JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Bank Jombang, pada tahun 2021 membangun gedung kantor 7 lantai yang megah menelan dana Rp 19,779 mliar, yang duitnya dapat dari hutang kepada kepihak ketiga.
Bangunan megah ini baru selesai dikerjakan pada awal Februari 2022. Bahkan gedung ini sampai hari ini belum diresmikan.
Pada hari Sabtu (19/2/2022) Bank Jombang yang merupakan perusahaan plat merah menjadi tuan rumah kegiatan Rapat Kerja Wilayah I (Rakerwil I) PERBAMIDA (Perkumpulan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah) tahun 2022.
Rakerwil 1 PERBAMIDA tahun 2022, diikuti oleh PERBAMIDA Se Jawa Timur, acara ini oleh Bank Jombang, ditempatkan dikantor barunya gedung 7 lantai hasil hutang. Dan dibuka oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab.
Dalam sambutanya Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, terkesan pamer gedung kantor baru Bank Jombang, gedung mewah 7 lantai. Berikut ini isi sambutan Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, saat pembukaan Rakerwil 1 PERBAMIDA tahun 2022 :
“Suatu kehormatan Kabupaten Jombang menjadi tuan rumah berkumpulnya para PERBAMIDA Se Jawa Timur, digedung Baru 7 lantai Bank Jombang.
“Gedung Baru Bank Jombang 7 lantai yang ada di Jalan Presiden Gus Dur kini menjadi Kantor Pusat Bank Jombang yang baru ini telah beroperasi pada tanggal 14 Februari 2022. Sekarang lebih luas, lebih representatif, lebih megah. Sebelumnya Kantor Pusat Bank Jombang berada di Jalan KH. Wahid Hasyim disebelahnya Perusda Apotek Seger”, tutur Bupati Mundjidah Wahab mengawali sambutannya.
Baca Sebelumnya :
- Besok Pagi, Kantor Baru Bank Jombang Rp 19,779 M Hasil Hutang Akan Diresmikan Bupati
- Ground Breaking Pembangunan Gedung Kantor PT. BPR Bank Jombang, Ini Kata Bupati Jombang
- Dibiayai Hutang Rp 19, 779 M, Proyek Gedung 7 Lantai Kantor Bank Jombang Ditengah Corona
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan selamat datang kepada perwakilan dari Bank Milik Pemerintah Daerah se-Jawa Timur di Kabupaten Jombang. Semoga acara ini bisa semakin memperkuat sinergitas antara semua Bank Milik Pemerintah Daerah di Jawa Timur, dan sebagai upaya kita untuk memantapkan kinerja seluruh jajaran BPR menjadi lebih profesional”, tambahnya.
Disampaikan Bupati bahwa BPR milik pemda sebagai pengejawantahan salah satu nawacita pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran, mempunyai tanggung jawab sebagai salah satu agen Pembangunan Daerah. Sehingga, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemerintah Daerah diminta lebih berkontribusi di tengah masyarakat, khususnya perdesaan.
Untuk itu, Bupati Jombang berharap BPR milik Pemda bisa dikelola secara profesional. Untuk menjadi lembaga yang profesional, BPR milik Pemda harus diperkuat dengan sumber daya manusia yang mumpuni dan mampu dari segi subtansi maupun manajerial dan mampu bersaing di masa depan.
Dalam pertemuan ini, Bupati berharap seluruh pengurus BPR milik Pemda menyamakan persepsi. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah Milik Pemda yang memiliki pangsa pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan yang tercipta karena perkembangan teknologi. Bank harus bisa adaptif dengan kebutuhan masyarakat.
Saat ini pola transaksi masyarakat semakin bergeser. Masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi secara digital, tantangan yang mulai pelan-pelan muncul yaitu bervariasinya pilihan masyarakat untuk mengakses pembiayaan. Dimana yang salah pilih akhirnya bisa terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal.
“Kami harap eksistensi dari BPR ini bisa menjawab tantangan-tantangan itu”, tandasnya, demikian isi sambutan Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, saat membuka acara Rakerwil 1 PERBAMIDA tahun 2022, bertempat di kantor baru Bang Jombang. Sabtu (19/2/2022) yang dikutif NusantaraPosOnline.Com dari laman www.jombangkab.go.id situs resmi Pemkab Jombang.
Namun Bupati Jombang dalam pidatonya, tidak menyebutkan sumber dana pembangunan kantor baru Bank Jombang 7 lantai, sebesar Rp 19,779 miliar, dari hasil hutang.
Untuk dikrtahui, Bank Jombang, adalah merupakan Perseroan Daerah yang (Perseroda) atau BUMD yang berbentuk perseroan terbatas, milik Pemkab Jombang. (Why)










