Agama  

Pengurus IPNU dan IPPNU Jombang Dilantik di Pendopo Kabupaten

Pengurus IPNU dan IPPNU Jombang periode 2024-2026 dilantik di Pendopo Kabupaten Jombang pada Jumat (03/05/2024) petang.

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Perempuan Nahdlatul Ulama (IPPNU) periode 2024-2026 dilantik di Pendopo Kabupaten Jombang pada Jumat (03/05/2024) sore. Total pengurus yang dilantik yaitu 57 dari IPNU dan 57 dari IPPNU.

Hadir dalam acara ini Pj Bupati Jombang Sugiat, Forkopimda Kabupaten Jombang, Ketua PCNU Kabupaten Jombang beserta jajaran, Ketua PW IPNU IPPNU Jawa Timur, dan Ketua PC IPNU IPPNU Jombang.

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang membuka kegiatan ini, dilanjutkan dengan Ya Lal Wathon dan mars IPNU IPPNU. Pembacaan ayat suci Al Quran menambah khidmatnya suasana.

Pengurus baru IPNU dilantik langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa Timur, Irfansyah. Dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru IPPNU yang dilantik oleh perwakilan Ketua PW IPPNU Jawa Timur.

Ucapan terima kasih disampaikan Ketua PW IPNU Jawa Timur Irfansyah mengucapkan ucapan terima kasih kepada Pj Bupati Sugiat yang selama ini menjadi support system IPNU dan IPPNU. Waktu yang dihabiskan untuk mengurus NU diyakini dapat membawa keberhasilan nantinya.

“Pak Pj Bupati, ngopeni NU itu termasuk investasi sosial. Jika IPNU IPPNU aman, apa yang Pemerintah Kabupaten Jombang inginkan siap dikolaborasikan, ” ujar Irfansyah.

Terkait dengan penguatan visi kepemudaan, Indonesia sebentar lagi mencapai puncak bonus demografi. Maka dari itu penting bagi IPNU dan IPPNU untuk mengambil peran strategis, bagus, matang, dan ideal dalam menjaga kontur kepemudaan.

“Saya berharap ayo IPNU dan IPPNU kompetitif baik dengan eksternal NU atau bahkan dengan rekan sendiri. Kompetitif ini jangan dikonotasikan negatif, ” jelas Irfansyah.

Pj Bupati Jombang Sugiat, yang sudah menjabat selama tujuh bulan menyampaikan permohonan maaf  apabila selama menjabat belum bisa memenuhi keinginan IPNU dan IPPNU. Pihaknya membuka pintu diskusi dengan IPNU dan IPPNU untuk bisa menerima segala masukan.

“Kemarin sebelum acara ini, sudah ada audiensi dengan IPNU dan IPPNU. Alhamdulillah apa yang menjadi rencana untuk menggelar pelantikan dan Halal Bi Halal, bisa terwujud. Sebagai bapaknya Jombang, siapa saja yang mau datang saya terima,” tutur Pj Bupati Sugiat.

Pj Bupati Jombang yang juga Kabinda Sulawesi Barat ini menuturkan, Jombang memiliki wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang banyak. Jumlah penduduk di Provinsi Sulawesi Barat saja tidak lebih banyak dari jumlah penduduk di Kabupaten Jombang. Maka dari itu, dalam membangun Jombang perlu upaya ekstra dan tidak bisa dilakukan sendiri.

Pj Bupati Sugiat kembali menekankan pentingnya K3 dalam menjalankan pemerintahan. K3 tersebut yaitu koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi.

“Mari kita wujudkan bentuk K3 ini. Saya yakin kedepannya dalam membangun Jombang tidak akan ada halangan jika K3 dilakukan. Hasilnya nanti K2, yaitu kerja ikhlas dan kerja tuntas,” jelas Pj Bupati Sugiat.

Pj Bupati Sugiat mendapatkan masukan dari IPPNU terkait penanganan kasus bullying. Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Jombang sudah memiliki satgas bullying di sekolah-sekolah.

“Di Jombang sudah ada satgas penanggulangan perundungan di sekolah. Meski demikian, tidak mungkin dilakukan di satu sekolah, perlu kolaborasi,” jelas Pj Bupati Sugiat.

Putra Daerah asal Dusun Kalongan Desa Japanan, Kecamatan Gudo ini dalam melaksanakan tugasnya mendapatkan amanah untuk melaksanakan 10 program prioritas dari Presiden RI. Adapun tugas tersebut mengatasi kemiskinan ekstrem, menurunkan angka stunting, mengendalikan inflasi, mengawasi investasi agar perizinannya tidak berbelit-belit, menjaga stabilitas situasi politik, menjaga kerukunan umat beragama dan lain sebagainya. Guna menyukseskan tugas tersebut, perlu upaya seluruh pihak termasuk dengan IPNU dan IPPNU.

Pj Bupati Sugiat menyampaikan, pihaknya butuh ide brilian, baru, dan segar. Selain itu, Jombang butuh pemuda yang kaya akan kreasi dan inovasi. Pj Bupati Sugiat menyampaikan akan menerima ide apapun asal proporsional, efektif, efisien, serta membawa kesejahteraan umat.

Anak muda seperti IPNU dan IPPNU adalah generasi yang kelak membawa perubahan. Guna memberikan semangat kepada pengurus baru IPNU dan IPPNU, Pj Bupati Sugiat juga menggelorakan pidato Bung Karno.

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata Pj Bupati Sugiat mengutip pidato Bung Karno.

Pj Bupati Sugiat menyampaikan dirinya diberi tugas mempersiapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Tugas ini tidak lain untuk menyambut bonus demografi menuju Indonesia emas. Terkait hal ini, Pj Bupati Sugiat menyampaikan pemuda seperti IPNU dan IPPNU besar peranannya dalam menuju Indonesia emas.

“Pemuda adalah tulang punggung bangsa. Pemuda seperti IPNU dan IPPNU adalah tulang punggung bangsa,” ujar Pj Bupati Sugiat.

Organisasi kepemudaan Islam seperti IPNU dan IPPNU selama ini berkegiatan dengan sukarela dan penuh semangat. Pj Bupati Sugiat pun mengaku, banyak belajar dari IPNU dan IPPNU.

“Ada istilah Jawa ‘kebo nyusu gudel’, filosofinya tidak ada salahnya yang tua belajar kepada yang muda,” ungkap Pj Bupati Sugiat.

Terakhir, Pj Bupati Sugiat mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi IPNU dan IPPNU untuk Jombang. Dalam masa jabatannya yang hanya satu tahun, Pj Bupati Sugiat yakin bisa membawa Jombang ke arah yang lebih baik dengan dukungan dari IPNU dan IPPNU.***

Editor : SINTA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!