Diakhir Tahun, Lima Paket Proyek Taman Rp 896,054 Juta di Jombang Menyisakan Masalah, Ini Detailnya

Proyek Belanja modal taman, Rehabilitasi taman tugu UKS Jl Abdurahman saleh (Pertigaan pasar legi). Menelan biaya Rp 180.294.000, Yang kondisinya amburadul dan mangkrak.Selasa (20/12/2022)

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek pembangunan 5 (lima) titik taman di Kabupaten Jombang, Jawa timur, yang menelan dana Rp 896.054.646 dari PAPBD Jombang 2022. Hingga akhir tahun 2022 masih menyisakan masalah.

Proyek Belanja modal taman, Rehabilitasi taman ASEAN di simpang 3 ringin contong antara Jalan Gus Dur, Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan A Yani, Jombang. Menelan biaya Rp.179.148.000. Selasa (20/12/2022)

Proyek taman Rp 896.054.646 milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang itu dibagi menjadi 5 paket pekerjaan. Lokasi pekerjaan tersebar di 5 titik lokasi di wilayah perkotaan di Jombang, dengan perincian sebagai berikut :

  1. Proyek Belanja modal taman, Rehabilitasi taman Asean terletak di tengah-tengah Jombang kota. Tepatnya di simpang 3 Ringin Contong antara Jalan Gus Dur, Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan A Yani, Kecamatan / Kabupaten Jombang. Dikerjakan CV. Karya Prima Nusantara dengan cara penunjukan langsung dengan nilai kontrak Rp.179.148.000, Konsultan Pengawas CV. Pilar 17.
  2. Proyek Belanja modal taman, Rehabilitasi taman tugu UKS Jl Abdurahman saleh (Pertigaan pasar legi) dikerjakan CV Finopi Indonesia melalui penunjukan langsung dengan nilai kontrak Rp 180.294.000 konsultan pengawas CV. Karya Gemilang.
  3. Belanja modal taman, Rehabilitasi taman Mastrip di Jl KH Wahid Hasyim (Pojok Lapas Jombang) dikerjakan CV. Fajar Mulia melalui penunjukan langsung dengan nilai kontrak Rp 179.156.000 konsultan pengawas CV. Andhi Karya Konsultan.
  4. Belanja modal taman, Rehabilitasi taman monumen Adipura (Pertigaan Desa Mojongapit samping kampus Undar) dikerjakan CV. Randumas Multi Konstruksi melalui penunjukan langsung dengan nilai kontrak Rp 181.057.000, konsultan pengawas CV. Pilar 17. Dan
  5. Belanja Modal Taman, dan pembangunan tugu UKS di Desa Keplaksari (Depan taman ratu Jombang) dikerjakan CV. Finopi Indonesia melalui penunjukan langsung dengan nilai kontrak Rp 176.399.646, konsultan pengawas CV. Karya Gemilang.

Berdasarkan hasil pantauan nusantaraposonline.com di lima lokasi proyek tersebut, yang dilakukan selama dua hari, pada Senin 19 Desember hingga Selasa 20 Desember 2022. Hasilnya, ternyata proyek ini diselimuti sejumlah masalah dan dugaan banyak menyimpangan, mulai dari penyelesaian proyek yang terlambat hingga dugaan pekerjaan menyimpang tak sesuai beste. Bahkan ada proyek yang terhenti atau mangkrak. Adapun sejumlah masalah dan dugaan penyimpangan tersebut, misalnya :

Proyek Belanja modal taman, Rehabilitasi taman Mastrip di Jl KH Wahid Hasyim (Pojok Lapas Jombang). Menelan biaya Rp.179.156.000. Selasa (20/12/2022)

Pada pekerjaan paket proyek Belanja modal taman, Rehabilitasi taman Mastrip di Jl KH Wahid Hasyim, diketahui masih ada beberapa item pekerjaan yang belum rampung, seperti pasang paving track, median pembatas paving dari batu bata, dinding batu alam serta finishing pekerjaan landscape juga belum dikerjakan. Padahal jangka waktu pelaksanaan berakhir tanggal 22 Desember 2022 (waktu tinggal 1 hari lagi)

Selain terlambat, pada proses pengerjaan juga diketahui ada beberapa item pekerjaan yang dirasa tak sesuai, dari metode pemasangan paving untuk track banyak sekali sambungan paving yang seharusnya utuh, tetapi terpasang paving putus, lebih anehnya lagi, Nat paving juga ada yang tidak simetris, terlihat sampai ditambal dengan spesi.

Yang parah lagi, mutu K paving yang dipasang diduga berkualitas rendah. Hal itu, terlihat dari fisik permukaan paving diduga bahwa material tersebut mutu K. Rendah.

Proyek Belanja Modal Taman, dan pembangunan tugu UKS di Desa Keplaksari (Depan taman ratu Jombang) menelan dana Rp 176.399.646. Selasa (20/12/2022)

Selanjutnya, Pada pekerjaan paket proyek Belanja modal taman, Rehabilitasi taman taman ASEAN (Ringin contong). Terpantau, juga masih menyisakan beberapa pekerjaan yang belum rampung, diketahui dilokasi, para pekerja masih sibuk memasang instalasi listrik tanam dan pasang angkur untuk konstruksi lampu, sedangkan untuk pekerjaan landscape belum ada pekerjaan sedikitpun.

Padahal untuk jangka waktu pelaksanaan 45 hari kalender, terhitung dari tanggal SPK 7 November 2022, itu artinya masih menyisakan waktu pelaksanaan 1 hari saja. Pencapaian progress kemajuan fisik dilapangan diperkirakan kurang lebih 80 Persen. Artinya penyelesaian proyek taman ASEAN ini diprediksikan akan molor atau terlambat, dan tidak sesuai kontrak.

Kemudian, pada pekerjaan paket proyek Pembangunan taman tugu UKS Jl Abdurahman saleh (pertigaan pasar legi) diketahui bahwa jangka waktu pelaksanaan 45 hari kalender, terhitung dari mulai SPK tanggal 2 November 2022, itu artinya waktu pelaksanaan sudah berakhir, namun fakta dilapangan proyek masih amburadul.

Beberapa hari yang lalu, bangunan monumen yang berbahan dasar dari besi tersebut telah ditabrak oleh kendaraan yang mengalami kecelakaan. Tetapi dari pantauan dilapangan sampai saat hari ini belum ada perbaikan dari pihak penyedia jasa. Dan pengerjaan proyek tersebut sekarang terhenti atau mangkrak.

Proyek Belanja modal taman, Rehabilitasi taman monumen Adipura (Pertigaan Desa Mojongapit samping kampus Undar). Menelan biaya Rp 181.057.000. Selasa (20/12/2022)

Berikutnya, pada pekerjaan paket proyek Belanja modal taman, Rehabilitasi taman monumen Adipura (Depan Undar Jombang). Diketahui, jangka waktu pelaksanaan 45 hari kalender, terhitung dari tanggal SPK 1 November 2022.

Dari pantauan dilokasi juga masih menyisakan beberapa pekerjaan, diantaranya pemasangan lampu untuk monumen serta pembenahan tugu monumen, dan juga pada item pekerjaan rumput diduga tidak sesuai volume yang ditanam.

Terkait keterlambatan dan dugaan untuk pekerjaan yang diduga tidak sesuai bestek, nusantaraposonline.com berupaya melakukan konfirmasi kepada Pelaksana dan Pengawas konsultan dimasing masing pekerjaan taman. Namun, sayangnya pihak pelaksana dan konsultan terkesan menghindar, tidak ingin dimintai keterangan. (Rin/Why)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!