Dinilai Mandul, Kejari Sidoarjao Didemo Korban Mafia Tanah Tuntut Pelaku Dieksekusi

Miftahur Roiyan, bersama puluhan massa yang tergabung dalam FMPH, pada Rabu (13/4/2022) mengelar aksi demonstrasi di kantor Kejari Sidoarjo Jalan Sultam Agung.

SIDOARJO, NusantaraPosOnline.Com-Miftahur Roiyan (43) korban mafia tanah di Desa Tambakoso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, bersama puluhan massa yang tergabung dalam Forum masyarakat perduli hukum (FMPH), pada Rabu (13/4/2022) mengelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo Jalan Sultam Agung.

Mereka menuntut Kejari Sidoarjo selaku eksekutor, segera mengeksekusi putusan kasasi Mahkama agung (MA) atas nama terpidana Agung Wibowo, dan menutut Kejari menyerahkan barang bukti berupa tiga sertifikat tanah / lahan seluas 9,85 hektar kepada pemilik awal, yakni Miftahur Roiyan Cs.  Hal tesebut sebagaimana telah diperentahkan dalam putusan kasasi Makhamah Agung (MA) No 32K/PID/2022 tanggal 19 Januari 2022 yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Para pendemo pun menilai Kejari Sidoarjo mandul, karena sangat lamban dalam melaksanakan eksekusi putusan MA tesebut, yang mereka anggap sudah inkrach dan berkekuatan hukum tetap.

Setelah menggelar orasi dihalaman kantor Kejari, perwakilan pendemo diterima oleh sejumlah pejabat Kejari Sidoarjo, untuk menyampaikan tuntutan mereka. Namun pertemuan antara perwakilan pendemo dengan pihak Kejari, hanya berlasung sekitar 10 menit. Miftahur Roiyan dan perwakilan 2 orang, sudah keluar dari ruangan kantor Kejari.

“Tadi kami sudah menyampaikan tuntutan kami kepada pihak Kejari. Tadi kami meminta agar hari ini sertifikat tersebut segera dieksekusi Kejari Sidoarjo kepada kami sebagaimana putusan kasasi yang sudah inkrach agar diberikan kepada saya (Miftahur Roiyan) selaku pemiliknya.” kata Miftahur Roiyan, korban yang juga pelapor dalam perkara mafia tanah.

Roiyan menjelaskan, hasilnya tadi pihak Kejari Sidoarjo berjanji akan membuat tim untuk melakujan kajian terkait masalah ini.

“Kami menghormati keputusan Kejari Sidoarjo itu membentuk tim. Tapi kami tidak mau nunggu lama-lama. Kami memberi waktu 1×24 jam, maksimal lusa sertifikat itu segera diserahkan ke kami sesuai putusan MA No 32K/PID/2022 tanggal 19 Januari 2022 yang sudah inkcracht dan sudah berkekuatan hukum tetap.” Tegas Royan.

Terkait tuntutan warga, Kasi Intelijen Kejari Sidoarjo Aditya Rakatama mengtakan, bahwa pihaknya menerima dengan baik aksi warga yang menyampaikan aspirasi secara di Kantor Kejari Sidoarjo.

“Kami terima dengan baik aksi damai yang dilakukan warga tadi, dan dalam menangapi tuntutan warga, tim Jaksa eksekutor akan segera melaksanan putusan yang dimaksud (tuntutan), sebagaimana isi dari amar putusan Mahkamah Agung,” Terangnya Aditya.

Aditya juga menjelaskan, dalam melaksanakan putusan pasti akan berdasarkan isi amar putusan Mahkamah Agung yang dimasud. Pungkasnya. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!