Ciptakan ASTI, Pemdes Jatiduwur Jombang Sabet Juara Lomba TTG dan Posyantekdes Tingkat Jatim

Pj Bupati Jombang Sugiat, didampingi Kepala DPMD Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto, saat menyerahkan piala juara lomba TTG dan Posyantekdes tingkat provinsi Jatim 2024, kepada Kades Jatiduwur Subardi. (Foto : Dok Pemdes Jatiduwur).

JOMBANG, NusantaraPosOnlin.Com-Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Tahun ini Pemdes Jatiduwur, Jombang, berhasil menjadi pemenang lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Desa (Posyantekdes) tingkat Provinsi Jawa timur (Jatim) 2024, yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Jatim.

Kades Jatiduwur Subardi mengatakan, pemerintah desa Jatiduwur, Kabupaten Jombang menjadi pemenang setelah menampilkan inovasi produksi Asap Racun Tikus (ASTI) dan mesin pencacah multiguna, pada ajang lomba TTG dan Posyantekdes tingkat Provinsi Jatim 2024.

“Asap Racun Tikus (ASTI) yang diproduksi Pemdes Jatiduwur ini, dikemas seperti mercon. Bahan yang digunakan untuk membuat ASTI mengunakan racikan arang, belerang dan KNO 3 (asam nitrat). ASTI ini, merupakan bom asap untuk pembasmi hama tikus. Sudah banyak digunakan oleh para petani di wilayah Kecamatan Kesamben, hasilnya luar biasa terbukti ampuh membasmi tikus.” Kata Kades Subardi.

HADIR UNTUK PETANI : Pembasmi hama tikus merek Asap Racun Tikus (ASTI) produksi Pemdes Jatiduwur, Kecamatan Kesamben Jombang. Jumat (7/6/2024). (FOTO : Dok Koran Nusantara Pos/ Rurin).

Ia mejelaskan, Asap Racun Tikus (ASTI) meski bom asap. Namun ASTI bukanlah bom yang meledak, namun hanya mengeluarkan asap.

“Cara mengunakan ASTI  dengan cara dibakar seperti mercon, kemudian dimasukkan kesarang tikus dan ditutup tanah. Jadi pengunaan ASTI ini sangat mudah dan praktis, tidak memakan waktu seperti pakai josmo ataupun pengemposan,” Terangnya.

Inovasi ASTI ini, sambung Subardi, terus disempurnakan dan diuji coba. Terlebih, permintaan produk sudah mulai banyak dari petani dan beberapa pemerintah desa lain di sekitar Kesamben.

“Saat ini kami fokus mengembangkan produksi Asap Racun Tikus (ASTI) Karena bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara murah dan efisien, dan tidak merusak tanaman. Terlebih, permintaan pasar sudah mulai banyak dari petani dan beberapa pemerintah desa lain di sekitar Kesamben. Jadi produk ASTI ini sudah dirasakan manfaatnya oleh petani.” Ungkap Kades Subardi.

Subardi juga menjelaskan, selain menampilkan inovasi ASTI,  dalam lomba TTG  dan Posyantekdes tingkat Provinsi Jatim 2024, Pemdes Jatiduwur juga menampilkan inovasi produksi mesin pencacah multiguna.

HADIR UNTUK PETANI : Pembasmi hama tikus merek Asap Racun Tikus (ASTI) produksi Pemdes Jatiduwur, Kecamatan Kesamben Jombang. Jumat (7/6/2024). (FOTO : Dok Koran Nusantara Pos/ Rurin).

“Produk mesin pencacah multiguna yang dibuat warga dengan kegunaan beragam. Mulai mencacah pakan sederhana untuk ternak hingga mencacah limbah untuk kebutuhan kompos. Pakan lain juga bisa, produk ini juga sudah banyak dipakai oleh petani.” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa TTG dan Posyantekdes dirintis oleh Pemdes Jatiduwur bersama pendamping desa sejak setahun terakhir, kebetulan di Jombang tidak banyak yang punya selain Desa Jatiduwur.

Menurutnya, para Inovator telah melaksanakan tugas dengan baik, di mana keberhasilannya merupakan capaian penggerak lokal dalam mendorong dan memaksimalkan berbagai potensi yang ada di desanya.

“Terima kasih untuk seluruh tim sudah berupaya yang terbaik dan mendapatkan hasil yang memuaskan serta membanggakan bagi Desa Jatiduwur. Ini menjadi semangat kita dalam pemberdayaan masyarakat desa sebagai upaya mewujudkan kesejateraan petani.” Pungkas Subardi Kades Jatiduwur.***

Pewarta : RURIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!