godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Desember 5 2021
Home / Investigasi / Belum 1 Bulan Jalan Paving Sukodadi Hancur, Kades Sukoyo : Pekerjaan Memang Saya Borongkan
Jalan Paving selesai dibangun Agustus 2021 baru satu bulan sudah rusak parah. Nampak foto jalan paving yang menurut Kades Sokodadi Sudah diperbaiki. Namun masih terlihat rusak parah. Selasa (2/11/2021)

Belum 1 Bulan Jalan Paving Sukodadi Hancur, Kades Sukoyo : Pekerjaan Memang Saya Borongkan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek Jalan usaha tani (JUT) berupa bangunan Jalan Paving, yang berlokasi didusun Kwacang, Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, serat penyimpangan.

Pasalnya proyek jalan yang dibiayai dari program Jombang Berkadang (Jombang berkarakter dan berdaya saing)  dari APBD Jombang 2021 sebesar Rp 46.250.000.  Baru selesai dikerjakan pada Agustus 2021 lalu, baru 1 bulan selesai dibangun jalan sudah memprihatinkan hancur dan amburadul.

Seharusnya proyek ini dikerjakan secara swakelola, dengan skema padat karya tunai (PKT) yang melibatkan tenaga kerja dari warga desa setempat. Namun  kenyataanya dilapangan oleh Kades Sukodadi bernama Sukoyo, malah proyek ini diborongkan, kepada pemborong diluar desa Sukodadi.

Kepala desa Sukodadi Sukoyo, dan kantor desa setempat

Yang lebih parah lagi, pelaksanaan proyek jalan ini diduga dikerjakan tidak sesuai volume. Menurut papan nama proyek yang terpasang dilokasi (Lokasi proyek) tertulis volume jalan Paving sepanjang 66 meter dan lebar 3 meter, namun kenyataan dilapangan lebar jalan hanya 2,5 meter, kurang.

Anggota bidang pengkajian Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Simalungun, mengatakan tindakan Kades Sukodadi, memborongkan proyek itu kepada pemborong luar desa jelas menyalahi aturan, dan salah kaprah, dan tidak berpihak kepada rakyatnya yang sudah memilihnya sebagai Kades.

“Dimasa pandemi banyak warga yang sulit mencari kerja, seharusnya Kades Sukodadi, memberdayakan warganya untuk mengerjakan proyek. Agar ongkos kerja yang besarnya sekitar 25 persen dari nilai proyek bisa dinikmati oleh warganya sendiri. Apalagi proyek program Jombang Berkadang ini aturanya harus dikerjakan swakelola. Jadi ini ngawur.” Tegas Simalungun. Selasa (2/11/2021).

Simalungun mengaku, pihaknya sudah mengetahui pihak yang mengerjakan proyek ini, yakni orang berinisial RFI, warga Desa Ngrandulor kecamatan Peterongan.

“Pada 9 September 2021 lalu kami sudah mengkonfirmasi kepada RFI, dan ia mengakui mengerjakan proyek itu. RFI juga menjelaskan untuk pengerjaan dilapangan memang dibantu oleh oknum wartawan berinisial YD. Bahkan RFI mengaku pekerjaannya belum dibayar oleh Kades Sukodadi.” Ujar Simalungun.

Ia juga menjelaskan, pihaknya juga sudah mendapat keterangan dari YD (Oknum wartawan).

“Tim kami dilapangan, pada September 2021 sudah pernah ketemu YD. Dan YD mengakui yang mengerjakan proyek jalan paving itu adalah RFI. Dan YD mengaku proyek itu sudah dibayar oleh Kades Sukodadi, bahkan RFI juga memesan mebel berupa meja kepada Kades Sukodadi.” Terang Simalungun.

Nampak foto jalan paving yang menurut Kades Sokodadi Sudah diperbaiki. Namun masih terlihat rusak parah. Selasa (2/11/2021)

Simalungun juga menyebutkan dikabupaten Jombang ini, sudah bukan rahasia umum lagi pemborong yang menginginkan mendapatkan pekerjaan proyek dari pemerintah desa, biasanya memberikan uang fee kepada Kades, yang besarnya kisaran 20 hingga  25 persen dari nilai proyek.

“Kami curiga Kades Sukodadi memborongkan proyek itu juga diduga hanya untuk mendapatkan uang fee dari pemborong. Kami curiga bukan menuduh.” Tegasnya

Simalungun menambahkan, cilakanya proyek jalan paving yang diborongkan Kades Sukodadi Sukoyo kepada RFI, hasil pekerjaan dilapangan baru sebulan selesai dibangun sudah rusak parah.

“Atas temuan ini kami segera melaporkan secara tertulis kepada Bupati Jombang, agar bupati memerintahkan pihak inspektorat melakukan tindakan tegas kepada Kades Sukodadi Sukoyo, bila perlu kita laporkan kepenegak hukum.” Tegasnya.

Sementara itu, Camat Kabuh, Anjik Eko Saputro, ia menyampaikan terima kasih atas informasi dari media terkait proyek diwilayahnya, karena ini bagian kontrol dari masyarakat, atas kerja pemerintah, dengan adanya kontrol ini kami bisa melakukan perbaikan, agar bisa melayani masyarakat dengan baik.

“Setelah menerima informasi terkait jalan paving didesa Sukudadi yang rusak. Saya sudah memerintahkan Kasipem Kecamatan untuk turun kelokasi. Dan saya sudah perintahkan agar Pemdes Sukodadi, memperbaiki bagian jalan paving yang rusak, agar pembangunan yang menjadi amanat Bupati Jombang, bisa terlaksana tepat sasaran, dan membawa manfaat buat masyarakat.”  Tutur Anjik.

Terkait hal tersebut Kades Sukodadi Sukoyo, membenarkan bahwa proyek jalan paving, tersebut telah ia borongkan.

Bangunan TPT dan drainase di desa Sukodadi yang dibangun dari DD Desa Sukodadi tahun 2020 sebesar Rp 85.200.000 kondisinya sudah mengalami rusak parah. Selasa (2/11/2021)

“Ya benar proyek jalan paving, itu saya borongkan kepada wartawan YD. Dan saya tidak minta uang sepeserpun dari pemborong. Wartawan itu tidak sampeyan tok (Kamu saja). YD itu juga teman saya, YD itu juga bisa manyukan mebel saya (YD itu juga bisa jualkan mebel saya. Dan ini meja pesanan RFI.” Kata Sukoyo, sembari menunjukan meja yang ada didekatnya, Senin (1/11/2021) dengan nada tinggi, seakan membagakan bahwa ia orang hebat.

Kades Sukoyo, juga mengaku dirinya orang yang super sibuk banyak pekerjaan. “Pekerjaan kayak gini (Pekerjaan jalan paving) diminta oleh teman, ya saya kasihkan saya borongkan. Saya jarang ke Balai desa, sebab pengawean ku akeh (pekerjaan saya banyak) saya jarang pulang. Urusan saya dengan pabrik dan urusan kayu banyak.” Ucap Sukoyo, namun ia tak menyebutkan pabrik yang ia urus tersebut.

Terkait jalan paving, yang belum satu bulan sudah rusak parah, Sukoyo, menyalahkan warganya, menurut dia, jalan paving tersebut rusak karena dilewati truk pengangkut material bangunan rumah warganya.

“Jalan paving itu rusak karena ada warga yang membangun rumah, waktu mengangkut material mengunakan mobil truk. Dan warga yang bersangkutan siap memperbaiki. Sekarang sudah diperbaiki.” Ujarnya.

Saat ditanya, didepan rumah anda (Kades Sukoyo) inikan jalan paving, dibangun Pemkab Jombang yang dikerjakan kontraktor dengan cara tender /lelang. Sering dilewati truk bermuatan berat tidak rusak. Kenapa Proyek Jalan Paving milik Pemdes Sukodadi, baru dilewati truk material sedikit, langsung rusak parah ? Namun kades Sukoyo, diam saja tak menjawab.

Hasil pantauan NusantaraPosOnline.Com dilapangan pada Selasa 2 November 2021, kendati Kades Sukodadi Sukoyo, mengaku jalan sudah diperbaiki. Namun kondisi jalan paving tersebut masih amburadul dan rusak parah.

Tak hanya itu, dilokasi yang sama, yakni ditepi jalan paving tersebut juga terdapat bangunan Tembok penahan tanah (TPT) dan drainase yang dibangun dengan Dana Desa (DD) Desa Sukodadi tahun 2020 dengan anggaran Rp  85.200.000 kondisi bngunanpun saat ini juga sudah mengalami rusak parah.

Diberitakan sebelumnya, hasil pantauan NusantaraPosOnline.Com dilapangan, Selasa 28 September 2021, kondisi jalan paving yang belum genap satu bulan selesai dibangun kondisinya sudah memprihatinkan, dibeberapa titik jalan sudah mulai berantakan dan bergelombang, pasangan paving sudah berhamburan atau berserakan, dan paving yang terpasang sudah banyak retak-retak, pecah dan hancur.  Sehingga jalan yang dibangun dari hasil keringat rakyat atau APBD ini menjadi tidak nyaman dilewati kendaraan, bahkan kondisi jalan sudah tak layak.

Menurut LS (50) warga setempat, bangunan jalan paving ini baru selesai dikerjakan pada bulan Agustus 2021. Sekarang kondisi jalan sudah rusak parah. Jalan ini dikerjakan oleh pemborong, dan tenaga kerjanyapun bukan dari warga desa Sukodadi.

“Jalan paving selesai dikerjakan bulan Agustus 2021, namun belum satu bulan jalan sudah rusak parah, dan sudah tidak layak lagi dilewati kendaraan. Ya kondisinya kayak gini ini, rusaknya sudah parah.” Kata LS sembari menunjukan kondisi jalan yang sudah rusak parah. Selasa (28/9/2021) lalu. (Rin/Why)

Check Also

Akhirnya DPRD Blitar Baru Bentuk Pansus Pencemaran Limbah PT Greenfields

BLITAR, NusantaraPosOnline.Com-Setelah melalui proses yang panjang akhirnya DPRD Kabupaten Blitar, akhirnya baru membentuk panitia khusus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!