Infrastruktur yang dibangun tersebut yakni : Pagar Kantor Desa, Rumah Keranda Jenazah, dan Pembangunan Panggung di Punden desa setempat
JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada tahun 2025 Sebagai wujud kepedulian terhadap esa, tahun ini merealisasikan tiga proyek pembangunan infrastruktur sekaligus.
Tiga pembangunan tersebut sepenuhnya dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2025, yang dialokasikan pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana desa. Adapun proyek yang dikerjakan meliputi :
- Pembangunan Rumah Krenda Jenazah, berukuran 3 x 5 meter di Dusun Losari Krajan menelan anggaran Rp 50 juta
- Pembangunan pagar kantor desa sepanjang 75 meter dengan tinggi 2,6 meter di Dusun Sidopulo menghabiskan anggaran Rp 100 juta.
- Pembangunan punden pondasi panggung berukuran 8 x 6 meter, pelebaran area panggung 32×9 meter, dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 32 meter berada di dusun Sidopulo menghabiskan biaya Rp 100 juta.
Kepala Desa Losari Sutrisno mengatakan, bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan sarana prasarana yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini Desa Losari bisa melaksanakan pembangunan yang memang dibutuhkan warga. Dengan adanya rumah krenda, pagar kantor desa, serta peningkatan fasilitas panggung dan TPT, kami berharap pelayanan dan kegiatan masyarakat bisa berjalan lebih baik,” ucap Sutrisno. Senin (01/09/2025).
Lanjutnya, Pengerjaan ketiga proyek ini dilaksanakan secara swakelola, oleh Tim pengelola kegiatan (TPK) Desa Losari, dengan melibatkan tenaga kerja dari warga setempat. Saat ini ketiga proyek tersebut sudah selesai 100% dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Rumah Keranda Jenazah ini, kami bangun agar punya tempat penyimpanan yang layak, untuk menyimpan peralatan kematian setelah digunakan.” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya rumah khusus, keranda juga lebih terjaga kebersihan dan keawetannya, karena terlindungi dari panas, hujan, maupun kerusakan. Pembangunan ini sekaligus menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap fasilitas pemakaman agar lebih tertata dan layak.

“Pagar kantor desa ini kami bangun bukan hanya untuk memperindah tampilan, tetapi juga demi keamanan dan ketertiban lingkungan kantor. Adanya pagar, akses keluar masuk bisa lebih tertata, aset desa terlindungi, dan pelayanan kepada masyarakat pun menjadi lebih nyaman. Kami ingin kantor desa benar-benar menjadi tempat yang representatif sekaligus simbol identitas desa,” ungkap Kepala Desa.
Sutrisno menjelaskan bahwa pembangunan pondasi panggung, pelebaran area panggung, dan TPT di sekitar punden dilakukan agar tempat kegiatan masyarakat lebih representatif. Ia menyebutkan, panggung yang kuat dan luas dapat dimanfaatkan untuk acara budaya, keagamaan, maupun kegiatan desa lainnya. Sementara itu, TPT dinilai penting untuk menjaga area tetap aman dari longsor atau erosi. Menurutnya, semua pembangunan tersebut bertujuan demi kenyamanan dan keberlangsungan aktivitas warga.
Sementara itu, Ketua TPK Desa Losari Ainur Rokhim menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan sesuai dengan perencanaan dan teknis yang telah ditentukan.
“Kami melaksanakan pembangunan sesuai dengan RAB, mulai dari pemilihan material, proses pengerjaan, hingga penyelesaian proyek. Harapannya, hasil pembangunan ini dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Desa Losari,” tegasnya. ***
Pewarta : RISKA










