JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Desa (Pemdes) Mejoyolosari, Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang Jawa Timur, Realisasikan program bibit gratis untuk masyarakat desa setempat. Bibit tersebut berupa jeruk Pamula (Jeruk Siem Po).
Program bantuan bibit gratis itu, bersumber dana dari BKK (Bantuan Keuangan Khusus) Sarpras Kabupaten Jombang tahun anggaran 2022, dan besar anggaran yang dialokasikan senilai Rp150 juta.
Total jumlah bibit jeruk yang dibagikan gratis kepada masyarakat sejumlah 6000 batang. Dengan perincian sebagai berikut, 3.900 bibit dibagikan ke masing-masing Kepala keluarga (KK) dan per KK menerima 4 bibit. Sedangkan sisa bibit sejumlah 2.100 dibagikan ke petani yang memiliki lahan yang cukup, sekitar 31 petani.

Kelompok petani Holtikultura yang diketuai Trimo juga mengapresiasi kepada Pemdes, yang telah membantu para petani dan warga desa, membagikan bibit gratis
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemdes Mejoyolosari, atas bantuan bibit jeruk yang dibagikan secara gratis kepada 31 petani yang memiliki lahan, serta 3.900 bibit untuk warga, per warga menerima bibit itu 4 batang” tutur Trimo kepada wartawan, Jum’at (13/1/2023).
Trimo mengatakan jenis bibit jeruk yang dibagikan yaitu jeruk Pamula (jeruk Siem Po), karena didaerah kami sangat potensi untuk pengembangan tanaman tersebut.
“Selanjutnya, para petani di desa kami, menjadikan petani buah, khususnya jeruk jenis Siem Po, dan bisa memenuhi pasar daerah maupun pasar luar daerah.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Mejoyolosari Supa’at juga memberikan bantuan bibit itu, bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat maupun petani, supaya bisa menjadikan jeruk sumber penghasilan tambahan para warga.
“Kami,berkeinginan atau tujuan utama, menjadikan desa wisata khususnya untuk Destinasi petik jeruk yang ada di wilayah kecamatan Gudo” kata Supa’at saat ditemui wartawan . Jum’at (13/1/2023).
Sebelum ada pembagian bibit gratis, lebih lanjut penuturan Kades, kita juga melaksanakan Sosialisasi kepada warga maupun petani yang terbentuk kelompok tani Holtikultura, pada tanggal 29 Desember 2022, pembagian dan Bimtek kepada petani.
“Pemanfaatan lahan dan penanaman bibit jeruk, untuk pengembangan produk unggulan desa dan ketahanan pangan tingkat desa” ungkapnya.
Lebih lanjut penuturan Kades, Dan menjadikan desa mandiri, sebelum dilakukan pembagian kepada 31 petani lahan, pihak Desa dengan petani menandatangani MOU untuk hasil panen nantinya, pada 2 tahun ke depan.

“Dan hasil dari panen petani lahan, kita masukkan ke Bumdes nantinya, untuk pengembangan desa Mejoyolosari” pungkas Kades. (Ris/Snt)










