godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , Oktober 16 2019
Home / Investigasi / Ironis, Proyek Pengurukan Lahan Kuburan Dan PAUD Diduga Dikorupsi Kades
Kondisi lahan makam dusun Kayen, setelah dikeruk akhir Juli 2019 lalu. (lumpur tahun 2017 diambil dipindah)

Ironis, Proyek Pengurukan Lahan Kuburan Dan PAUD Diduga Dikorupsi Kades

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Miris proyek pengurukan lahan makam, dan pengurukan lahan untuk sekolah PAUD (pendidikan anak usia dini) di Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan Jombang, Jawa timur, yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2017 diduga dikorupsi oleh Kepala Desa setempat.

Berdasarkan temuan Lsm Aliasi rakyat anti korupsi (Lsm Arak), kedua proyek tersebut di biayai dari DD 2017 dengan perincian proyek pengurukan lahan makam didusun Kayen volume 280 meter kubik, anggaran Rp 43.700.000,  dan pengurukan lahan untuk sekolah PAUD dengan volume 333 meter kubik, berlokasi didepan kantor balai desa anggaran Rp 51.600.000. Jadi total angaran keseluruhan Rp 95.300.000.

Koordinator Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Safri nawawi, ia mengatakan proyek tersebut sejak tahap perencanaan sudah tidak beres. Dalam rencana anggaran belanja (RAB) untuk belanja material tanah uruk dianggarkan Rp 100 ribu / per kubik padahal harga pasaran tanah uruk didalam kabupaten Jombang paling mahal cuman Rp 50 ribu/ kubik.

“Harga pasaran tanah uruk untuk dalam kota Jombang paling mahal Rp 50 ribu / kubik. Itu sudah terima ditempat (sudah termasuk biaya transpot). Jadi kalau di RAB dianggarkan Rp 100 ribu / kubik. Itu sudah tidak masuk akal, jadi perencanaanya saja sudah tidak beres.” Kata Safri.

Menurut, Safri pelaksanaan dua proyek tersebut tidak sesuai RAB dan perencanaan. Dalam RAB proyek dan perencanaan telah dianggarkan untuk pembelian bahan material tanah uruk sebanyak Rp 61.300.000 untuk pembelian tanah urug 613 meter kubik, dengan harga perkubik Rp 100 ribu (613 M3 x Rp 100.000 = Rp 61.300.000).  Namun uang tesebut oleh Kepala desa tidak dibelikan dengan tanah urug.

“Untuk menipu warga tanah urug tersebut, diganti dengan tanah lumpur, bercampur sampah plastik, pembalut, Popok bayi dll. Yang didapatkan secara gratis (Tidak beli) dari bekas reklamasi kali Rejo Agung, yang jaraknya hanya puluhan meter dari proyek pengurukan sekolah PAUD. Jadi lokasi tanah makam. Akibatnya proyek itu tidak dapat digunakan untuk pemakaman umum.” Ujar Safri.

Sedangkan untuk mengelabuhi inspektorat, Khoirul anam, merekayasa laporan pertangung jawaban dua proyek tersebut, dengan cara membuat noto-nota belanja fiktif.

Terkait hal tersebut, menurut HR tokoh, agama juga warga setempat, ia mengaku sangat menyayangkan, kelakukan kades tersebut.

“Saya sangat menyayangkan proyek tersebut untuk lahan pemakaman umum, didusun Kayen, seharusnya diurug dengan tanah yang bagus. Tapi oleh Kades malah diurug dengan tanah lempung yang diambil dari bekas reklamasi kali Rejo agung.” Kata HR.

Sedangkan lumpur yang ada dikali tersebut bekas endapan-endapan sungai bercampur sampah. Kalau lahan untuk pemakaman diuruk dengan lumpur campur bekas sampah-sampah plastik dll, ini kan tidak pantas. “Masak untuk pemakaman diurug dengan bekas lumpur campur sampah plastik dll, ini keterlaluan.”  Katanya.

Tomo warga setempat, ia mengatakan kasus ini sudah pernah saya laporkan di Polres Jombang pada  17 September 2018 lalu, tapi sampai hari ini tidak ada tindak lanjut. Dari Polisi.

“Kepala desa Khoirul Anam, sudah dipanggil Polisi beberapa kali, tapi sampai saat ini kasus ini jalan ditempat. Sebetulnya Kades Khoirul Anam, sudah mengakui kesalahannya, dan sudah meminta maaf kepada warga dusun Kayen. Khoirul anam, juga berjanji kepada warga akan menganti tanah lumpur tersebut dengan tanah urug.” Kata Tomo.

Sekitar akhir Juli 2019 untuk lumpur yang ada dimakam dusun kayen, sudah diambil lagi oleh Kades, dipindahkan ke lahan miliknya (Sawah milik kades). Sedangkan untuk proyek lahan PAUD tetap mengunakan lumpur (Tidak dibongkar oleh Kades).

“Meski proyek pemakaman sudah diganti dengan tanah uruk, tidak menghapus pidana, siapapun bisa minta aparat penegak hukum, untuk terus mengusut kasus ini.” Imbuh Tomo.

Jadi silahkan saja warga, Lsm atau siapapun bisa meminta penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus ini. Imbuhnya.

Terkait hal tersebut Kepala desa Morosunggingan, H Khoirul anam, ia mengakui kasus ini sudah ditangani Polres Jombang.

“Dulu saya sudah pernah diperiksa oleh Pihak Polres Jombang, tapi ditata. Setelah kasat reskrim ganti, dan penyidiknya ganti, sekarang saya dipanggil lagi.” Kata Khoirul anam. (Why)

Check Also

Proyek DD Rp 1.585. 623.669 Desa Baratwetan, Diduga Jadi Lahan Korupsi Perangkat Desa Dan Oknum Kecamatan

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com-Proyek rehabilitasi Bendung air daerah irigasi Menturus, di desa Baratwetan, Kecamatan Gedek, Kabupaten Mojokerto, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *