Pemerintah

Perkuat Ketahanan Pangan, Disperta Jombang Salurkan Bantuan Alsinta Untuk 12 Poktan

×

Perkuat Ketahanan Pangan, Disperta Jombang Salurkan Bantuan Alsinta Untuk 12 Poktan

Sebarkan artikel ini
FOTO : Tampak sejumlah Alsintan di halaman Disperta Jombang, yang akan dibagikan kepada 12 kelompok tani di Jombang. Kamis (16/7/2026).

JOMBANG,NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Dinas Pertanian (Disperta) resmi menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian RI kepada 12 kelompok tani atau Poktan yang ada di Kabupaten Jombang. Kegiatan ini digelar di halaman Kantor Dinas Pertanian Jombang, pada, Kamis (16/7/2026) siang.

Langkah strategis ini bertujuan memodernisasi pertanian guna menekan biaya produksi dan mempercepat proses tanam hingga panen demi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Penyaluran bantuan Alsintan tersebut turut dihadiri anggota DPR RI, Sadarestuwati, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang  Muchamad Rony, dan para penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani penerima bantuan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang  Ir. Muchamad Rony, MM. melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Eko Purwanto, mengatakan bantuan alsintan yang disalurkan tersebut, berupa 9 unit traktor roda empat dan 3 unit combine harvester. Seluruh alsintan tersebut telah dihibahkan kepada 12 kelompok tani penerima agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pertanian.

“Kelompok tani penerima memiliki tanggung jawab penuh terhadap pengelolaan alsintan yang telah dihibahkan, mulai dari penggunaan, perawatan hingga pemeliharaannya. Tugas kami adalah menyalurkan bantuan, kemudian secara berkala akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatannya,” ujar Eko.

Menurutnya, bantuan alsintan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Sebab, harga alat pertanian modern relatif tinggi sehingga tidak semua petani mampu memilikinya secara mandiri. Dengan adanya bantuan tersebut, akses petani terhadap teknologi pertanian menjadi lebih mudah.

Meski merupakan bantuan hibah, Eko menjelaskan pemanfaatan alsintan tetap menggunakan sistem sewa. Hal itu dilakukan agar tersedia biaya operasional dan perawatan sehingga kondisi alat tetap terjaga dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Yang penting alat ini dekat dengan petani dan benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Sistem sewa tetap diterapkan untuk menunjang biaya perawatan sehingga alsintan tetap layak digunakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelompok tani juga diperbolehkan menyewakan alsintan kepada petani di luar desa penerima. Namun, kebutuhan petani di desa setempat harus diprioritaskan terlebih dahulu.

“Setelah kebutuhan petani di desa terpenuhi, alsintan dapat dimanfaatkan oleh petani di desa lain. Hak pengelolaan memang berada di kelompok tani, tetapi tujuan utamanya tetap untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani Indonesia,” katanya.

Eko berharap bantuan alsintan tersebut dikelola secara profesional dengan manajemen yang baik serta didukung operator yang memiliki tanggung jawab dalam mengoperasikan dan merawat alat.

“Alsintan ini harus dikelola dengan manajemen yang baik dan didukung operator yang bertanggung jawab menjaga serta merawatnya. Dengan teknologi pertanian modern, diharapkan efisiensi kerja meningkat, produktivitas pertanian bertambah, dan hasil panen menjadi lebih berkualitas,” pungkasnya.

Melalui bantuan ini, pemerintah berharap alsintan yang telah diserahkan dapat segera dimanfaatkan secara maksimal guna menunjang aktivitas pertanian yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan para petani di Kabupaten Jombang. ***

Pewarta : WAHYU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!