Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku jasa konstruksi guna mendukung pembangunan di daerah.
JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bidang Jasa Konstruksi II. Di Ruang Soero II, Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang, pada Rabu (9/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu sumber daya manusia di sektor konstruksi. Yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku jasa konstruksi guna mendukung pembangunan di daerah.
Pelatihan ini dilaksanakan atas kerja sama antara Dinas PUPR Kabupaten Jombang dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, sebagai bentuk sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, serta para perwakilan dari badan usaha jasa konstruksi yang beroperasi di Kabupaten Jombang.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun kompetensi teknis dan profesionalisme pelaku usaha di bidang konstruksi.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni : M. Arief Abdurrahman, ST, MT, yang menyampaikan materi tentang Penyusunan Sertifikasi Teknis Bangunan Gedung, selanjutnya Ir. Setyasto Puntodewo, ST, MT, yang memberikan wawasan dan penguatan terkait teknis dan regulasi dalam sektor konstruksi.
Kepala Dinas PUPR Kab Jombang Bayu Pancoroadi, mengtakan, dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memahami dan mengimplementasikan standar-standar teknis bangunan gedung secara profesional serta mendukung pelaksanaan proyek yang aman, efisien, dan sesuai regulasi.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan sektor konstruksi yang berdaya saing.” Ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pelaksana dan pengelola pekerjaan konstruksi di daerah.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para peserta pelatihan agar lebih baik lagi, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pembangunan infrastruktur, baik dari aspek efisiensi anggaran, ketepatan teknis, keamanan, maupun keselamatan kerja, baik bagi pekerja maupun masyarakat dan lingkungan sekitar,” pungkas Bayu Pancoroadi. ***
Pewarta : RURIN










