelaku judi online.
Selain itu, menerangkan mengenai keterlibatan dalam kedua pelanggaran tersebut dapat berujung pada sanksi pidana yang berat, bahkan dapat mengganggu masa depan pelakunya.
“Pencegahan adalah kunci. Semua pihak harus terlibat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah desa, agar lingkungan kita benar-benar bersih dari pengaruh negatif narkoba dan judi online.” ungkap Azizah.
Sementara itu, narasumber kedua, Aipda Dedi Hermawan, S.H., selaku Kanit Binmas, memaparkan bagaimana tren judi online dan penyalahgunaan narkotika kini banyak menyasar kalangan usia muda melalui media sosial dan aplikasi online. Peningkatan kasus-kasus tersebut seringkali diawali oleh rasa ingin tahu yang tidak diimbangi dengan pemahaman.
Acara yang berlangsung di balai desa tersebut diikuti dengan antusias oleh para peserta. Sejumlah pemuda mengajukan pertanyaan seputar bentuk-bentuk modus yang sering digunakan bandar judi online serta cara mengenali peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Para narasumber pun memberikan contoh-contoh kasus yang kerap terjadi dan tips pencegahan yang dapat diterapkan secara langsung.
Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun sinergi antara aparat desa, PKK, dan elemen masyarakat lainnya. Pemerintah Desa Jombok menilai bahwa keberhasilan menekan angka kenakalan remaja dan tindak pelanggaran hukum tidak hanya bergantung pada penegakan aturan, tetapi juga pada partisipasi masyarakat sebagai subjek pengawasan sosial.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap ke depannya masyarakat Desa Jombok semakin menyadari pentingnya menjaga lingkungan sosial yang aman, sehat, dan produktif,” ujar perwakilan Pemerintah Desa. Ia kemudian menegaskan komitmen pihak desa dengan menambahkan, “Kami berencana menjadikan kegiatan ini sebagai program berkelanjutan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk sekolah, organisasi pemuda, dan lembaga keagamaan.” pungkasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan bersama untuk membangun komitmen desa bebas narkoba dan judi online sebagai wujud menciptakan Jombang Maju dan Sejahtera. ***
Pewarta : WAHYU










