Hukrim  

Bechi Putra Kiai di Jombang Buron Kasus Pencabulan, Akhirnya Menyerahkan Diri

Suasana dilingkungan pesantren Shiddiqiyyah desa Losari, Kec Ploso, tempat tingga Moch Subchi Azal Tzani, hingga malam hari masih, di kepung polisi. Kamis malam (7/7/2022)

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Moch Subchi Azal Tzani (MSAT) alias Mas Bechi  tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santri wati di Jombang, yang buron sejak pertengahan Januari 2022 akhirnya menyerahkan diri kepada Polisi, pada Kamis malam (8/7/2022) sekitar pukul 23.00 WIB.

Bechi yang merupakan anak dari pengasuh Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang, KH  Muhammad Mukhtar Mukthi ini, menyerahkan diri kepada polisi. bechi menyerahkan diri, setelah rumahnya yang ada didalam lingkungan pesantren Shiddiqiyyah dikepung kurang lebih 17 jam oleh pihak kepolisian gabungan dari Polda Jatim, dan Polres Jombang.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, dalam keteranganya, mengatakan bahwa MSAT baru saja menyerahkan diri kepada polisi, dan langsung dibawa ke Mapolda Jatim untuk diperiksa.

“Proses hukum kasus ini sudah sesuai prosedur hukum. Karena ada korban yang melapor, maka polisi wajib melindungi masyarakat. Memang dalam proses hukum kasus ini kami melakukan rekonstruksi untuk melengkapi bukti dalam proses penyidikan, ini membutuhkan waktu. Tapi yang jelas berkas perkaranya pada Januari 2022 sudah dinyatakan lengkap. Jadi proses hukum harus berjalan.” Tegas Nico, dihalaman Ponpes Siddiqiyah Ploso Jombang. Kamis (7/7/2022) malam.

BACA JUGA :

Selanjutnya, Sambung Nico, kami akan sesegera mungkin akan berkoordinasi dengan Kejaksaan, untuk menyerahkan tersangka, supaya diproses hukum lebih lanjut. Kata Nico.

Saat disinggung, sembunyi dimana Bechi selama ini ? “Untuk sembunyinya, tidak perlu kami sampaikan. Namun yang jelas tersangka selama ini ada disekitar sini (di sekitar Pesantren Shiddiqiyyah). Saya dari pagi sudah mengikuti jalanya penjemputan paksa ini. Karena saya ingin supaya proses hukum ini bisa berjalan dengan baik.” Pungkas Kapolda Jatim.

Sebagai informasi, sebelum buronan kasus pencabulan ini menyerahkan diri kepada polisi. Sejak Kamis pagi (7/7/2022) sekitar pukul 08.00 WIB tadi pagi, ratusan petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang, sudah mengepung Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, di Desa Losari, Kecamatan Ploso, untuk melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka.

Bahkan sempat terjadi ketegangan antara polisi dengan ratusan massa simpatisan Bechi, yang menghalang-halangi polisi yang akan masuk kedalam kawasan Pesantren Shiddiqiyyah untuk menjemput paksa tersangka. Namun berhasil diredam polisi.

Hingga akhirnya, polisi bisa masuk kedalam kawasan pesantren, dan betemu dengan pengasuh Pesantren Shiddiqiyyah, KH  Muhammad Mukhtar Mukthi orang tua dari Bechi, untuk melakukan negosiasi, polisi meminta agar sang Kiai menyerahkan anaknya, untuk dibawa ke Polda Jatim.

Namun, Mukhtar menolak permintaan polisi. Tapi Mukhtar berjanji akan mengantarkan sendiri anaknya yang jadi tersangka dugaan pencabulan ke Polda jatim.

Dari pantauan NusantaraPosOnline.Com dilapangan. Meski Mukhtar sudah berjanji akan antar kan sendiri anaknya ke Polda Jatim. Tapi polisi tidak mau buruannya kabur, polisi tetap mengepung sekitar kawasan pesantren, dan melakukan upaya agar bisa membawa sitersangka cabul ini ke Polda Jatim, hingga akhirnya pada tengah malam tadi, Bechi menyerahkan diri. (Why)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!