Pembangunan ini, bertujun untuk mempermudah akses petani ke lahan pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, mengurangi biaya transportasi, dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas pertanian.
JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, merealisasikan program pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang dibiayai dari program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang bersumber dari APBD Jombang 2025.
Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) ini merupakan salah satu prioritas pembangunan Pemdes Kedungjati dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warganya.
Jalan Usaha Tani yang dibangun tersebut jenes jalan rabat beton bertulang, berlokasi di area persawahan di Dusun Kayen, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, total panjang 320 meter dengan lebar 2,5 meter, menelan biaya besar Rp 200 juta.

Kepala Desa Kedungjati, Suwadji, mengatakan bahwa pembangunan jalan usaha tani ini merupakan hasil musyawarah desa (Musdes) yang menampung aspirasi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini mengalami kendala akses menuju lahan pertanian.
“Pembangunan Jalan Usaha Tani ini memang menjadi kebutuhan mendesak. Selama ini akses menuju sawah cukup sulit, terutama saat musim hujan. Dengan adanya jalan ini, kami berharap aktivitas pertanian bisa lebih lancar dan efisien,” ujar Suwadji saat dikonfirmasi, pada Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, keberadaan jalan usaha tani tidak hanya mempermudah mobilitas petani, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan hasil dan nilai jual panen.

“Jika aksesnya baik, biaya angkut hasil pertanian bisa ditekan, waktu panen lebih cepat, dan kualitas hasil panen juga lebih terjaga. Ini tentu berdampak positif bagi kesejahteraan petani,” tambahnya.
Suwadji juga menegaskan bahwa Pemdes Kedungjati berkomitmen menjalankan pembangunan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan. Ia menyebutkan bahwa papan proyek dipasang sebagai bentuk keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tahu secara jelas anggaran, lokasi, dan volume pekerjaan. Dengan keterbukaan ini, kami berharap masyarakat ikut mengawasi dan menjaga hasil pembangunan,” ujarnya.
Kades Kedungjati menambahkan, bahwa tujuan pembangunan JUT ini untuk mempermudah akses petani ke lahan pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, mengurangi biaya transportasi, dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas pertanian.

“Jadi intinya pembangunan ini, bertujuan untuk kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.” Imbuhnya.
Sementara itu, Sisno Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Kedungjati menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan dilakukan sesuai dengan perencanaan teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam RAB.
Sisno memastikan pekerjaan berjalan sesuai volume dan kualitas, pelaksanaan pekerjaan di mulai bulan November kini pekerjaan sudah selesai 100 persen.
“Kami melakukan pengawasan secara berkala agar hasil pembangunan benar-benar kuat dan tahan lama,” ungkap.
Sisno juga menjelaskan bahwa dalam proses pelaksanaan, pihaknya melibatkan tenaga kerja dari warga setempat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat desa.

“Kami melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Selain mempercepat pekerjaan, hal ini juga memberikan tambahan penghasilan bagi warga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sisno menambahkan bahwa pembangunan JUT ini diharapkan mampu menunjang kelancaran distribusi sarana pertanian, seperti pupuk dan benih, serta mempermudah keluar masuk alat pertanian ke area persawahan.
Pembangunan infrastruktur pertanian ini disambut baik oleh masyarakat Dusun Kayen. Warga berharap keberadaan jalan usaha tani dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan terealisasinya pembangunan JUT melalui dana BKK tahun 2025 ini, Pemerintah Desa Kedungjati berharap sektor pertanian semakin berkembang, produktivitas meningkat, serta perekonomian masyarakat desa dapat tumbuh secara berkelanjutan. ***
Pewarta : RISKA










