JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Perajin tahu se-Kabupaten Jombang, Jawa timur kompak akan mogok produksi yang rencananya dilakukan selama 3 hari mulai Minggu – Selasa (20 – 22 Februari 2022) mendatang.
Ketua Paguyupan Komonitas Tahu Jombang, Imam Subkhi mengatakan, kami para perajin tahu se-Jombang terpaksa melakukan mogok produksi.
“Aksi mogok ini sebagai bentuk protes karena mahalnya harga kedelai. Hal ini memberatkan kami selaku pengrajin tahu. Aksi yang dilakukan ini bukan semacam aksi demo yang rusuh sampai turun ke jalanan melainkan hanya berhenti produksi dan tidak berjualan sementara. Dan aksi ini rencananya akan dilakukan selama 3 hari terhitung sejak Minggu – Selasa (20 – 22 Februari 2022) mendatang. Dan tidak menutup kemungkinan mogok ini akan berlanjut lebih dari tiga hari.” Ujarnya. Sabtu pagi (19/2/2022)
Menurutnya aksi mogok ini merupakan upaya terakhir dari para perajin tahu se-Jombang untuk memprotes akibat mahalnya harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu.
“Sistem mogok kami ini bukan demo. Tapi kami hanya berhenti produksi selama tiga hari terus tidak jualan di pasaran. Sehingga tidak ada cerita turun ke jalan atau bentrok-bentrokan,” Ujar Subkhi.
Menurut Subkhi, mogok produksi ini dilakukan karena harga kedelai terus merangkak naik hingga Rp 12.000 per kilogram, para perajin sudah tidak tahan. Hingga akhirnya kami tetap ingin melakukan aksi mogok produksi.
“Kenaikannya harga kedelai saat ini terus-terusan naik dari Rp 9.000 hingga Rp12.000, sehingga banyak perajin tahu di Jombang yang kolaps tidak jualan. Terkait masalah ini kami berharap pemerintah agar segera ada solusi yang tidak saling merugikan.” Pungkas Subkhi.

Senada, diungkapkan Supiah (51) perajin tahu asal desa Sumbermulyo, mengatakan kami perajin tahu berharap kepada pemerintah terkait mengambil tindakan atas kenaikan harga Kedelai yang menambah beban kami, apalagi kenaikan harga ini terjadi ditengah masa pandemi covid-19.
“Kami perajin tahu berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jombang, atau dari pemerintah pusat atau Dinas terkait lainya agar secepatnya menurunkan harga kedelai guna keberlangsungan usaha kecil kami dan meringankan beban hidup kami dan karyawan (pekerja) di masa-masa serba sulit akibat pandemi Covid-19 yang tak tahu akan berakhir.” Ujar Supiah.
Menurut Supiah, kami perajin tahu hanya ingin agar kondisi itu segera pulih kembali atau stabil. Kondisi seperti ini bukan hanya membuat perajin (pengusaha) tahu menjerit. Tapi ada ribuan pekerja yang mengantungkan hidup dari bekerja ditempat usaha perajin tahu juga terkena imbas kenaikan harga kedelai.
“Semenjak harga kedelai naik, banyak perajin tahu mengurangi produksi, bahkan ada yang kolap berhenti produksi. Hal ini membuat pekerja juga kelimpungan, karena gaji / bayaran mereka sedikit, bahkan ada yang kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah bisa segera memberi solusi, atas masalah ini.” Ujarnya.
Gakoptindo : Aksi Mogok Produksi Tahu Tempe Akan Dilakukan Se-Pulau Jawa
Sebagai informasi, aksi mogok produksi yang dilakukan perajin tahu, tidak hanya dilakukan perajin tahu se-Jombang, tapi dibeberapa daerah di Pulau Jawa, juga kompak melakukan aksi serupa.
Misalnya di Jabodetabek, Bandung, Bogor, Banten, Jawa Barat. Juga melakukan aksi mogok produksi.
Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin mengatakan, sebelumnya perajin tahu tempe yang akan melakukan aksi hanya perajin Jabodetabek dan Jawa Barat saja.
Namun ternyata perajin dari daerah lainnya seperti Bandung, Bogor, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur ikut menyampaikan keinginan yang sama.
“Sehingga bisa dibilang (perajin tahu tempe) seluruh Jawa akan mogok produksi,” ujar Aip dalam diskusi media virtual, Kamis (17/2/2022).
Aksi mogok ini untuk merespon mahalnya harga kedelai. Aksi berhenti produksi ini akan kita lakukan selama 3 hari dari hari Senin – Rabu (21 – 23 Februari 2022) Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi, atas kenaikan harga ini. (Rin)










