JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek perbaiakan jalan dengan cara tambal sulam, di ruas jalan provinsi di wilayah Kecamatan Kabuh dan Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menuai kecaman dan sorotan tajam LSM dan masyarakat.
Pasalnya proyek milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur ini, alih-alih memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, proyek yang dikerjakan pada Juni 2026 tesebut, justru menghasilkan kekecewaan masyarakat pembayar pajak, lantaran proyek diduga dikerjakan secara asal-asalan.
Koordinator Aliansi rakyat anti korupsi (Arak) Jawa timur Safri Nawawi menilai bahwa, pekerjaan proyek tambal sulam tersebut diduga kuat dilaksanakan secara asal-asalan sehingga memicu kekecewaan masyarakat.
Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauan Arak Jatim, dilapangan pada Rabu (10/6/2026) pekerjaan penambalan jalan di wilayah kecamatan Kabuh dan Kecamatan Tembelang, pihaknya menemukan sejumlan dugaan penyimpangan.
“Hasin temuan dilapangan misalnya, terlihat material aspal terkesan asal timbun tanpa pemadatan maksimal, padahal di lokasi pekerjaan terlihat alat baby roller (alat pemadat).” Ujar Safri, Kamis (11/06/2026).
Tak hanya itu, permukaan tambalan jalan bergelombang, tidak rata dengan aspal yang lama, dan menimbulkan getaran saat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Yang lebih parah lagi tambalan lubang jalan provinsi ini, mengunakan campuran material aspal bekas sekrapan (Reclaimed Asphalt Pavement atau RAP), yakni material sisa hasil pengelupasan / penggarukan permukaan jalan aspal lama.” Ungkap Safri.
Menurut Safri, pengerjaan penambalan jala secara asal-asalan dan mengunakan campuran aspal bekas, dipastikan tambalan tidak tahan lama, dan mudah mengelupas kembali, terlebih saat musim hujan.
Atas temuan tesebut, ia curiga pengerjaan sengaja dilakukan asal-asalan dan menggunakan campuran aspal bekas, tujuannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi alias korupsi.
“Kami menduga, ini sengaja dilakukan oleh dinas dan pelaksana untuk mengerok keuntungan besar, untuk kepentingan pribadi.” tegas safri.
Ia menambahkan, fenomena ini adalah masalah klasik dalam pemeliharaan infrastruktur jalan yang selama ini luput dari pengawasan masyarakat, ditengah lemahnya pengawasan dan penindakan dari penegak hukum.
“Sebenarnya ini, fenomena klasik karena lemahnya pengwasan dan penindakan dari penegak hukum. Cilakanya lagi, kondisi ini juga luput dari pengawasan masyarakat. Sehingga dinas dan pelaksa pemeliharaan jalan, leluasa melakukan praktik-praktik penyimpangan sepanjang masa.” imbuhnya.
Safri pun mengajak masyarakat mengawasi dan memvideokan perbaikan jalan yang dinilai asal-asalan, karena ini bisa menjadi cara efektif untuk menuntut transparansi publik.
“Pastikan keselamatan anda, ambil bukti video dari sudut yang jelas (tunjukkan kerusakan atau ketebalan aspal), dan unggah ke media sosial seperti Tik Tok atau Instagram dengan menandai akun pemerintah daerah setempat.” ucap safri.
Safri juga berharap, agar Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim untuk segera mengevaluasi kualitas pekerjaan tersebut.
“Uang negara jangan sampai mubazir untuk tambalan jalan yang umurnya cuma bisa bertahan dua tiga minggu saja.” imbuhnya.
Sementara itu, menurut seorang warga desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh, menyebutkan bahwa sudah menahun lubang jalan yang ada di dekat rumahnya seperti dipelihara, dan diperbaiki alakadarnya saja oleh dinas Binamarga.
“Rumah saya ada dipinggir jalan dekat sini, saya tau dari dulu lubang jalan yang di tambal di lokasi itu-itu saja. Setelah ditambal baru dua tiga minggu sudah rusak lagi, tambalannya mengelupas dan materialnya sudah berhamburan. Jadi hasil penambalan jalan sangat mengecewakan warga.” Ujar warga Desa Karang Pakis, yang tidak mau disebutkan namanya.
“Kayaknya lubang jalan, sengaja dipelihara bukan di perbaiki dengan benar. Kalau ditambal dengan benar, tidak mungkin baru dua tiga minggu sudah rusak lagi dititik yang sama.” Ujarnya.
Ia menduga penambalan jalan di dekat rumahnya dikerjakan asal-asalan, karena fakta di lapangan hasil pekerjaan tambalan jalan cepat rusak, di titik yang sama.
“Ini kalau hujan pasti nggenang dan cepat rusak. Tambalannya kayak cuma ditempel alakadarnya, nggak sesuai SOP,” ungkap warga.
Terkait masalah ini, pada Rabu (10/6/2026) NurantaraPos, mencoba meminta konfirmasi kepada petugas dan pekerja, yang tengah melaksanakan perbaikan / penambalan jalan di Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh, tepatnya titik J628+475, Karang Don.
Namun mereka menolak untuk memberikan klarifikasi, dan mengarahkan agar meminta konfirmasi ke kantor Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim yang ada di Mojokerto. ***
Pewarta : RURIN












